UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kompetisi Bulu Tangkis Ajang Silaturahmi

[uinsgd.ac.id] Bulu Tangkis bisa dijadikan media untuk silaturahmi antara dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa dapat bersaing secara sehat dilapangan untuk memperebutkan piala rektor dalam kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Olahraga (GOR) UIN, 16-19 Januari. Lomba yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas” ini melibatkan 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.Utang Rosidin yang merupakan Sekertaris Pribadi Rektor dan salah satu peserta lomba turut berkomentar tentang keikutsertaan dosen dalam ajang ini. “Pertandingan ini bukan hanya kalangan mahasiswa, tapi dosen pun sangat antusias sekali. Oleh karena itu ajang ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi selain untuk meningkatkan dalam badminton, sehingga dosen dan mahasiwa tidak hanya berhubungan di kelas saja, karena olahraga juga bisa dijadikan media,” tuturnya.Menurut Bagus R. Ketua Perbama,  ajang ini memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Ketika dilapangan mereka adalah atlit yang intinya ingin memajukan bulu tangkis di UIN. Selain itu, kompetisi yang melibatkan dosen ini adalah yang pertama di UIN.Dalam Kompetisi tersebut, Pasangan Asep Supianudin dan Heri setiawan yang keduanya merupakan Dosen dari Fakultas Adab dan Humaniora keluar sebagai Juara Pertama. Namun kemenangan tersebut disikapinya dengan rendah hati ditengah pujian yang menghujaninya.“Tentunya yang namanya menang pasti bahagia, pokoknya dari awal saya niat untuk bermain baik. Yang paling berkesan adalah ketika tampil maksimal melawan pasangan yang diandalkan dan kita bisa menang disitu,” kata Asep saat ditemui usai pembagian hadiah.Pasangan lain yang menjadi juara adalah pasangan Agus Rismayadi dan Setia Gumilar dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab sebagai juara kedua, pasangan Utang Rosidin dan Asep dosen fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai juara ketiga, dan pasangan Duden saleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Sarbini Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah sebagai juara keempat.Kualitas mahasiswa ternyata masih kalah dibandingkan dosen. Hal ini terbukti dari peserta yang melenggang ke babak final berasal dari kalangan dosen. Hal ini harus dijadikan motivasi untuk mahasiswa lainnya, tambah Utang.Ajang ini ditutup oleh Pembantu Rektor II UIN SGD Bandung yang mewakili Rektor Deddy Ismatullah yang berhalangan hadir. Selain itu, diakhir acara panitia berkesempatan untuk foto bersama dengan para juara dan dosen yang turut hadir.[] Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Bulu Tangkis bisa dijadikan media untuk silaturahmi antara dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa dapat bersaing secara sehat dilapangan untuk memperebutkan piala rektor dalam kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Olahraga (GOR) UIN, 16-19 Januari. Lomba yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas” ini melibatkan 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.Utang Rosidin yang merupakan Sekertaris Pribadi Rektor dan salah satu peserta lomba turut berkomentar tentang keikutsertaan dosen dalam ajang ini. “Pertandingan ini bukan hanya kalangan mahasiswa, tapi dosen pun sangat antusias sekali. Oleh karena itu ajang ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi selain untuk meningkatkan dalam badminton, sehingga dosen dan mahasiwa tidak hanya berhubungan di kelas saja, karena olahraga juga bisa dijadikan media,” tuturnya.Menurut Bagus R. Ketua Perbama,  ajang ini memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Ketika dilapangan mereka adalah atlit yang intinya ingin memajukan bulu tangkis di UIN. Selain itu, kompetisi yang melibatkan dosen ini adalah yang pertama di UIN.Dalam Kompetisi tersebut, Pasangan Asep Supianudin dan Heri setiawan yang keduanya merupakan Dosen dari Fakultas Adab dan Humaniora keluar sebagai Juara Pertama. Namun kemenangan tersebut disikapinya dengan rendah hati ditengah pujian yang menghujaninya.