UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Mahapeka Goes to Earth

[www.uinsgd.ac.id] Berupaya menambah ruang terbuka hijau dan cadangan oksigen, digelarlah aksi menanam 5000 pohon  di kaki Gunung Manglayang Kampung Ciporeat, Kel. Ciporeat, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung. Hal itu dilakukan untuk mencegah bencana banjir dan longsor di musim hujan dan memanen air untuk menjaga musim kemarau dari kekeringan.

Penanaman pohon dilakukan oleh Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (Mahapeka) UIN SGD Bandung bersama masyarakat setempat, HKTI Kec Cilengkrang serta aparat Desa Ciporeat. 

Tema yang diusung yakni ” Mahapeka Goes to Earth : Mari menanam pohon untuk bumi kita lebih baik,”. Mahapeka ingin mengkampanyekan gemar menanam pohon kepada seluruh mahasiswa kampus UIN SGD Bandung sekaligus sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat.

Ketua pelaksana Mahapeka Goes to Earth, Donny Iqbal mengatakan, penaman pohon menjadi komitmen Mahapeka sebagai penggiat lingkungan untuk terus berperan aktif menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

” Wilayah Gunung Manglayang dipilih karena masih banyak lahan yang gundul dan kritis. Selain itu apabila penanaman pohon dilakukan secara optimal dan berkesinambungan maka kontribusi menjaga kelesatarian lingkungan dapat ditercapai meskipun bertahap,” katanya

Aksi penanaman pohon merupakan hal sederhana yang bisa dilakuakan oleh semua orang mengingat begitu pentingnya manfaat sebuah pohon untuk kehidupan.

” kampanye gemar menanam pohon ini harus terus ditularkan kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa agar menyadari bahwa aspek lingkungan tidak bisa ditinggal dari kehidupan bermasyarakat. Sebab, jika lingkungan sehat dan nyaman sudah pasti masyarakatnya pun akan sehat dan kuat,” tuturnya.

dia menamabahkan kegiatan ini meningkatkan kepedulian masyarakat untuk terus menanam pohon. Semakin banyak pohon yang ditanam bisa mengurangi pemanasan global, polusi dan efek rumah kaca.

” Kawasan Bandung dengan aktivitas yang begitu padat banyak CO2 (karbon dioksida) yang terdepat di udara. Sehingga ketika banyak pohon nantinya akan diserap dan fungsi Akar pohon juga bisa mengikat air sehingga tidak langsung melimpas dan menjadi tabungan air di musim kemarau,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan Tokoh masyarkat Desa Ciporeat, Enjang Juju. Masyarakat terbantu dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini. Dia berharap penanaman pohon ini bisa terus berjalan tidak hanya sampai disini tetapi bisa berkelanjutan.

” kami sangat mengapresiasi kegiatan menanam pohon yang mengajak kerjasama warga dan mahasiswa. tentu kami sangat terbantu sekali. Dan mari kita bersama – sama terus berkomitmen memperbaiki lingkungan agar lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kadiv Humas Himpunan Kerukunan Tani Indoesia (HKTI) Kab Bandung, Diki menuturkan kegiatan penanam pohon merupakan hal positif.

” Sudah sejak lama kami ingin mengajak mahasiwa untuk ikut terlibat dan peduli terhadap hal seperti ini. kami berharap unsur yang dilibatkan dalam penanaman 5000 bisa bermanfaat,” pungkasnya.[]