UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Menpora: Mahasiswa UIN Harus Kuasai Iptek & Imtak

[www.uinsgd.ac.id] Pelaksanaan sidang senat terbuka dalam rangka penerimaan dan Orientasi Pengenalan Akademis Kampus (OPAK) Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menghadirkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo diwarnai kecemasan pihak sivitas akademika. Kehadiran Menpora, KRMT Roy Surya saat membuka OPAK dikhawatirkan didemo mahasiswa.

Informasi yang dihimpun “GM”, Kamis (29/8), penjagaan ketat dilakukan sejak pagi. Puluhan anggota keamanan kampus berjaga-jaga di pintu gerbang. Mereka melarang mahasiswa yang membawa sepeda motor masuk kampus, tanpa kecuali.

“Ada apa ini, kok dilarang bawa motor ke kampus segala?” tanya Dini, seorang mahasiswi. Ia baru tahu kalau hari itu kampusnya kedatangan Menpora.

Sementara itu, Menpora yang datang pada pukul 08.30 WIB langsung masuk ke area kampus untuk membuka secara resmi OPAK Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati.

Kegiatan ini diikuti 5.431 mahasiswa baru. Aula kampus tidak mampu menampung para mahasiswa. Mereka pun terpaksa harus lesehan hingga halaman aula dan jalan.

Kehadiran Menpora yang baru pertama kali dalam sejarah tersebut, memang tidak banyak diinformasikan UIN Sunan Gunung Djati karena dikhawatirkan para mahasiswa akan menggelar demo mengenai berbagai perkembangan seputar kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Hal tersebut dibenarkan Kasubag Humas UIN SGD Bandung, Drs. Sakrim. Ia menyatakan, pihaknya memang tidak banyak memberikan informasi kepada awak media mengingat bila diinformasikan sejak jauh hari, para mahasiwa akan melakukan demo. “Terus terang kita hanya melakukan antisipasi karena dikhawatirkan Menpora didemo mahasiswa sehingga mencoreng lembaga,” kata Sakrim.

Menpora Roy Suryo meminta seluruh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menguasai sains dan teknologi agar tidak ketinggalan zaman. “Seluruh mahasiswa UIN harus menguasai teknologi. Kalau tidak, pasti tertinggal,” katanya menjawab pertanyaan “GM”.

Menurut Roy Suryo, mahasiswa UIN harus menguasai dan mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tapi juga harus dibekali dengan iman dan takwa (imtak). []

Sumber, Galamedia 30 Agustus 2013