“Tentunya yang namanya menang pasti bahagia, pokoknya dari awal saya niat untuk bermain baik. Yang paling berkesan adalah ketika tampil maksimal melawan pasangan yang diandalkan dan kita bisa menang disitu,” kata Asep saat ditemui usai pembagian hadiah.Pasangan lain yang menjadi juara adalah pasangan Agus Rismayadi dan Setia Gumilar dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab sebagai juara kedua, pasangan Utang Rosidin dan Asep dosen fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai juara ketiga, dan pasangan Duden saleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Sarbini Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah sebagai juara keempat.Kualitas mahasiswa ternyata masih kalah dibandingkan dosen. Hal ini terbukti dari peserta yang melenggang ke babak final berasal dari kalangan dosen. Hal ini harus dijadikan motivasi untuk mahasiswa lainnya, tambah Utang.Ajang ini ditutup oleh Pembantu Rektor II UIN SGD Bandung yang mewakili Rektor Deddy Ismatullah yang berhalangan hadir. Selain itu, diakhir acara panitia berkesempatan untuk foto bersama dengan para juara dan dosen yang turut hadir.[] Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Bulu Tangkis bisa dijadikan media untuk silaturahmi antara dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa dapat bersaing secara sehat dilapangan untuk memperebutkan piala rektor dalam kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Olahraga (GOR) UIN, 16-19 Januari. Lomba yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas” ini melibatkan 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.Utang Rosidin yang merupakan Sekertaris Pribadi Rektor dan salah satu peserta lomba turut berkomentar tentang keikutsertaan dosen dalam ajang ini. “Pertandingan ini bukan hanya kalangan mahasiswa, tapi dosen pun sangat antusias sekali. Oleh karena itu ajang ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi selain untuk meningkatkan dalam badminton, sehingga dosen dan mahasiwa tidak hanya berhubungan di kelas saja, karena olahraga juga bisa dijadikan media,” tuturnya.Menurut Bagus R. Ketua Perbama,  ajang ini memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Ketika dilapangan mereka adalah atlit yang intinya ingin memajukan bulu tangkis di UIN. Selain itu, kompetisi yang melibatkan dosen ini adalah yang pertama di UIN.Dalam Kompetisi tersebut, Pasangan Asep Supianudin dan Heri setiawan yang keduanya merupakan Dosen dari Fakultas Adab dan Humaniora keluar sebagai Juara Pertama. Namun kemenangan tersebut disikapinya dengan rendah hati ditengah pujian yang menghujaninya.“Tentunya yang namanya menang pasti bahagia, pokoknya dari awal saya niat untuk bermain baik. Yang paling berkesan adalah ketika tampil maksimal melawan pasangan yang diandalkan dan kita bisa menang disitu,” kata Asep saat ditemui usai pembagian hadiah.Pasangan lain yang menjadi juara adalah pasangan Agus Rismayadi dan Setia Gumilar dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab sebagai juara kedua, pasangan Utang Rosidin dan Asep dosen fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai juara ketiga, dan pasangan Duden saleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Sarbini Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah sebagai juara keempat.Kualitas mahasiswa ternyata masih kalah dibandingkan dosen. Hal ini terbukti dari peserta yang melenggang ke babak final berasal dari kalangan dosen. Hal ini harus dijadikan motivasi untuk mahasiswa lainnya, tambah Utang.Ajang ini ditutup oleh Pembantu Rektor II UIN SGD Bandung yang mewakili Rektor Deddy Ismatullah yang berhalangan hadir. Selain itu, diakhir acara panitia berkesempatan untuk foto bersama dengan para juara dan dosen yang turut hadir.[] Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Bulu Tangkis bisa dijadikan media untuk silaturahmi antara dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa dapat bersaing secara sehat dilapangan untuk memperebutkan piala rektor dalam kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Olahraga (GOR) UIN, 16-19 Januari. Lomba yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas” ini melibatkan 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.Utang Rosidin yang merupakan Sekertaris Pribadi Rektor dan salah satu peserta lomba turut berkomentar tentang keikutsertaan dosen dalam ajang ini. “Pertandingan ini bukan hanya kalangan mahasiswa, tapi dosen pun sangat antusias sekali. Oleh karena itu ajang ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi selain untuk meningkatkan dalam badminton, sehingga dosen dan mahasiwa tidak hanya berhubungan di kelas saja, karena olahraga juga bisa dijadikan media,” tuturnya.Menurut Bagus R. Ketua Perbama,  ajang ini memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Ketika dilapangan mereka adalah atlit yang intinya ingin memajukan bulu tangkis di UIN. Selain itu, kompetisi yang melibatkan dosen ini adalah yang pertama di UIN.Dalam Kompetisi tersebut, Pasangan Asep Supianudin dan Heri setiawan yang keduanya merupakan Dosen dari Fakultas Adab dan Humaniora keluar sebagai Juara Pertama. Namun kemenangan tersebut disikapinya dengan rendah hati ditengah pujian yang menghujaninya.