UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kunjungan ICRS Yogya Ke Pascasarjana UIN SGD Bandung

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mendapatkan kunjungan dari ICRS-Yogya, Sekolah Pascasarjana UGM, Indonesian Consorsium for Religious Studies (UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UKDW) untuk International Ph.D Program in Inter-Religious Studies, Elis Zuliati Anis, Finansial Development Officer Assistand didampingi Ayi Yunus, mahasiswa ICRS dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung yang diterima langsung oleh M. Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung di ruang kerjanya, gedung Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Jabar Jln. A.H. Nasution, Senin (13/2) siangMenurut Anton, pertemuan ini membicarakan; Pertama, Silaturahmi antara ICRS Yogya dengan Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kedua, Memberikan kesempatakan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk mengikuti dan melanjutkan program International PH.D in Inter-Religious Studies bagi S3 dan program CRCS bagi S2. “Kedua program terbuka untuk umum dan mendapatkan beasiswa” tegasnyaSoal persyarata ICRS menjelaskan, Mengisi aplikasi yang telah disediakan pihak penyelenggara, IPK S2 minimal 3,4 dan skor TOEFl antara 475 dan 525. “Bagi yang belum memenuhi ketentuan TOEFL 525 diberikan kursus selama 3 bulan” paparnya“Informasi selengkapnya tentang ICRS bisa dilihat di website resmi ICRS (www.icrs.ugm.ac.id) dan CRCS UGM (crcs.ugm.ac.id)” saranyaBambang Q-Aness menambahkan “Setelah pertemuan dari Pascasarjana UIN SGD Bandung rombongan ICRS-Yogya melakukan kunjunganya ke Fakultas Ushuluddin untuk memberikan kesempatan yang sama kepada Alumni, Dosen yang ingin melanjutkan kuliah ke CRCS UGM (S2) dan ICRS (S3)” pungkasnyaAfgoni, Pembantu Dekan III Ushuluddin saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya menuturkan “Kunjungan ICRS Jogya ke Ushuluddin itu menginformasikan dan mensosialisasikan program ICRS. Ketika ditanya tentang adakah jaminan mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini mengingat dosen banyak yang mau ikutan kuliah S3?”“Jawaban dari pihak ICRS hanya mencatat masukan ini sebagai pertimbangan kepada pengelola. Namun, pada dasarnya kami menyambut baik program ini dan akan ikut mensosialisasikan kepada alumni, dosen yang mau mengikuti kuliah S3″ harapnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mendapatkan kunjungan dari ICRS-Yogya, Sekolah Pascasarjana UGM, Indonesian Consorsium for Religious Studies (UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UKDW) untuk International Ph.D Program in Inter-Religious Studies, Elis Zuliati Anis, Finansial Development Officer Assistand didampingi Ayi Yunus, mahasiswa ICRS dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung yang diterima langsung oleh M. Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung di ruang kerjanya, gedung Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Jabar Jln. A.H. Nasution, Senin (13/2) siangMenurut Anton, pertemuan ini membicarakan; Pertama, Silaturahmi antara ICRS Yogya dengan Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kedua, Memberikan kesempatakan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk mengikuti dan melanjutkan program International PH.D in Inter-Religious Studies bagi S3 dan program CRCS bagi S2. “Kedua program terbuka untuk umum dan mendapatkan beasiswa” tegasnyaSoal persyarata ICRS menjelaskan, Mengisi aplikasi yang telah disediakan pihak penyelenggara, IPK S2 minimal 3,4 dan skor TOEFl antara 475 dan 525. “Bagi yang belum memenuhi ketentuan TOEFL 525 diberikan kursus selama 3 bulan” paparnya“Informasi selengkapnya tentang ICRS bisa dilihat di website resmi ICRS (www.icrs.ugm.ac.id) dan CRCS UGM (crcs.ugm.ac.id)” saranyaBambang Q-Aness menambahkan “Setelah