UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa & Lulusan PA Memiliki Tanggung Jawab Untuk Membangun Kerukunan Hidup

Kuliah Umum bersama Guru Besar menjadi salah satu program untuk meningkatkan kualitas perkuliahan dan menjaga keseimbangan khazanah keilmuan di Fakultas Ushuluddin. Salah satunya dilakukan bersama Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si yang dipandu oleh Dr. Deni Miharja, M.Ag. dengan tema “Radikalisme Agama di Indonesia.” Acara yang diikuti oleh mahasiswa semester 2 sampai 8 Perbandingan Agama (PA) merupakan program Jurusan PA dalam memperkenalkan Guru Besar PA dan memberikan wawasan kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, di Auditorium Utama UIN Bandung, Kamis (4/4)

Bagi mantan Dekan Ushuluddin ini yang menjadi pemicu radikalisme itu ada dua; Pertama, Faktor Internal yang meliputi: Amar ma’ruf nahyi munkar (Jihad), truct claim, solidaritas kelompok keagamaan, kebencian kepada suatu kelompok, mengembalikan peradaban ke masa lalu, mengafilasikan Syariat Islam di masyarakat. Kedua, Faktor eksternal yang sangat mendukung meliputi: kemiskinan, kebodohan, lingkungan hidup yang buruk, komposisi pemeluk agama dan “kurung batok”.

Berkenaan dengan maraknya aksi radikalisme dan kekerasan yang bisa mengancam kerukunan antarumat beragama, maka mahasiswa dan lulusan PA diharapkan mampu memiliki 3 potensi, yaitu kemampuan untuk  menjelaskan, meramalkan dan mengontrol kehidupan beragama yang sedang terjadi. “Inilah tugas dari mahasiswa dan lulusan PA. Dalam kajian agama-agama tidak ada yang boleh menilai benar-salah, baik-buruk, tapi apa, bagaimana dan mengapa suatu ajaran agama itu tetap ada, bertahan dan berkembang,” tegasnya.

Direktur Pascsarjana itu menambahkan “Untuk itu, bukan kapasitas saya untuk menilai seseorang atau kelompok itu dikategorikan radikal itu salah atau tidak. Akan tetapi gerakan radikal itu memang ada dan terjadi di masyarakat,” jelasnya.

“Jika  3 potensi di atas digali, dipelihara, dan terus menerus ditanamkan dalam perilaku, maka inilah karakteristik dan sekaligus menjadi kepribadian mahasiswa dan lulusan  Perbandingan Agama yang tulen, dan secara terus menerus ikut andil dan rajin melakukan dialog antaragama dalam membangun kerukunan hidup, sehingga berbagai kekerasan, radikalisme bisa berkurang,” sambungnya.

Dalam acara kuliah bersama Guru Besar ini, disertakan pula kegiatan launching website resmi Jurusan PA di laman http://www.pauinsgd.ac.id [Ibn Ghifarie]