“Tentunya yang namanya menang pasti bahagia, pokoknya dari awal saya niat untuk bermain baik. Yang paling berkesan adalah ketika tampil maksimal melawan pasangan yang diandalkan dan kita bisa menang disitu,” kata Asep saat ditemui usai pembagian hadiah.Pasangan lain yang menjadi juara adalah pasangan Agus Rismayadi dan Setia Gumilar dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab sebagai juara kedua, pasangan Utang Rosidin dan Asep dosen fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai juara ketiga, dan pasangan Duden saleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Sarbini Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah sebagai juara keempat.Kualitas mahasiswa ternyata masih kalah dibandingkan dosen. Hal ini terbukti dari peserta yang melenggang ke babak final berasal dari kalangan dosen. Hal ini harus dijadikan motivasi untuk mahasiswa lainnya, tambah Utang.Ajang ini ditutup oleh Pembantu Rektor II UIN SGD Bandung yang mewakili Rektor Deddy Ismatullah yang berhalangan hadir. Selain itu, diakhir acara panitia berkesempatan untuk foto bersama dengan para juara dan dosen yang turut hadir.[] Salman-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Bulu Tangkis bisa dijadikan media untuk silaturahmi antara dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa dapat bersaing secara sehat dilapangan untuk memperebutkan piala rektor dalam kompetisi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Olahraga (GOR) UIN, 16-19 Januari. Lomba yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas” ini melibatkan 33 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas.Utang Rosidin yang merupakan Sekertaris Pribadi Rektor dan salah satu peserta lomba turut berkomentar tentang keikutsertaan dosen dalam ajang ini. “Pertandingan ini bukan hanya kalangan mahasiswa, tapi dosen pun sangat antusias sekali. Oleh karena itu ajang ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi selain untuk meningkatkan dalam badminton, sehingga dosen dan mahasiwa tidak hanya berhubungan di kelas saja, karena olahraga juga bisa dijadikan media,” tuturnya.Menurut Bagus R. Ketua Perbama,  ajang ini memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen. Ketika dilapangan mereka adalah atlit yang intinya ingin memajukan bulu tangkis di UIN. Selain itu, kompetisi yang melibatkan dosen ini adalah yang pertama di UIN.Dalam Kompetisi tersebut, Pasangan Asep Supianudin dan Heri setiawan yang keduanya merupakan Dosen dari Fakultas Adab dan Humaniora keluar sebagai Juara Pertama. Namun kemenangan tersebut disikapinya dengan rendah hati ditengah pujian yang menghujaninya.“Tentunya yang namanya menang pasti bahagia, pokoknya dari awal saya niat untuk bermain baik. Yang paling berkesan adalah ketika tampil maksimal melawan pasangan yang diandalkan dan kita bisa menang disitu,” kata Asep saat ditemui usai pembagian hadiah.Pasangan lain yang menjadi juara adalah pasangan Agus Rismayadi dan Setia Gumilar dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab sebagai juara kedua, pasangan Utang Rosidin dan Asep dosen fakultas Syari’ah dan Hukum sebagai juara ketiga, dan pasangan Duden saleh mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Sarbini Pembantu Dekan II Fakultas Tarbiyah sebagai juara keempat.Kualitas mahasiswa ternyata masih kalah dibandingkan dosen. Hal ini terbukti dari peserta yang melenggang ke babak final berasal dari kalangan dosen. Hal ini harus dijadikan motivasi untuk mahasiswa lainnya, tambah Utang.Ajang ini ditutup oleh Pembantu Rektor II UIN SGD Bandung yang mewakili Rektor Deddy Ismatullah yang berhalangan hadir. Selain itu, diakhir acara panitia berkesempatan untuk foto bersama dengan para juara dan dosen yang turut hadir.[] Salman-Magang/SUAKA