UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Ma’had Al-Jamiah Siap Cetak Santri Ala UIN SGD Bandung

[www.uinsgd.ac.id] Direktur Ma’had Al-Jami’ah, Dr.H. Izzuddin Musthafa,. MA melantik 114 Santri Putri angkatan II  dalam prosesi Wisuda dan pemberian ijazah (Haflah Takhrij) di Gedung Ma’had Al-Jami’ah, Sabtu (16/6).

Dalam sambutanya mengucapkan “Selamat kepada 114 Santri Mah’ad yang dilantik pada wisuda hari ini dan diberikan kepadanya ijazah sebagai tanda lulus dari Ma’had,” paparnya.

Perlu diketahui keinginan pengelola yang mendapatkan respon baik dari orang tua santri. “Dalam pengelolaannya Ma’had ini tidak cukup satu tahun, tapi berhubung aturan mainnya satu tahun. Jadi harus diikuti. Mudah-mudahan untuk ke depanya segala antusias dan respon dari orang tua atau wali santri untuk menitipkan santrinya kepada Ma’had bisa lama. Untuk itu, mohon doanya dari semua,” jelasnya.

Jika pejabat Kampus berusaha menciptakan mahasiswa dan lulusan UIN SGD Bandung menguasai keempat platform dasar; Pertama, Kecakapan Bahasa Arab-Inggris. Kedua, Menguasai komputer. Ketiga, Tahfidz Al-Quran minimal zuj 30. Keempat, Menguasai kitab kuning untuk tambahan pada Fakultas Agama.

Di lingkungan Ma’had “Perlu diketahui keempat potensi dasar itu sudah dibiasakan dengan dukungan lingkungan yang memadai. Komunikasi antar santri, pengelola selalu menggunakan bahasa Arab-Inggis. Secara khusus belajar bahasa Arab 3x seminggu dan bahasa Inggris 2x seminggu. Untuk Musrifah dan santri kita belajar Kitab Turats, salah satunya Ta’lim Muta’alim. Tentunya, belajar menguasai komputer,” tambahnya.

Ia berharap, “Segala kegiatan yang baik di Ma’had seperti Shalat berjamaah, Tahajud, Puasa Senin-Kemis jangan ditinggalkan, tetapi harus diteruskan di mana pun berada. Untuk itu, kami atas nama pengelola mengucapkan selamat dan bahagia.Mudah-mudahan besok bisa berkumpul lagi,” pesannya.

Pada acara Haflah Takhrij dibacakan Tiga santri Ma’had yang meraih yudisium Mumtaz, diantaranya; Pertama, Eva Meidi Kulsum, Fakultas Adab dan Humaniora jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) asal dari kota Cianjur. Kedua, Risda Davila Fitriani Fakultas Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) asal dari kota Bandung. Ketiga, Sella Andriyani, Fakultas Adab dan Humaniora jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) asal dari kota Cirebon, seperti yang dibacakan Dr.H.Dindin Jamaluddin, M.Ag, Kabid Akademik & Perencanaan.

Dindin optimis dengan adanya Ma’had ini “Kita siap mencetak santri model UIN SGD Bandung yang bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lain dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di lingkungan kampus karena lulusanya telah membuktikan menguasai 4 potensi dasar, seperti yang diinginkan oleh Rektor yang sudah diterapkan, dibiasakan dan berjalan selama di Ma’had. Meskipun hanya 1 tahun di asramakanya,”  pungkasnya. [Ibn Ghifarie]