UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Menjadi Tamu Terbaik

Berhaji atau umrah berarti manusia atau makhluk bertamu kepada Allah, Sang Khalik, Yang Maha Pencipta. Pada waktu tertentu,  jamaah berkunjung ke rumah Allah SWT dan tempat-tempat yang mustajab lainnya. Itulah sebabnya, orang berhaji atau umrah disebut juga sebagai dhuyufur rahman, tamunya Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Menjadi tamu Allah SWT dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, menjalankan ibadah haji atau umrah dan mengunjungi rumah Allah SWT, Baitullah, Ka’bah Al-Musyarafah. Kedua, dengan cara meninggal.

Pakaian yang dikenakan saat menjadi tamu Allah, baik dengan cara pertama ataupun cara kedua, adalah sama. Kedua cara dilakukan dengan mengenakan pakaian putih tanpa jahitan (kafan), kecuali Muslimah yang mengenakan pakaian berjahit saat berhaji atau umrah.

Jamaah haji atau umrah berkunjung ke Baitullah di Makkah diyakini atas undangan Allah SWT, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka datang ke Baitullah sambil melantunkan kalimat Talbiyyah.

Selama di Baitullah untuk umrah, yang pertama kali dikerjakan adalah melakukan tawaf, sa’i dan tahalul. Tawaf  adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Seusai tawaf, jamaah  shalat sunnah  dua  rakaat di belakang Maqam Ibrahim, salah satu tempat yang mustajab di Masjidil Haram. Sedangkan sa’i ialah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya, sebanyak tujuh kali yang berakhir di bukit Marwah. Selesai sa’i diikuti dengan prosesi tahalul. yang ditandai dengan mencukur atau menggunting beberapa (paling sedikit tiga) helai rambut. Puncak tertinggi dari tingkatan orang bertamu ke Baitullah adalah saat  menunaikan ibadah haji.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diamalkan oleh para calon Tamu Allah agar dapat menjadi Tamu Terbaik dengan hidangan Terbaik dan oleh-oleh terbaik selama di tanah suci, antara lain :

Pertama, luruskan niat. Niat menjadi kata kunci dalam semua ibadah. Ia menjadi sangat penting karena berhubungan dengan hati, lisan, dan perbuatan. Khusus dalam haji dan umrah secara tegas Allah Swt sebagai Shohibul bait menegaskan tentang pentingnya meluruskan niat dalam haji dan umrah. Dalam firman-Nya, ‘’dan sempurnakan haji dan umrahmu hanya karena Allah..””. niat haji dan umrah hanya karena Allah swt.

Kedua, jaga akhlak, prinsip umum akhlak dalam ibadah haji dan umrah sebagaimana tercermin dalam firmannya ..”maka barang siapa yang menunuaikan ibadah haji maka jangan rafats, fusuq dan jidal…”. Ketiga hal tersebut baik rafats yang memiliki makna tidak boleh berpikir dan bertindak ke arah pornografi, fusuq tidak boleh berbuat dosa kepada Allah dan sesama manusia, maupun jidal yang berarti tidak boleh bertengkar atau konflik yang tidak perlu.

Ketiga, pahami manasik haji dan umrah. Manasik haji dan umrah, diarahkan pada dua hal penting yang harus dipahami para calon jamaah, yakni manasik tentang tatacara ibadah dan manasik tentang teknis dan akomodasi. Qiblat Tour, sebagai salah satu Travel Agent haji dan umrah selalu menempatkan kedua manasik tersebut pada porsi yang utama. Ia menajdi penting karena berhubungan dengan keyakinan dan kebenaran dalam hal ibadah sesuai dengan tuntunan syariat, dan ketenangan dan kenyamanan dalam teknis perjalanan selama di tanah suci.  Keempat, jalin kerjasama dalam bentuk silaturahmi antar jamaah. Kelima, sabar (ikhtiar maksimal),  ikhlash (apapun yang terjadi adalah taqdir terbaik dari Allah Swt),  dan tawakkal (berserah diri kepada Allah Swt).

Menjadi Tamu Terbaik dan memperoleh jamuan terbaik merupakan dambaan setiap calon jamaah. Tetapi, lebih dari itu semua adalah bagaimana memperoleh oleh-oleh terbaik dari prosesi ibadah haji dan umrah menjadi jauh lebih baik dalam konteks kesempurnaan nilai-nilai keislaman dan keimanan guna perbaikan kehidupan di masa yang akan datang…mabrur wa mabruk…semoga

Aden Rosadi, Pembimbing Haji dan Umrah Qiblat Tour dan Dosen FSH UIN SGD Bandung

Sumber, Pikiran Rakyat 7 Februari 2017