UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Membentuk Karakter Bangsa

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mengelar Ujian Promosi Doktor terbuka atas nama Aan Hasanah dengan judul disertasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam (Studi atas Konsep dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa) yang dipromotori oleh Ahmad Tafsir (Ketua), Afif Muhammad dan Dadang Kahmad (Anggota) di ruang Sidang Senat Universitas, gedung Al-Jamiah lantai II, kamis (6/10)Dihadapan Tim Penguji yang terdiri dari; Nanat Fatah Natsir, Sofyan Sauri, Dasim Budimansyah, Muhibin, Ahmad Tafsir, Afif Muhammad dan Dadang Kahmad Aan menjelaskan hasil penelitianya, pendidikan karakter berhasil islam mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan manusia dalam dimensi fisik jasmani, aspek spiritual dan intelektual. Untuk menghasilkan pribadi yang memiliki karakter beriman, bertanggungjawab, peduli, jujur, berani dan menjadi warganegara yang baik. Nilai-nilai ini diimplementasikan dalam keseharian di rumah, sekolha, masyarakat akan membentuk prilaku karakter.Perlu diketahui karakter individu atau komunal dibangun atas dua apek; Pertama, Otonomi yang merumuskan pada proses pendidikan karakter melalui pengjaran, pembiasaan, pemotivasian dan penegakan aturan. Kedua, Heteronomi, usaha dan hasil dari proses di luar pendidikan (lingkungan) yang meliputi adanya penegakan hukum, keadilan, sosial ekonomi, peneladanan pemimpin, dan norma.“Untuk itu, pendidikan karakter pada diri siswa merupakan aspek otonomi. Namun, aspek otonomi sebagai usaha dan hasil dari pendidikan karakter tidak akan berkontribusi positif dan signifikan pada pendidikan karakter bangsa. jika aspek hetereonominya rapuh atau saling bertentangan” paparnyaMenjawab pertanyaan perbedaan antara nilai dengan karakter, ia menururkan nilai itu esensi dan jadi barometer. Sedangkan karakter itu sifat, watak yang melekat.Ia berharap “Mudah-mudahan pendidikan karakter berbasis islam ini menjadi perilaku dan kepribadian yang baik untuk membangun karakter bangsa yang dapat menunjang peradaban isalm yang lebih baik” tegasnyaPeraih Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude ini, Nanat memberikan penghargaan dan gelar kepadanya, “Kami atas nama Tim Penguji mengucapkan selamat kepada Aan Hasanah atas Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude diberikan kepadanya segala gelar untuk dipakai sebagaimana mestinya” pungkasnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mengelar Ujian Promosi Doktor terbuka atas nama Aan Hasanah dengan judul disertasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam (Studi atas Konsep dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa) yang dipromotori oleh Ahmad Tafsir (Ketua), Afif Muhammad dan Dadang Kahmad (Anggota) di ruang Sidang Senat Universitas, gedung Al-Jamiah lantai II, kamis (6/10)Dihadapan Tim Penguji yang terdiri dari; Nanat Fatah Natsir, Sofyan Sauri, Dasim Budimansyah, Muhibin, Ahmad Tafsir, Afif Muhammad dan Dadang Kahmad Aan menjelaskan hasil penelitianya, pendidikan karakter berhasil islam mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan manusia dalam dimensi fisik jasmani, aspek spiritual dan intelektual. Untuk menghasilkan pribadi yang memiliki karakter beriman, bertanggungjawab, peduli, jujur, berani dan menjadi warganegara yang baik. Nilai-nilai ini diimplementasikan dalam keseharian di rumah, sekolha, masyarakat akan membentuk prilaku karakter.Perlu diketahui karakter individu atau komunal dibangun atas dua apek; Pertama, Otonomi yang merumuskan pada proses pendidikan karakter melalui pengjaran, pembiasaan, pemotivasian dan penegakan aturan. Kedua, Heteronomi, usaha dan hasil dari proses di luar pendidikan (lingkungan) yang meliputi adanya penegakan hukum, keadilan, sosial ekonomi, peneladanan pemimpin, dan norma.