UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Menag Resmikan Gedung Poliklinik & Rumah Tahfidz Al-Quran UIN SGD Bandung

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Gedung Poliklinik dan Rumah Tahfidz Al-Quran milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (8/12/2018)

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti di ruang Sidang Rektorat, Gedung O. Djauharudin AR, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan A H Nasution No 105 Cibiru Kota Bandung.

Sementara itu Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr Mahmud pun turut mendampingi Menag dalam penandatangan prasasti dan pengguntingan pita peresmian Gedung Klinik.

Saat peresmian sekaligus pembinaan pegawai UIN Bandung, Menag Lukman mengatakan bahwa ada tiga pilar pendidikan Islam di Indonesia.

Pertama, pendidikan pesantren yang menjadi tulang pungung pendidikan di Indonesia. Kedua, madrasah, dan ketiga perguruan tinggi keagamaan baik negeri dan swasta.

“Kita berada pada level tertinggi dan memegang tangungjawab paling besar ke arah mana peradaban islam ke depan. Kita menjadi role model bagi dunia bagaimana nilai islam diimplementasikan,” ujar Lukman Hakim Saifuddin melalui rilis yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (8/12/2018).

Menag menekankan pada persoalan yang belakangan mengisi ranah publik yaitu disrupsi teknologi dan agama.

“Disrupsi agama seperti disorot Pak Amin Abdullah adalah terjadinya konservatisme yang semakin menguat dalam memahami nilai agama yang terpaku pada teks tanpa melihat konteks,” ujar Menag.

Sementara itu ASN menurutnya harus menjadi pihak-pihak yang membersihkan penyebarluasan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya.

“Mari isi sosial media dengan nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin. ASN PTKI memikul tangung jawab yang besar,” ajaknya.

Lukman juga mengajak segenap ASN UIN Bandung untuk merawat, menjaga dan memelihara gedung yang baru diresmikan itu dengan memberikan ruh dan jiwa pada bangunan tersebut.

Usai meresmikan, Menag Lukman meninjau sejumlah ruangan di klinik, mulai dari ruang administrasi, ruang tunggu, ruang pemeriksaan atau konsultasi, ruang tindakan, ruang dokter dan ruangan lainnya.

Adapun klinik UIN Bandung tersebut memiliki visi menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas bagi terwujudnya kesehatan civitas akademik yang prima.

“Misi kita memberikan pelayanan dan pendidikan kesehatan yang prima dan bekualitas, meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, mengembangkan jaringan kerjasama dan perluasan konsumen melalui kerjasama dengan lembaga asuransi kesehatan serta melakukan riset kesehatan secara terus memerus untuk pelayanan kesehatan yang baik,” ujar Rektor UIN Bandung.