pertemuan dari Pascasarjana UIN SGD Bandung rombongan ICRS-Yogya melakukan kunjunganya ke Fakultas Ushuluddin untuk memberikan kesempatan yang sama kepada Alumni, Dosen yang ingin melanjutkan kuliah ke CRCS UGM (S2) dan ICRS (S3)” pungkasnyaAfgoni, Pembantu Dekan III Ushuluddin saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya menuturkan “Kunjungan ICRS Jogya ke Ushuluddin itu menginformasikan dan mensosialisasikan program ICRS. Ketika ditanya tentang adakah jaminan mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini mengingat dosen banyak yang mau ikutan kuliah S3?”“Jawaban dari pihak ICRS hanya mencatat masukan ini sebagai pertimbangan kepada pengelola. Namun, pada dasarnya kami menyambut baik program ini dan akan ikut mensosialisasikan kepada alumni, dosen yang mau mengikuti kuliah S3″ harapnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mendapatkan kunjungan dari ICRS-Yogya, Sekolah Pascasarjana UGM, Indonesian Consorsium for Religious Studies (UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UKDW) untuk International Ph.D Program in Inter-Religious Studies, Elis Zuliati Anis, Finansial Development Officer Assistand didampingi Ayi Yunus, mahasiswa ICRS dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung yang diterima langsung oleh M. Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung di ruang kerjanya, gedung Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Jabar Jln. A.H. Nasution, Senin (13/2) siangMenurut Anton, pertemuan ini membicarakan; Pertama, Silaturahmi antara ICRS Yogya dengan Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kedua, Memberikan kesempatakan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk mengikuti dan melanjutkan program International PH.D in Inter-Religious Studies bagi S3 dan program CRCS bagi S2. “Kedua program terbuka untuk umum dan mendapatkan beasiswa” tegasnyaSoal persyarata ICRS menjelaskan, Mengisi aplikasi yang telah disediakan pihak penyelenggara, IPK S2 minimal 3,4 dan skor TOEFl antara 475 dan 525. “Bagi yang belum memenuhi ketentuan TOEFL 525 diberikan kursus selama 3 bulan” paparnya“Informasi selengkapnya tentang ICRS bisa dilihat di website resmi ICRS (www.icrs.ugm.ac.id) dan CRCS UGM (crcs.ugm.ac.id)” saranyaBambang Q-Aness menambahkan “Setelah pertemuan dari Pascasarjana UIN SGD Bandung rombongan ICRS-Yogya melakukan kunjunganya ke Fakultas Ushuluddin untuk memberikan kesempatan yang sama kepada Alumni, Dosen yang ingin melanjutkan kuliah ke CRCS UGM (S2) dan ICRS (S3)” pungkasnyaAfgoni, Pembantu Dekan III Ushuluddin saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya menuturkan “Kunjungan ICRS Jogya ke Ushuluddin itu menginformasikan dan mensosialisasikan program ICRS. Ketika ditanya tentang adakah jaminan mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini mengingat dosen banyak yang mau ikutan kuliah S3?”“Jawaban dari pihak ICRS hanya mencatat masukan ini sebagai pertimbangan kepada pengelola. Namun, pada dasarnya kami menyambut baik program ini dan akan ikut mensosialisasikan kepada alumni, dosen yang mau mengikuti kuliah S3″ harapnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mendapatkan kunjungan dari ICRS-Yogya, Sekolah Pascasarjana UGM, Indonesian Consorsium for Religious Studies (UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UKDW) untuk International Ph.D Program in Inter-Religious Studies, Elis Zuliati Anis, Finansial Development Officer Assistand didampingi Ayi Yunus, mahasiswa ICRS dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung yang diterima langsung oleh M. Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung di ruang kerjanya, gedung Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Jabar Jln. A.H. Nasution, Senin (13/2) siangMenurut Anton, pertemuan ini membicarakan; Pertama, Silaturahmi antara ICRS Yogya dengan Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kedua, Memberikan kesempatakan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk mengikuti dan melanjutkan program International PH.D in Inter-Religious Studies bagi S3 dan program CRCS bagi S2. “Kedua program terbuka untuk umum dan mendapatkan beasiswa” tegasnyaSoal persyarata ICRS menjelaskan, Mengisi aplikasi yang telah disediakan pihak penyelenggara, IPK S2 minimal 3,4 dan skor TOEFl antara 475 dan 525. “Bagi yang belum memenuhi ketentuan TOEFL 525 diberikan kursus selama 3 bulan” paparnya“Informasi selengkapnya tentang ICRS bisa dilihat di website resmi ICRS (www.icrs.ugm.ac.id) dan CRCS UGM (crcs.ugm.ac.id)” saranyaBambang Q-Aness menambahkan “Setelah pertemuan dari Pascasarjana UIN SGD Bandung rombongan ICRS-Yogya melakukan kunjunganya ke Fakultas Ushuluddin untuk memberikan kesempatan yang sama kepada Alumni, Dosen yang ingin melanjutkan kuliah ke CRCS UGM (S2) dan ICRS (S3)” pungkasnyaAfgoni, Pembantu Dekan III Ushuluddin saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya menuturkan “Kunjungan ICRS Jogya ke Ushuluddin itu menginformasikan dan mensosialisasikan program ICRS. Ketika ditanya tentang adakah jaminan mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini mengingat dosen banyak yang mau ikutan kuliah S3?”“Jawaban dari pihak ICRS hanya mencatat masukan ini sebagai pertimbangan kepada pengelola. Namun, pada dasarnya kami menyambut baik program ini dan akan ikut mensosialisasikan kepada alumni, dosen yang mau mengikuti kuliah S3″ harapnya [Ibn Ghifarie]

[uinsgd.ac.id] Pascasarjana UIN SGD Bandung mendapatkan kunjungan dari ICRS-Yogya, Sekolah Pascasarjana UGM, Indonesian Consorsium for Religious Studies (UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UKDW) untuk International Ph.D Program in Inter-Religious Studies, Elis Zuliati Anis, Finansial Development Officer Assistand didampingi Ayi Yunus, mahasiswa ICRS dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung yang diterima langsung oleh M. Anton Athoillah, Asisten Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung di ruang kerjanya, gedung Lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Jabar Jln. A.H. Nasution, Senin (13/2) siangMenurut Anton, pertemuan ini membicarakan; Pertama, Silaturahmi antara ICRS Yogya dengan Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kedua, Memberikan kesempatakan kepada mahasiswa Pascasarjana untuk mengikuti dan melanjutkan program International PH.D in Inter-Religious Studies bagi S3 dan program CRCS bagi S2. “Kedua program terbuka untuk umum dan mendapatkan beasiswa” tegasnyaSoal persyarata ICRS menjelaskan, Mengisi aplikasi yang telah disediakan pihak penyelenggara, IPK S2 minimal 3,4 dan skor TOEFl antara 475 dan 525. “Bagi yang belum memenuhi ketentuan TOEFL 525 diberikan kursus selama 3 bulan” paparnya“Informasi selengkapnya tentang ICRS bisa dilihat di website resmi ICRS (www.icrs.ugm.ac.id) dan CRCS UGM (crcs.ugm.ac.id)” saranyaBambang Q-Aness menambahkan “Setelah pertemuan dari Pascasarjana UIN SGD Bandung rombongan ICRS-Yogya melakukan kunjunganya ke Fakultas Ushuluddin untuk memberikan kesempatan yang sama kepada Alumni, Dosen yang ingin melanjutkan kuliah ke CRCS UGM (S2) dan ICRS (S3)” pungkasnyaAfgoni, Pembantu Dekan III Ushuluddin saat ditemui PusInfokomp di ruang kerjanya menuturkan “Kunjungan ICRS Jogya ke Ushuluddin itu menginformasikan dan mensosialisasikan program ICRS. Ketika ditanya tentang adakah jaminan mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program ini mengingat dosen banyak yang mau ikutan kuliah S3?”“Jawaban dari pihak ICRS hanya mencatat masukan ini sebagai pertimbangan kepada pengelola. Namun, pada dasarnya kami menyambut baik program ini dan akan ikut mensosialisasikan kepada alumni, dosen yang mau mengikuti kuliah S3″ harapnya [Ibn Ghifarie]