UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

LPM Gelar Percepatan Guru Besar & Sosialisasi Akreditasi

[www.uinsgd.ac.id] Dalam rangka mencapai visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung “Menjadi Universitas Islam Negeri yang unggul dan kompetitif berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah di ASEAN tahun 2025”, maka Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar kegiatan Program Percepatan Guru Besar dan Sosialisasi Akreditasi Institusi/Program Studi bersama Leni Sophia Heliani, Ph.D., (Kepala Bagian Penjaminan Mutu Pendidikan UGM) dengan menggunakan standarisasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA), bertempat di gedung O. Djauharuddin AR, Rabu (15/3).

Dalam sambutanya, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT.,  mengatakan “Saya diamanati tugas dari Rektor untuk concern pada re-akreditasi Institusi/Prodi dan program percepatan Guru Besar di lingkungan UIN SGD Bandung selama dua tahun ini,” paparnya.

Menurutnya “Saat ini UIN hanya memiliki 33 Guru Besar, 275 Lektor Kepala yang harus di endorse untuk menjadi Guru Besar. Oleh karena itu, pihak rektorat dan LPM berusaha mewadahi dan memfasilitasi agar program percepatan guru besar tersebut dapat segera direalisasikan,” tegasnya.

Diakuinya, “Saat ini kita kesulitan dalam hal publikasi ilmiah. Oleh karena itu perlu ada upaya endorsement untuk mempercepat program tersebut”, tuturnya.

Bagi Kepala LPM, Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag., menuturkan kegiatan “Program percepatan Guru Besar dan akreditasi Institusi dan Prodi yang berbasiskan pada  standarisasi ASEAN AUN-QA ini sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan mencapai visi misi UIN di tahun 2025,” jelasnya.

Upaya meningkatkan penjaminan mutu, “maka Prodi yang mendapatkan akreditasi A ditingkatkan sesuai standar ASEAN AUN-QA untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat ASEAN dengan bimbingan dan arahan dari KJM UGM,” paparnya.

Sebelumnya, pihak UIN SGD Bandung mengutus Ketua LPM, Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag dan Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Dr. Ending Solehudin, M.Ag mengikuti AUN-QA Training Course for Accomplishing Programme Tier 1 dengan narasumber Mr. Johnson Ong Chee Bin, Prof. Dr. Arnulfo P. Azcarraga, Prof. Dr. Satria Bijaksana dari tanggal 28 Februari-3 Maret 2017 di Eastparc Hotel Yogyakarta. 

Pelatihan ini untuk menjadi Host dan Local Organizing Committee dalam penyelenggaraan AUN-QA Training Course Tier 1. Salah satu tujuannya supaya para peserta dapat memahami Guide to AUN-QA Assessment at Program Level dan Guide to AUN-QA Assessment at Institutional Level yang dikeluarkan oleh AUN-QA dan menerapkan standar dan kriteria-nya dalam kerangka pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).      

“Untuk percepatan Guru Besar yang diikuti oleh 14 orang itu dilakukan setiap hari rabu pukul 13.00 sampai 16.00 di gedung O. Djauharuddin AR lantai 6 dengan bimbingan dan arahan dari KJM UGM,” sambungnya.   

Leni Sophia Heliani, Ph.D., menyampaikan bahwa “pentingnya Implementasi Quality Assurance ini diberbagai lini, ditingkat Universitas sebagai lini sistemik, baik ditingkat Fakultas sebagai lini strategis, dan ditingkat Prodi yang bersifat taktis,” tegasnya.

Mengenai Visi UIN SGD Bandung yang unggul dan kompetitif berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah di ASEAN tahun 2025 ini, “bisa dicapai melalui kebijakan perencanaan yang matang dan serius, serta dalam pengelolaan SDM, funding dan realisasi kebijakan tersebut,” pesannya.

“Penjaminan mutu internal  menjadi kunci utama untuk penjaminan mutu di Perguruan Tinggi. Jika ingin mendapatkan pengakuan dan mendapatkan akreditasi dari luar, misalkan BAN-PT, ASEAN AUN-QA, maka harus memenuhi standar BAN-PT atau ASEAN AUN-QA supaya pengelolaan Universitasnya berbasis mutu,” pungkasnya. [Humas Al-Jami’ah]