UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswi PMH Ikuti WIHW 2017 di Malayasia & Singapore

[www.uinsgd.ac.id] Anisa Ladhuny, mahasiswi jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester IV ikuti event World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2017 yang diadakan di Malaysia dan Singapore dari tanggal 1 sampai 11 Februari 2017. Event ini diselenggarakan oleh Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) yang disupport oleh Univeritas Gadjah Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Ihwal keikusertaan Anisa pada acara WIHW 2017 dibenarkan oleh Ketua Jurusan PMH, Ayi Yunus Rusyana menjelaskan “Alhamdulillah, tadi malam Anisa Ladhuny sudah berangkat ke KL untuk menghadiri WIHW yang diadakan di Malaysia (5 hari) dan Singapore (6 hari),” ujarnya, Rabu (1/2)    

Event WIHW ini sangat penting dan berharga, karena selama 11 hari Annisa akan bertemu dan berdialog dengan berbagai komunitas, termasuk komunitas mahasiswa di sana. “Karenanya, saya dan jurusan PMH sangat mendukung Annisa untuk mengikuti event ini, supaya mendapatkan wawasan dan pengalaman yang banyak,” terangnya

Untuk di Malaysia, Anisa akan mengunjungi dan menikmati suasana akademik yang luar biasa di University of Malaysia, berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Malaysia, “selain tentu saja selfi di Menara kembar Petronas, sambil minum teh tarik dan mencicipi nasi lemak,” jelasnya. 

Pengalaman di Singapore tentu akan lebih dahsyat lagi. National Univeristy of Singapore (NUS), salah satu kampus terbaik di dunia, menjadi tempat beberapa acara WIHW. Annisa akan ke NUS untuk berdialog dengan beberapa komunitas mahasiswa yang berasal dari berbagai negara di dunia. “Dia akan mengkampanyekan a Common Word (kalimatun sawa) yang digagas para pemimpin muslim dunia dan ditujukan kepada para pemuka agama Kristen, serta mempromosikan hidup yang damai dan harmony di Indonesia. Selain tentunya berselfie di dekat Merlion, ikon populer Singapore, patung Singa yang dari mulutnya, air memuncrat,” tegasnya.

Jika ada mahasiswa yang bermimpi berkunjung ke negara-negara Eropa, Amerika, Singapore bisa dijadikan pemanasan. Sistem transportasi massal yang sangat aman dan nyaman, western social culture, bahasa, kedisiplinannya, semuanya hampir mirip. Biaya hidupnya juga cukup tinggi, dengan mata uang dollar singapore, 1$ = Rp. 9.500. Karenanya, Singapore memang cocok untuk dikunjungi dalam waktu sebentar saja. “Kalau mau hidup lebih lama, saya lebih memilih di Singaparna,” tambahnya.

Kajur PMH berharap semoga Annisa bisa mengambil banyak hikmah dari event ini, dan dapat menunjukkan kalau mahasiswa PMH itu berwawasan global, mencintai perdamaian, toleran, menghargai perbedaan, disiplin, tawadhu, dan santun. “Mari kita doakan semoga Annisa diberi kelancaran dan kesehatan selama mengikuti event WIHW ini. Kami insya Allah akan support mahasiswa yang ikut event kompetitif, supaya visi menjadi unggul dan kompetitif terwujud,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]