UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Manajemen Peningkatan Publikasi Ilmiah

Universitas memiliki tugas utama peningkatan SDM ilmu pengetahuan. Salah satu indikatornya ialah meningkatnya publikasi ilmiah. Untuk tujuan tersebut dibutuhkan manajemen handal.

“Manajemen publikasi berperan memastikan realisasi target publikasi. Universitas pasti punya target. Nah, manajemen bertugas merealisasikan sesuai target”, ungkap Wahyudin Darmalaksana, Kepala Puslitpen LP2M UIN SGD dalam acara Agenda Workshop Peningkatan Penelitian IAIN Madura di Batu Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/03)

Target publikasi tercantum di renstra universitas. Target dihitung berdasarkan kebutuhan dan kesiapan. Kebutuhan diukur menurut borang. Adapun kesiapan ditentukan oleh regulasi, SDM, dan financial.

Borang sendiri adalah kolom isian untuk penilaian akreditasi, baik program studi maupun institusi universitas.

Manajemen publikasi akan terdiri atas manager dan personalia terlatih. Mereka bertugas menjalankan program yang telah dicanangkan dalam perencanaan.

Program akan terdiri atas komponen-komponen utama. Setiap komponen utama memiliki komponen-komponen penopang. Tiap komponen penopang menyajikan daftar belanja dengan terperinci.

Komponen utama ditetapkan menurut kebijakan berbasis kajian dan penelitian yang telah teruji efektif. Komponen penopang bisa berlaku fleksibel dengan prinsip efisiensi.

Terkait hal di atas, sivitas universitas menempati posisi sebagai user. Atau pengguna layanan manajemen untuk sasaran penguatan kapasitas SDM publikasi ilmiah.

Manajemen akan mengemban misi pelayanan kepada user untuk cita-cita meningkatnya publikasi ilmiah. Semua pihak diarahkan memegang komitmen, taat terhadap peraturan, prosedur serta instruksi kerja yang telah ditetapkan.

Selain itu, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap kendala-kendala, inefektivitas, inefisien, dan kegagalan. Sebaliknya, keberhasilan akan menjadi model pengalaman terbaik universitas.

Tak boleh diabaikan, aspek fundamental harus dijungjung tinggi meliputi spririt, nilai, dan etis. Pun pula perlu diusung slogan yang dapat memicu adrenaline peningkatan SDM publikasi ilmiah.

“Deklarasikan, Rektor adalah pemimpin publikasi ilmiah”, tegas Wahyudin yang akrab dipanggil Yudi ini.