“Untuk itu, pendidikan karakter pada diri siswa merupakan aspek otonomi. Namun, aspek otonomi sebagai usaha dan hasil dari pendidikan karakter tidak akan berkontribusi positif dan signifikan pada pendidikan karakter bangsa. jika aspek hetereonominya rapuh atau saling bertentangan” paparnyaMenjawab pertanyaan perbedaan antara nilai dengan karakter, ia menururkan nilai itu esensi dan jadi barometer. Sedangkan karakter itu sifat, watak yang melekat.Ia berharap “Mudah-mudahan pendidikan karakter berbasis islam ini menjadi perilaku dan kepribadian yang baik untuk membangun karakter bangsa yang dapat menunjang peradaban isalm yang lebih baik” tegasnyaPeraih Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude ini, Nanat memberikan penghargaan dan gelar kepadanya, “Kami atas nama Tim Penguji mengucapkan selamat kepada Aan Hasanah atas Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude diberikan kepadanya segala gelar untuk dipakai sebagaimana mestinya” pungkasnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mengelar Ujian Promosi Doktor terbuka atas nama Aan Hasanah dengan judul disertasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam (Studi atas Konsep dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa) yang dipromotori oleh Ahmad Tafsir (Ketua), Afif Muhammad dan Dadang Kahmad (Anggota) di ruang Sidang Senat Universitas, gedung Al-Jamiah lantai II, kamis (6/10)Dihadapan Tim Penguji yang terdiri dari; Nanat Fatah Natsir, Sofyan Sauri, Dasim Budimansyah, Muhibin, Ahmad Tafsir, Afif Muhammad dan Dadang Kahmad Aan menjelaskan hasil penelitianya, pendidikan karakter berhasil islam mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan manusia dalam dimensi fisik jasmani, aspek spiritual dan intelektual. Untuk menghasilkan pribadi yang memiliki karakter beriman, bertanggungjawab, peduli, jujur, berani dan menjadi warganegara yang baik. Nilai-nilai ini diimplementasikan dalam keseharian di rumah, sekolha, masyarakat akan membentuk prilaku karakter.Perlu diketahui karakter individu atau komunal dibangun atas dua apek; Pertama, Otonomi yang merumuskan pada proses pendidikan karakter melalui pengjaran, pembiasaan, pemotivasian dan penegakan aturan. Kedua, Heteronomi, usaha dan hasil dari proses di luar pendidikan (lingkungan) yang meliputi adanya penegakan hukum, keadilan, sosial ekonomi, peneladanan pemimpin, dan norma.“Untuk itu, pendidikan karakter pada diri siswa merupakan aspek otonomi. Namun, aspek otonomi sebagai usaha dan hasil dari pendidikan karakter tidak akan berkontribusi positif dan signifikan pada pendidikan karakter bangsa. jika aspek hetereonominya rapuh atau saling bertentangan” paparnyaMenjawab pertanyaan perbedaan antara nilai dengan karakter, ia menururkan nilai itu esensi dan jadi barometer. Sedangkan karakter itu sifat, watak yang melekat.Ia berharap “Mudah-mudahan pendidikan karakter berbasis islam ini menjadi perilaku dan kepribadian yang baik untuk membangun karakter bangsa yang dapat menunjang peradaban isalm yang lebih baik” tegasnyaPeraih Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude ini, Nanat memberikan penghargaan dan gelar kepadanya, “Kami atas nama Tim Penguji mengucapkan selamat kepada Aan Hasanah atas Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude diberikan kepadanya segala gelar untuk dipakai sebagaimana mestinya” pungkasnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mengelar Ujian Promosi Doktor terbuka atas nama Aan Hasanah dengan judul disertasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam (Studi atas Konsep dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa) yang dipromotori oleh Ahmad Tafsir (Ketua), Afif Muhammad dan Dadang Kahmad (Anggota) di ruang Sidang Senat Universitas, gedung Al-Jamiah lantai II, kamis (6/10)Dihadapan Tim Penguji yang terdiri dari; Nanat Fatah Natsir, Sofyan Sauri, Dasim Budimansyah, Muhibin, Ahmad Tafsir, Afif Muhammad dan Dadang Kahmad Aan menjelaskan hasil penelitianya, pendidikan karakter berhasil islam mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan manusia dalam dimensi fisik jasmani, aspek spiritual dan intelektual. Untuk