UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa UIN SGD Bandung Raih Apresiasi dari CEDeS Indonesia

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak tiga mahasiswa terpilih dan mendapat apresiasi dari CEDeS Indonesia. Ketiga mahasiswa yang terpilih sebagai pembuat proposal terbaik, yakni pertama, Nur Anisa dengan jenis usaha “es krim sayur”, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai terbaik pertama. Selanjutnya Tri Yudistria dengan jenis usaha “kelinci hias” mahasiswa UIN Syahid Jakarta sebagai terbaik kedua. Ketiga, Nisa Gumati dengan “es Kuwut Bali” mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai terbaik ketiga.

“Ketiga produk terbaik tersebut dipresentasikan secara singkat pada acara Gathering-Expo Wirausaha Muda Kampus (WMK) di hadapan 400 mahasiswa yang hadir pada acara tersebut,“ ujar Direktur CEDeS Indonesia Zaenul Ula, akhir pekan lalu di Jakarta. Turut hadir menyaksikan acara tersebut di antaranya Kemenpora, Bank Mandiri, CEDeS, dan Pimpinan Rektorat Universitas Al Azhar Jakarta.

Menurut Zaenul Ula, peserta yang mendapat apresiasi sebagai peserta terbaik adalah hasil seleksi dari peserta Mentoring Wirausaha Muda Kampus 2015 yang telah dilaksanakan CEDeS di tiga perguruan tinggi, yaitu UIN Jakarta, UIN Surabaya, dan UIN Bandung, pada bulan September-November 2015.

“Kami melakukan seleksi terhadap 92 proposal peserta Mentoring WMK. Terpilih masing-masing tiga terbaik dari setiap kegiatan tersebut. Seluruhnya ada 9 proposal terbaik dari setiap angkatan kegiatan Mentoring WMK, yang dilaksanakan selama dua hari setiap angkatan.

Proposal terbaik pertama, mendapat bantuan modal stimulan sebesar Lima Juta Rupiah, proposal kedua mendapat Tiga Juta Rupiah, dan terbaik ketiga mendapat Dua Juta Rupiah. Sementara untuk proposal terbaik dari masing-masing angkatan sebanyak 6 proposal, mendapat apresiasi dana masing-masing sebesar Satu Juta Rupiah.

Ditambahkan Zaenul, apresiasi dilakukan oleh CEDES untuk memberikan semangat kepada pada pemenang proposal terbaik, agar lebih kuat lagi dalam berkomitmen melakukan wirausaha yang ditekuninya. “Pada akhirnya, jika usaha tersebut memiliki prospek yang baik sebagai kegiatan bisnis menguntungkan, maka akan dilanjutkan untuk mendapat bantuan permodalan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga,” katanya.

Gerakan WMK diluncurkan pada 12 Agustus 2015 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi, memiliki tujuan untuk mendorong lahirnya wirausahan muda dari perguruan tinggi melalui program pembangunan mindset dan skill entrepreneurship mahasiswa. Kegiatan utama yang dilakukan Gerakan WMK adalah kuliah umum Wirausaha, Workshop Dosen Wirausaha, Mentoring Wirausaha, dan Apresiasi Wirausaha. (EK/Kush)

Sumber, Kastara News 27/12/2015