UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahasiswa FISIP UIN Kritisi Program Wali Kota Bandung

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengkritisi sejumlah kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat Studium General bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung, Kamis (12/12).

Dalam acara bertema: “Kebijakan Politik Kota Bandung Dalam Mewujudkan Bandung Juara” ini, sejumlah mahasiswa yang sudah mengadakan penelitian terkait program kerja Wali Kota Bandung angkat bicara. Mereka mengkritisi beberapa kebijakan dan realisasi program yang digagas Wali Kota Bandung guna mewujudkan Bandung Juara.

Di antaranya, mahasiswa Prodi Ilmu Politik Rian Alsidik Mutaqin. Mahasiswa yang meneliti seputar pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari beberapa titik ke Gedebage ini mempertanyakan antisipasi yang akan dilakukan sebagai dampak ikutan bila program tersebut dilaksanakan.

Pertama, kata Rian, kuota yang disediakan hanya 150 tempat sebagaimana yang diungkapkan Satpol PP. Lantas, bagaimana bila PKL membludak mengingat Stadion BLA (Bandung Lautan Api, red) yang hampir rampung. Kedua, dampaknya ikutan yang mungkin terjadi, seperti bertambahnya volume sampah, yang akan mengakibatkan terjadi banjir.

Sementara terkait kemacetan lalu lintas, Gilang Prasetya menyarankan untuk diadakannya program pemisahan jam awal dan akhir aktivitas. Ia mencontohkan jam kerja, sekolah, dan kuliah. Ini penting  agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di waktu yang sama, baik saat berangkat maupun pulang.

Menjawab kritik dan saran mahasiswa mahasiswa,  Wali Kota Bandung yang dalam acara tersebut diwakili Dinas Pendidikan Kota Bandung, Karma menyambut baik. “Saya mengapresiasi semua kritik dan saran dari para mahasiswa,” tandasnya.

Akan lebih baik lagi, tambahnya, bila tanggapan-tanggapan yang sudah disampaikan dibuat semacam laporan, agar dapat dibaca langsung Bapak Wali Kota Bandung. “Atau bisa diagendakan untuk datang langsung ke Gedung Wali Kota agar bisa langsung berdiskusi,” tutupnya. [Ratih Prastika]