UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa Harus Punya Tiga Kapasitas

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, melantik 6.009 mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 sebagai upaya mencetak kaum intelektual muslim yang memiliki tiga kriteria; pertama, intelektual yang handal dalam bidang yang ditekuninya, kedua, intelektual yang bermoral, ketiga, intelektual yang peka sosial pada Sidang senat Terbuka dalam rangka Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tahun Akademik 2015/2016, di Aula Multipulpose UIN SGD Bandung, Kamis (27/8).    

Dalam sambutannya Rektor menjelaskan orientasi pengenalan akdemik dan lingkungan kampus merupakan usaha awal untuk mengenalkan saudara sekalian sebagai mahasiswa terhadap keberadaan lingkungan yang akan dijadikan tempat berkiprah mendewasakan dan menerpa dirinya dengan pengetahuan. “Kampus sebagai lingkungan akademik menuntut saudara sekalian memosisikan diri sebagai makhluk intelektual yang tak pernah berhenti membangun dan mendandani diri dengan pengetahuan. Oleh sebab itu, tugas Saudara sekalian sebagai mahasiswa adalah bergulat dengan pengetahuan,” tegasnya.

Kampus UIN SGD Bandung menyediakan sarana suprastruktur berupa sistem akademik, “yang bertujuan untuk mencetak kaum intelektual Muslim yang memiliki tiga kriteria. Pertama, intelektual yang handal dalam bidang yang ditekuninya, sehingga tidak menjadi sarjana setengah matang (asal-asalan). Kedua, intelektual yang bermoral, yaitu para sarjana yang bukan sekadar berpengetahuan melainkan menyandang etika luhur yang sesuai dengan kaidah-kaidah agama dan sosial. Ketiga, intelektual yang peka sosial, yaitu sarjana yang memiliki keinginan untuk berkontribusi positif bagi kehidupan masyarakat, bukan menjadi beban masyarakat,” paparnya.

Kegiatan orientasi pengenalan kampus  bukan sekadar rutinitas biasa atau sekadar tradisi tanpa tujuan. Kegiatan ini harus bermakna dan bermanfaat bagi para civitas akademika UIN SGD Bandung, terutama mahasiswa baru. “Melalui kegiatan OPAK ini para mahasiswa baru harus tersadarkan bahwa Kalian memilih UIN SGD Bandung dilakukan dalam keadaan sadar dan bukan keterpaksaan. Kampus UIN SGD Bandung menyediakan ruang kesuksesan bagi Saudara yang menyiapkan diri untuk sukses, yaitu melalui ketekunan, keseriusan, dan bertarget. Nabi Muhammad menyebutkan, Allah mencintai seorang hamba yang bila mengerjakan sesuatu dilakukannya secara serius,” jelasnya.

Makna dari ketekunan adalah Saudara mesti belajar secara sadar dan menikmati ilmu yang dipelajari. “Kalian yang belajar ilmu pendidikan Islam, sebagai contoh, harus sadar bahwa Saudara sedang belajar ilmu pendidikan Islam dan harus menikmatinya. Tidak diharapkan Saudara yang mengambil bidang pendidikan Islam, umpamanya, lalu membayangkan sedang belajar ilmu pertanian. Juga sebaliknya, jangan sampai terjadi mahasiswa yang memilih program studi pertanian membayangkan dan memosisikan dirinya sedang belajar ilmu pendidikan Islam. Pikiran dan hati tercurah pada ilmu yang ditekuninya,” pungkasnya.

Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN SGD Bandung tahun 2015 bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Keislaman dan Keindonesiaan untuk Mewujudkan Intelektual Muda yang Berjiwa Agamis dan Nasionalis ” dilaksanaan pada tanggal 27–29 Agustus 2015 ini untuk hari pertama menghadirkan Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR dalam rangka memberikan ceramah umum tentang “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan”. [Humas UIN SGD Bandung]