UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Language Festival Perkokoh Jati Diri UIN SGD

[www.uinsgd.ac.id] Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Asep Muhyiddin, M.Ag menyambut baik kegiatan Festival Bahasa (Language Festival) yang digelar Pusat Pengembangan Bahasa, yang bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Selain menguji kemampuan berbahasa Arab dan Inggris di kalangan mahasiswa, festival ini dapat menciptakan atmosfer akademik menuju capaian visi misi unggul dan kompetitif.

“Apa yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Bahasa sangat relevan dengan visi UIN SGD Bandung menjadi universitas unggul dan berdaya saing. Dengan dibekali kemampuan bahasa (Inggris dan Arab), lulusan kita dipastikan akan menjadi intelektual muslim, yang mampu mengatasi berbagai masalah yang ada di masyarakat,” demikian sambutan Prof Asep pada acara Language Festival, Rabu (17/10/2018).

Ia berharap semua mahasiswa memanfaatkan momentum ini. Karena, Pusat Pengembangan Bahasa bisa menerbitkan Surat Keterangan Pendamping (SKP) ijazah, yang bermafaat bagi alumni saat melamar pekerjaan. “Alumni kita tidak akan kalah oleh alumni perguruan tingi lainnya. Karena, selain dibekali pengetahuan dan keahlian, juga memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris yang mumpuni,” jelas Prof Asep.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dr H Abdul Kodir, M.Ag berharap Language Festival ini dijadikan agenda tahunan. Mengingat, Pusat Pengembangan Bahasa ini menjadi lembaga yang andal di bidang kebahasaan dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan serta memperkukuh jati diri, karakter, martabat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, guna memperkuat daya saing world class university. “Selain menyelenggarakan kursus bahasa bagi mahasiswa secara rutin, kami pun terus berinovasi dan mencari momentum melalui kegiatan khas akademik,” kata Ketua Pusat Bahasa yang akrab dipanggil Dr Koko.

Tantangan UIN SGD adalah menempatkan sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia. Maka, budaya berbahasa internasional (Arab dan Inggris) menjadi kunci menuju universitas bertaraf internasional (world class university). “Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, untuk mewujudkan harapan tersebut,” harapnya.

Sekretaris Pusat Pengembangan Bahasa UIN SGD Dr Dian, M.Ag menjelaskan, Language Festival diikuti oleh mahasiswa dari 30 Program Studi di lingkungan UIN SGD Bandung. Cabang yang difestivalkan antara lain speaking skill, pidato bahasa Inggris dan Arab, dan lomba membuat essay. “Ke depan kita berencana menyelenggarakan Festival Bahasa antar-perguruan tinggi,” ujar Dr Dian, didampingi Tenaga Administrasi Akademik Pusat Bahasa Enjang Sukmana, S.Ag.

Menyinggung tentang kursus bahasa bagi mahasiswa UIN SGD, Pusat Pengembangan Bahasa sudah menjebolkan 4.700 lulusan (tahun 2017). Mereka mendapatkan sertifikat TOAFL (tes bahasa Arab) dan TOEFL (tes bahasa Inggris), untuk persyaratan munaqosah. “Didukung dengan fasilitas lengkap dan kepiawaian instruktur yang berjumah 121 orang, kami pun mengembangkan pelatihan bahasa untuk umum,” jelasnya.

Selain itu, program baru yang sudah direalisasikan yakni Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), kini diikuti oleh 37 mahasiswa asal luar negeri. “Dalam waktu dekat akan diluncurkan juga program pelatihan Bahasa Sunda untuk mahasiswa dari luar Jawa Barat,” timpal Enjang Sukmana.(Nanang Sungkawa)