UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

LP2M Luncurkan Model KKM Berbasis Prodi

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 39 kelompok dari 3.500 peserta Kuliah Kerjanyata Mahasiswa (KKM) 2016 UIN SGD Bandung yang akan dilaksanakan di Kabupaten Cianjur (Kec. Haurwangi, Ciranjang, Bojongpicung, Sukaluyu, Karangtengah, Mande dan Cikalongkulon), Purwakarta (Kec. Cibatu, Cempaka dan Pasawahan) dan Garut (Kec. Kadungora, Leles, Limbangan, Cibatu, Kersamanah, Banyuresmi dan Wanaraja) dari tanggal 9 Februari sampai 10 Maret 2016 ini dijadikan pilot project untuk mengukur kemampuan ilmu dan wawasan mereka dalam berdaya upaya pada berbagai bidang pembangunan di masyarakat.

“Ke-39 kelompok ini, pesertanya homogen, karena diambil dari masing-masing program studi (prodi). Kita coba arahkan KKM kali ini sebagian kelompoknya berbasis prodi. Mampukah mereka berkiprah dan berkecimpung di masyarakat yang heterogen?” ujar Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat  LP2M UIN SGD Bandung, Dr H Ramdani Wahyu, M.Ag, M.Si, Rabu (13/01/2016).

Meski kelompoknya homogen, namun ia yakin mahasiswa UIN SGD Bandung akan mampu beradaptasi dan berkiprah dalam berbagai bidang pembangunan di masyarakat. Kelompok mahasiswa Muamalah pada Fakultas Syariah dan Hukum, misalnya, walaupun basis keilmuannya di bidang ekonomi syariah, namun akan mampu juga mengajar di sekolah formal maupun nonformal yang biasanya menjadi garapan mahasiswa PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Kelompok berbasis prodi ini akan disisipkan pada setiap desa yang tersebar di tiga kabupaten: Cianjur, Purwakarta, dan Garut. “Kalau di satu desa ada 3 kelompok KKM, satu di antaranya ada kelompok yang berbasis prodi,” kata Dr Ramdani, seraya menjelaskan, pendaftaran KKM dibuka pada 18-23 Januari 2016 dengan sistem online melalui website resmi: htttp://lp2m.uinsgd.ac.id. Mereka akan diberangkatkan ke Cianjur pada 9 Februari 2016, Purwakarta 10 Februari, dan Garut 11 Februari. Mereka kembali ke kampus pada 10 Maret 2016.

Sementara, Ketua LP2M, Dr Munir, MA menjelaskan, 3.500 peserta KKM ini akan dibimbing oleh 96 dosen. Pemilihan lokasi KKM di ketiga kabupaten  tersebut didasarkan pada pertimbangan antara lain menyangkut kemudahan perizinan. Namun yang lebih utamanya adalah adanya permintaan dari masyarakat agar KKM di daerahnya diisi lagi oleh mahasiswa UIN SGD Bandung.

Karenanya, Dr Munir menetapkan tema KKM kali ini “Pemberdayaan dan Pencerdasan Masyarakat”.  Mahasiswa –baik kelompok homogen maupun heterogen— diharapkan bisa berdaya upaya bersama masyarakat dalam membangun daerahnya. “Tugas peserta KKM sama dengan pendampingan terhadap masyarakat, menuju kemajuan daerahnya,” tegasnya.

LP2M juga meluncurkan pointer bahan evaluasi yang harus diisi oleh peserta KKM, dosen pembibing, dan masyarakat.  Ini untuk mengukur sukses atau tidaknya kegiatan KKM.  Paling tidak LP2M bisa menemukan berbagai macam problematik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan KKM berikutnya.* [Nanang Sungkawa/Humas Al-Jamiah]