UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa Ushuluddin Itu Pembela Sunnah

[www.uinsgd.ac.id] Sebagaimana Imam Syafii yang digelari Naashirussunah atau pembela Hadis, Mahasiswa Ilmu Hadis juga harus bisa memerankan peran itu. Peran Pembela di sini tentu berbeda dengan Zaman Imam Syafii. Pembela Sunnah di abad ini bisa dilakukan melalui upaya yang seperti dilakukan oleh Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, MA, dengan membuat digitalisasi Hadis. Dengan adanya Hadis Digital, orang tidak perlu lagi membuka Kitab Hadis yang tebal dan berjilid-jilid, cukup dengan membukanya melalui komputer atau Handphone.

Peran serupa juga dimiliki oleh para Mahasiswa Ushuluddin terutama jurusan Ilmu Hadis. Dalam Acara Pelatihan Digitalisasi Al-Quran dan Hadis, Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. H. Rosihon anwar mengatakan, “Imam Syafii digelari Naashirussunah atau Pembela Hadis, Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, MA mempunyai misi yang sama [menjaga –Red] yaitu pemeliharaan hadis, namun beda gaya, yaitu dengan digitalisasi. Melalui pelatihan Digitalisasi mahasiswa juga bisa memerankan peran serupa yaitu sebagai Pembela Sunnah”.

Pernyataan Dekan Fakultas Ushuluddin tesebut bahwa mahasiswa merupakan pembela Sunnah tidak mustahil. Mahasiswa bisa ikut berperan melalui Digitalisasi Hadis, agar hadis bisa hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai aplikasi hasil dari digitalisasi. “Mengingat para ahli hadis merupakan manusia yang mempunyai batas dalam menjaga hadis, maka mahasiswa dituntut untuk mengisi keterbatas tersebut, tugas Mahasiswa Ilmu Hadis sangat Mulia. Memelihara Hadis Pembela Sunnah.”, papar Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. [Busro]