UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Laboratorium FAH Gelar Diskusi, Pahami Kebijakan Penelitian

[www.uinsgd.ac.id] Menghadapi program kegiatan Penelitian UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun Anggaran 2016 yang akan segera digelar, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) melalui Unit Laboratorium menyelenggarakan kegiatan Diskusi Dosen dengan mengambil tema “Arah dan Kebijakan Penelitian UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2016”, pada Kamis (3/3/16) bertempat di Auditorium Utama Fakultas Adab dan Humaniora.

Dr. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si., Dekan FAH dalam sambutannya dihadapan para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan dan para Dosen mengatakan bahwa melalui diskusi dosen ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen FAH agar lebih concern terhadap kegiatan akademis, disamping itu kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons dari pihak Fakultas terhadap kebijakan Penelitian yang dipandang mempunyai format yang baru dan berbeda dengan kegiatan Penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, menjadi penting untuk para dosen untuk mengetahui dan memahami arah dan kebijakan yang baru dan berbeda tersebut.

Senada dengan Dekan, Drs. Asep Supianudin, M.Ag., Ketua Laboratorium FAH, mewakili aspirasi para dosen juga merasa perlu untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai arah kebijakan Penelitian yang digawangi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) itu. Untuk menjawab hal tersebut, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan pada LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung dihadirkan sebagai Pembicara pada kegiatan diskusi sekaligus sosialisasi tersebut.

Menurut Kepala Puslit, arah kebijakan Penelitian ini dilandaskan pada Kebijakan Nasional Kementerian Agama RI yang menitik beratkan pada paradigma baru kegiatan Penelitian yang inovatif, inspiratif, pengamalan ipteks, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Sehingga sistem tata kelola Penelitian harus diarahkan pada peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing Penelitian, sebagai sasaran strategis. Peningkatan jumlah dosen/peneliti yang profesional bagi penguatan prodi, sebagai sasaran program. Dengan demikian, output dari kegiatan Penelitian tahun anggaran 2016 ini akan meningkatkan Penelitian yang bermutu dari aspek substansi, publisitas dan aksesibilitas Penelitian tersebut.

Dalam SK Dirjen Pendis Nomor 4398 tentang Pedoman Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan Penelitian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terdapat tiga kategori Penelitian: Pertama, Penelitian Reguler, kategori Penelitian ini dapat dilakukan oleh Peneliti Pemula atau Peneliti Unit Pelaksana Teknis, dimana sebanyak 25 proposal akan diterima untuk diseleksi menjadi tujuh proposal. Kedua, Penelitian Kolaboratif, yang dapat dilaksanakan oleh Peneliti Madya berbasis interdisiplin ilmu baik lintas Prodi dalam internal Fakultas maupun lintas Fakultas internal Universitas, dimana sebanyak 150 proposal akan diseleksi oleh tim reviewer menjadi 80 proposal. Dan Ketiga, Penelitian Unggulan yang dibagi 3 bagian, yaitu Penelitian Ungulan Interdisipliner, Unggulan Nasional dan Unggulan Internasional.

Saat ini Puslit telah melakukan digitalisasi sistem informasi yang memuat tentang dokumen-dokumen informasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian tahun 2016. Sehingga para dosen dapat langsung mengakses informasi melalui aplikasi smartphone QR Code Reader untuk mengunduh setiap informasi yang dibutuhkan tersebut. Selanjutnya, untuk mempertajam isue-isue kontemprer yang bisa diangkat dalam proposal penelitan pihak Puslit mengharapkan kepada Dekan untuk membentuk Dewan Penelitian atau Komisi Kode Etik yang bertugas merumuskan arah relevansi substansi penelitan yang akan menjadi icon Fakultas Adab dan Humaniora. Diakhir pembicaraannya, Dr. Wahyudin, berharap agar para dosen FAH dapat menghasilkan Icon penelitian unggulan yang bisa diterima dan menjadi rujukan dunia internasional dalam kajian ilmu humaniora. [Humas Al-Jami’ah]