UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Komisi VIII DPR RI Siap Bantu UIN SGD Bandung

Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr M Ali Taher, SH, M.Hum manaruh harapan besar kepada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung agar menjadi pusat pengembangan intelektual muslim dan penggerak peradaban Islam di Indonesia.

Harapan itu disampaikan Dr Ali dalam acara kunjungan khusus Komisi VIII DPR RI ke UIN SGD Jln AH Nasution No 105 Bandung, Senin (10/12/2018). Hadir dalam kesempatan itu perwakilan semua Fraksi yang tergabung dalam Komisi VIII, para wakil rektor UIN SGD, kepala biro, para dekan, para ketua jurusan, para kabag/kasubag, dan pejabat lain di lingkungan UIN SGD Bandung.

“UIN Bandung harus menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Insya-Allah kami bantu segala sesuatunya, termasuk dana untuk pengembangan infrastruktur dan sarana penopang proses pembelajaran,” ujar Dr Ali, yang diamini semua anggota Komisi VIII.

Komisi VIII DPR RI, yang membidangi Agama dan Sosial itu, bermitra kerja dengan Kementerian Agama. Menurut Dr Ali, Komisi VIII perlu punya strategi yang jitu untuk meningkatkan kualitas keagamaan dan pendidikan Islam. Ia akan melakukan penguatan agar DPR bersungguh-sungguh memperjuangkan anggaran untuk agama dan pendidikan, mencapai 40 persen dalam APBN.

Dr Ali dengan Komisi VIII-nya juga akan membahas perencanaan dan penggunaan Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) peruntukan UIN SGD Bandung. “Ajukan saja proposalnya, insya-Allah Komisi VIII bantu UIN Bandung,” janji Dr Ali, saat meninjau Kampus II UIN SGD yang masih memiliki lahan kosong yang cukup luas.

Rektor UIN Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si menyambut baik rencana Komisi VIII DPR RI yang mendukung pengembangan agama daan pendidikan Islam. “Niat Komisi VIII sangat relevan dengan visi misi UIN Bandung sebagai pusat pengembangan sumber daya yang unggul dan berdaya saing. Terutama tentang rencana kami yang ingin mengembangkan Rumah Tahfizh Qur’an dan Madrasah Khusnul Khotimah,” kata Rektor.

Rumah Tahfizh Qur’an yang akan melahirkan Ulama Zaman Now –yang ditandai dengan penguasaan IT— ternyata mendapat banyak dukungan; selain dari bupati/walikota dan gubernur, juga dari DPRI RI. “Kami memang punya lahan luas yang harus dikembangkan, terutama di Kampus II dan Kampus III. Sumber daya manusia sudah siap. Kami punya dosen-dosen yang berkapasitas ulama/kiai, sedangkan teknologi informasinya akan di-support oleh Fakultas Sain dan Teknologi,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih kepada Komisi VIII yang siap membantu pengembangan UIN Bandung menjadi kampus unggul dan kompetitif di kawasan Asia. “Semoga segala daya upaya kita senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, amin,” pungkas Rektor.(Nanang Sungkawa)