UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa itu Harus Kreatif

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Studium Generale bersama Drs. H. Asep Mahfudin, M.Pd.I dan Hary Prabowo, S.E yang bertajuk “Pentingnya Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia yang Unggul, Kompetitif dan Berakhlakul Karimah”, di Aula Anwar Musaddad, Kamis (3/11).

Acara kuliah umum yang diikuti seluruh mahasiswa baru FAH  ini dibuka secara resmi oleh Dekan, Dr. Setia Gumilar, M.Si. Dalam sambutanya Dekan, menjelaskan kuliah umum ini sebagai salah satu cara untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. “Pentingnya bagi Perguruan Tinggi untuk mencetak SDM yang siap menghadapi kompetisi di era MEA. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan Stadium Generale ini salah satunya bertujuan untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa baru FAH”, tuturnya. 

Dalam teori motivasi dari Maslow, “Setidak ada lima hierarki kebutuhan manusia yang paling esensial, pertama, kekuatan fisik; kedua, rasa aman; ketiga, hubungan atau interaksi sosial; keempat pengahrgaan diri; dan kelima aktualisasi diri. Sejauhmana aktualisasi diri seorang individu ini akan sangat dipengaruhi oleh teori Mc. Cleland, yaitu kebutuhan akan keberhasilan atau kebutuhan untuk berprestasi,” jelasnya.

“Kebutuhan N-Ach inilah yang penting dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai dasar motivasi diri untuk meraih kesuksesan dengan menumbuhkan jiwa kemandirian,”  sambungnya.

Menurut Ketua Pelaksana, Dr. Ading Kusdiana, M.Ag., menyebutkan “kegiatan ini dilatarbelakangi untuk menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah diberlakukan. Dimana MEA memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu kompetisi antar negara-negara dikawasan ASEAN, hal ini berimplikasi pada terbukanya kompetisi antar individu lintas negara,” paparnya.

Jika mahasiswa tidak dibekali kemampuan, maka akan tertinggal. “Caranya dengan diberikan motivasi untuk siap merespon keberadaan MEA.Mudah-mudahan bisa memberikan wawasan dan diperaktikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sungguh-sungguh dalam menjalani kuliah ini,” pesanya.

Dalam menghadapi tantangan ini, kata Hary “Mahasiswa itu harus kretif dengan modal utamanya cinta. Karena dengan cinta kita akan sungguh-sungguh dalam kuliah ini,” tegasnya.

Untuk itu, wujud dari cinta sejati; pertama, adanya perhatian atau kepedulian. kedua, rela berkorban. ketiga, sepenuh hati tidak setengah-setengah. keempat, memberikan yang terbaik. kelima, selalu ada baik dalam suka maupun duka. 

Bagi Asep upaya menjadi mahasiswa sukses ini harus mendapatkan komintem secara bersama-sama. “Jadilah mahasiswa extreeem. Misalnya sahabat kita sehari mampu membaca satu buku, saya harus tiga buku,” terangnya.

“Untuk itu, ubahlah cara berpikir, sikap dan kebiasaan supaya menjadi mahasiswa all out 100% total,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]