menghasilkan pribadi yang memiliki karakter beriman, bertanggungjawab, peduli, jujur, berani dan menjadi warganegara yang baik. Nilai-nilai ini diimplementasikan dalam keseharian di rumah, sekolha, masyarakat akan membentuk prilaku karakter.Perlu diketahui karakter individu atau komunal dibangun atas dua apek; Pertama, Otonomi yang merumuskan pada proses pendidikan karakter melalui pengjaran, pembiasaan, pemotivasian dan penegakan aturan. Kedua, Heteronomi, usaha dan hasil dari proses di luar pendidikan (lingkungan) yang meliputi adanya penegakan hukum, keadilan, sosial ekonomi, peneladanan pemimpin, dan norma.“Untuk itu, pendidikan karakter pada diri siswa merupakan aspek otonomi. Namun, aspek otonomi sebagai usaha dan hasil dari pendidikan karakter tidak akan berkontribusi positif dan signifikan pada pendidikan karakter bangsa. jika aspek hetereonominya rapuh atau saling bertentangan” paparnyaMenjawab pertanyaan perbedaan antara nilai dengan karakter, ia menururkan nilai itu esensi dan jadi barometer. Sedangkan karakter itu sifat, watak yang melekat.Ia berharap “Mudah-mudahan pendidikan karakter berbasis islam ini menjadi perilaku dan kepribadian yang baik untuk membangun karakter bangsa yang dapat menunjang peradaban isalm yang lebih baik” tegasnyaPeraih Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude ini, Nanat memberikan penghargaan dan gelar kepadanya, “Kami atas nama Tim Penguji mengucapkan selamat kepada Aan Hasanah atas Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude diberikan kepadanya segala gelar untuk dipakai sebagaimana mestinya” pungkasnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mengelar Ujian Promosi Doktor terbuka atas nama Aan Hasanah dengan judul disertasi Pendidikan Karakter Berbasis Islam (Studi atas Konsep dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa) yang dipromotori oleh Ahmad Tafsir (Ketua), Afif Muhammad dan Dadang Kahmad (Anggota) di ruang Sidang Senat Universitas, gedung Al-Jamiah lantai II, kamis (6/10)Dihadapan Tim Penguji yang terdiri dari; Nanat Fatah Natsir, Sofyan Sauri, Dasim Budimansyah, Muhibin, Ahmad Tafsir, Afif Muhammad dan Dadang Kahmad Aan menjelaskan hasil penelitianya, pendidikan karakter berhasil islam mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan manusia dalam dimensi fisik jasmani, aspek spiritual dan intelektual. Untuk menghasilkan pribadi yang memiliki karakter beriman, bertanggungjawab, peduli, jujur, berani dan menjadi warganegara yang baik. Nilai-nilai ini diimplementasikan dalam keseharian di rumah, sekolha, masyarakat akan membentuk prilaku karakter.Perlu diketahui karakter individu atau komunal dibangun atas dua apek; Pertama, Otonomi yang merumuskan pada proses pendidikan karakter melalui pengjaran, pembiasaan, pemotivasian dan penegakan aturan. Kedua, Heteronomi, usaha dan hasil dari proses di luar pendidikan (lingkungan) yang meliputi adanya penegakan hukum, keadilan, sosial ekonomi, peneladanan pemimpin, dan norma.“Untuk itu, pendidikan karakter pada diri siswa merupakan aspek otonomi. Namun, aspek otonomi sebagai usaha dan hasil dari pendidikan karakter tidak akan berkontribusi positif dan signifikan pada pendidikan karakter bangsa. jika aspek hetereonominya rapuh atau saling bertentangan” paparnyaMenjawab pertanyaan perbedaan antara nilai dengan karakter, ia menururkan nilai itu esensi dan jadi barometer. Sedangkan karakter itu sifat, watak yang melekat.Ia berharap “Mudah-mudahan pendidikan karakter berbasis islam ini menjadi perilaku dan kepribadian yang baik untuk membangun karakter bangsa yang dapat menunjang peradaban isalm yang lebih baik” tegasnyaPeraih Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude ini, Nanat memberikan penghargaan dan gelar kepadanya, “Kami atas nama Tim Penguji mengucapkan selamat kepada Aan Hasanah atas Doktor ke 55 dan 23 dibidang Doktor Pendidikan dengan IPK 3,73 Cum Laude diberikan kepadanya segala gelar untuk dipakai sebagaimana mestinya” pungkasnya [Ibn Ghifarie]