UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Entrepreneur

[www.uinsgd.ac.id] Untuk membekali mahasiswa supaya memiliki jiwa kewirausahaan sejak kuliah, maka Jurusan Perbandingan Agama (PA) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung menggelar Pelatihan Motivasi Entrepreneur dengan menghadirkan narasumber : Sucipto, SE. (Royal Crown Ambassador), dr. Nila Farahdiba Daulay, SCA. GLC (Royal Crown Ambassador) dipandu oleh Raden Roro Sri Rejeki Waluya Jati, M.A (Sekjur PA) yang dibuka Wakil Dekan I, H. Mulyana, Lc., M.Ag di Aula FU, Rabu (7/10).

Dalam sambutannya Wadek I menjelaskan ini merupakan salah satu usaha untuk menyiapkan dan memupuk kreativitas mahasiswa dalam bidang wirausaha, sehingga terbiasa ketika menyelesaikan masalah itu mampu melihat peluang guna menciptakan usaha. “Sejak kuliah, mereka terbiasa melihat peluang untuk berbisnis, sehingga setelah lulus diharapkan tidak susah mencari pekerjaan yang hanya mengandalkan ijazah untuk menjadi PNS semata. Akan tetapi dengan adanya pelatihan ini diharapkan lulusan Ushuluddin Adab bisa memiliki jiwa entrepreneur,” optimisnya.   

Dengan memiliki jiwa entrepreneur ini, “Tentunya bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Mudah-mudahan dengan adanya pembicara dari Pa Sucipto, dan Bu Nila Farahdiba Daulay ini kita dapat mengambil pelajaran berharga dari keduanya mengenai cara-cara sukses dalam wirausaha dan bisnis. “Saya berharap pelatihan ini bisa memberikan wawasan dan menjadi bekal untuk mahasiswa yang ingin menjadi seorang entrepreneur hebat,” tegasnya.

Bagi Ketua Jurusan PA, Dr. Deni Miharja menuturkan dengan adanya pelatihan ini diharapkan terbentuk komunitas wirausaha di kalangan mahasiswanya agar mereka mandiri, tidak ketergantungan menjadi PNS. “Tentunya tidak sekadar teori dalam mata kuliah Wirausaha atau pelatihan-pelatihan, tetapi menuntut segera dipraktekan. Apalagi dalam kesempatan ini kami mengundang alumni PA yang sudah mapan dan sukses untuk berbagai cara dan memberikan peluang usaha bagi adik-adiknya,” ujarnya.

Kajur berkeyakinan ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan wirausaha mahasiswa ini. Mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang kewirausahaan agar tercipta kader pengusaha muda yang berpotensi, tidak ketergantungan pada orangtua, dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. “Mudah-mudahan pelatihan ini mampu memotivasi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur agar mampu bersaing setelah lulus kuliah nanti,” harapnya.  

Menurut Sucipto modal utama pembisnis itu; pertama, ketekunan, keuletan. kedua, people skill yang perlu terus dilatih dan ditingkatkan. ketiga, semangat untuk membatu orang, bukan mengharapkan imbalan. Sekecil apa pun bantulah orang lain itu dengan apa yang kita miliki. keempat, bangun impian yang dimulai dengan enargi positif dan selalu berfikir positif terhadap orang lain,” terangnya.

Ihwal kiat kitu untuk menjadi pembisnis, Sucipto berpesan “Semua orang bisa menjadi pembisnis asalkan mililiki mental yang tangguh, pantang menyerah, kerja keras dan menebar kebaikan,” pungkasnya. [Humas UIN SGD Bandung]