UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Manusia Beriman adalah Manusia Beruntung

Oleh Adeng Muchtar Ghazali

Dalam Surat Almukminun ayat 1-5, mengungkapkan sikap hidup manusia beriman. Yang dimaksud sikap hidup di sini menunjukkan pada “akhlak pergaulan” yang seharusnya dilakukan oleh orang beriman, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Orang beriman adalah orang yang telah menemukan “kesadaran dalam beragamanya”.

Inti sari yang dapat diambil dari beberapa ayat di atas merupakan Penegasan Allah, bahwa hanya manusia berimanlah  yang paling beruntung di antara manusia lainnya. Indikator manusia beriman yang beruntung itu diantaranya adalah :

1. Khusyu’ dalam melaksanakan solatnya;

2. Menjauhkan diri dari segala perbuatan dan perkataan yang tiada berguna;

3. Konsisten dalam menunaikan zakat; dan

4. Selalu ‘menjaga’ kemaluannya.

Khusyu dalam solat mengandung arti tartib dan rukun solat dilaksanakan secara benar, dan berusaha setahap demi setahap merefleksikan solat dalam kehidupan nyata : “Yakinilah, bahwa solat dapat mencegah dari perbuatan fahsya dan munkar”. Jika solat sudah mereflek dalam kehidupan nyata, maka manusia beriman pasti akan berhati-hati dalam perkataan dan perbuatannya tidak akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain, selalu ingin berbagi rizki dengan orang lain karena sadar ada hak orang lain dalam rizki yang diterimanya, serta tidak akan tergoda oleh berbagai rayuan yang mengundang nafsu dan sahwat birahinya. Wallahu a’lam