UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Ma’had Aljami’ah UIN SGD Bandung Menerima Santri Baru

UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen memperkuat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menciptakan lulusan yang unggul dan kompetitif. Salah satu upayanya yakni menyelenggarakan ma’had aljami’ah (pesantren kampus) sejak tahun 2015 yang dikhususkan bagi mahasiswa UIN SGD Bandung, terutama mahasiswa baru.

Kini Ma’had Aljami’ah UIN SGD Bandung membuka pendaftaran mahasiswa (santri) baru tahun akademik 2019/2020. Pendaftaran gelombang I dimulai 23 Maret 2019 sampai 29 Mei 2019. Sedangkan gelombang II mualai 2 Juni 2019 sampai 13 Agustus 2019.

“Pesantren kampus merupakan wahana pembinaan mahasiswa dalam pengembangan ilmu keagamaan dan kebahasaan. Tujuannya, menanamkan dan melestarikan tradisi spiritualitas keagamaan yang merupakan subsistem akademik dan pembinaan mahasiswa dalam rangka pelaksanaan visi dan misi pendidikan tinggi Islam,” ujar Kabid Administrasi dan Keuangan Ma’had Aljami’ah, Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., kepada galamedianews.com di ma’had aljami’ah, Kampus I, Jalan A. H. Nasution No 105. Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Minggu (12/05/2019)

Secara historis, lanjut Teti, pesantren kampus merupakan pelembagaan tradisi ke dalam kampus perguruan tinggi agama Islam (PTAI). Oleh sebab itu, ma’had aljam’iah berupaya merefleksikan nilai-nilai kepesantrenan, mentrafnsformasikan keilmuan dan pengalaman tradisi keislaman, dan menjadi model pendidikan khas Indonesia karena muncul dan berkembang dari pengalaman sosilogis masyarakat lingkungannya.

“Ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan di ma’had aljami’ah bersumber dari khazanah intelektual klasik untuk mendorong sikap intelektual yang berpegang teguh kepada tradisi-tradisi Islam yang kaya,” ungkap Teti.

Menurutnya, ma’had aljam’iah yang didirikan berdasarkan SK Rektor UIN SGD Bandung No. Un.05/II.2/KP.07.6/308/2015 ini memiliki visi menjadikan UIN SGD Bandung sebagai perguruan tinggi yang unggul dan kompetitf serta mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum berdasarkan paradigma wahyu memandu ilmu. Sedangkan misinya, yakni menyiapkan generasi ulul albab yang mampu memadukan zikir dan pikir; memiliki kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual; dan menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, sosial, budaya, dan seni.

Teti menerangkan, ada beberapa aktivitas yang dilakukan para santri din pesantren kampus ini, yakni pembelajaran bahasa Arab (2 kali sepekan), pembelajaran bahasa Inggris (2 kali sepekan), pengajian Kitab Turats (satu kali sepekan), up-grading (motivasi dan hospitalitas satu kali sepekan), public speaking (satu kali sepekan), ekstrakurikuler (satu kali sepekan), khotmul Quran (satu kali sebulan), pembinaan dan pengasuhan, dan capacity building.

Prestasi santri

Sejak berdiri, para santri ma’had aljami’ah telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya Juara Pidato Bahasa Inggris di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Siti Kasmila); Finalis Da’i Muda Pilihan ANTV, (Tsani Liziah), Juara MFQ Tingkat Kabupaten Bandung Barat (Dena), Harapan 2 MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat (Kokom Komariah), Harapan 3 Fahmil Quran Tingkat Provinsi Jawa Barat (Nina Nursari), Juara Tahfidz Tingkat Fakultas Sains dan Teknologi (Gina Nur Amalia), dan Juara Lomba Baca Puisi Tingkat UIN SGD Bandung (Tika Mustika).

“Prestasi terbaru, santri kami meraih juara pada Seleksi Tilawah Quran dan Hadis tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019 yang dilaksanakan di Kompleks Pusdai dari tanggal 28 April-3 Mei. Rizki Abdul Rozak, peringkat 3 untuk cabang Hapalan Hadis dan Vida sebagai runner-up cabang Hifzhul Hadits kategori 500 hadis tanpa sanad,” tutur Teti.

Setiap santri baru yang memilih pesantren kampus sebagai pondoknya, imbuh Teti, dikenakan biaya pembinaan sebesar Rp 2,8 juta. Selanjutnya, para santri baru akan masuk pondok pada 26 Agustus 2019 dan akan mengikuti placement test 28 Agustus 2019.

Dijelaskannya pengelola ma’had aljami’ah ini terdiri atas : Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. (Rektor UIN SGD Bandung), Dr. Yayan Rahtikawati, M.Ag. (Syekh Ma’had Aljami’ah), Dr. H. Badruzzaman M. Yunus, M.A. (Direktur Ma’had Aljami’ah), H. Wawan Setiawan Abdillah, M.Ag. (Kabid Pengasuhan), Ajang Jamjam, M.Ag. (Kabid Bahasa Arab), Amung Ahmad Syahir, M.Ag. (Kabid Bahasa Inggris), Dr. Hj. Teti Ratnasih M.Ag., C.Ht. (Kabid Administrasi dan Keuangan), dan staf : Husnul Khair P., M.Ag., Ahmad Zaeni Dahlan, M.Pd., Muttasiah Fuadah, S.H., dan Mulyana, S.Sos. (Nana Sukmana, Endan Suhendra)


Sumber, Galamedia News 13 Mei 2019