UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Ma’had Al-Jami’ah Luluskan 350 Santri

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si didampingi Direktur Ma’had al-Jamiah, Dr. H. Badruzzaman M. Yunus, M.A. melantik 350 santri putra dan putri dalam prosesi Wisuda dan pemberian Ijazah (Haflah Takhrij) yang digelar di gedung Anwar Musadda, Ahad (19/05/19).

Dalam sambutanya Rektor mengucapkan “Selamat kepada 350 Santri Mah’ad terdiri dari 76 mahasantri putra dan 274 mahasantri putri yang dilantik pada wisuda hari ini dan diberikan kepadanya ijazah sebagai tanda lulus dari Ma’had,” tegasnya.

Perlu diketahui keinginan pengelola yang mendapatkan respon baik dari orang tua santri. “Dalam pengelolaannya Ma’had ini tidak cukup satu tahun, tapi berhubung aturan mainnya satu tahun. Jadi harus diikuti. Mudah-mudahan untuk ke depanya segala antusias dan respon dari orang

tua atau wali santri untuk menitipkan santrinya kepada Ma’had bisa lama. Untuk itu, mohon doanya dari semua,” jelasnya.

Jika pejabat Kampus berusaha menciptakan mahasiswa dan lulusan UIN SGD Bandung menguasai keempat platform dasar; Pertama, Kecakapan Bahasa Arab-Inggris. Kedua, Menguasai komputer. Ketiga, Tahfidz Al-Quran minimal zuj 30. Keempat, Menguasai kitab kuning untuk tambahan pada Fakultas Agama.

Rektor mengingatkan kepada kita semua untuk tetap istihomah dalam menjalankan segala amalan dan kebaikan yang telah ditanamkan dan diajarkan selama di Ma’had. “Mudah-mudahan kita berusaha istiqomah terhadap segala kebaikan, amalan dan perintah Tuhan yang telah dibiasakan di Ma’had” pesannya

Dengan adanya bekal yang telah diajarkan “Semoga kita bisa hidup mandiri, bersaing di tengah-tengah kehidupan karena telah mendapatkan bekal ilmu dari kakak-kakak dan guru yang menjadi suritauladan bagi kami,” paparnya

Dr. H. Badruzzaman M. Yunus, M.A. berkeyakinan Ma’had Al-Jamiah itu tetap melestarikan tradisi Pesantren. “Perlu diketahui secara bersama bahwa Ma’had Al-Jami’ah itu tetap melestarikan tradisi Pesantren dalam hal belajar ikhlas dan mencari ilmu” ungkapnya

Ia menjelaskan “Kedua tradisi itu sangat melakat di pengelola yang terus menerus mencoba belajar ikhlas dan santri yang terus berusaha belajar mencari ilmu. Kedua mental ini yang jarang dimiliki kita” tegasnya

“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini bisa tetap menjaga sikap dan berusaha menularkannya kepada orang lain di mana pun kita berada. Untuk itu, selamat berpisah kepada santri Ma’had. Akan tetapi Ma’had akan terbuka bagi santri untuk menjaga silaturahmi,” pesannya

Pada acara Haflah Takhrij dibacakan Lima Santri Ma’had yang meraih yudisium Mumtaz, untuk kategori mahasantri putra diberikan kepada Aswar Fauzan Ahmad dari bekasi dan mahasantri putri kepada Salwa Nabila Nurhabibah dari Bogor.

Dr. H. Badruzzaman M. Yunus, M.A. optimis dengan adanya Ma’had ini “Kita siap mencetak santri model UIN SGD Bandung yang bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lain dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di lingkungan kampus karena lulusanya telah membuktikan menguasai 4 potensi dasar, seperti yang diinginkan oleh Rektor yang sudah diterapkan, dibiasakan dan berjalan selama di Ma’had. Meskipun hanya 1 tahun di asramakanya,” pungkasnya.