UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

KKN Sisdamas Padukan Riset & Pengabdian

Daftar 19-23 Januari 2017, Berangkat 7-8 Februari 2017

[www.uinsgd.ac.id] Pusat  Pengabdian kepada Masyarakat LP2M  UIN  SGD  Bandung mengharapkan kepada semua mahasiswa mampu menerapkan atau memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara multidisipliner, bagi kepentingan dan pemberdayaan masyarakat. 

“Itulah target Kuliah Kerja Nyata tahun ini. Karenanya kami namakan KKN Sisdamas (Kuliah   Kerja Nyata Mahasiswa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat).  Ini model baru dalam rangka meningkatkan interaksi,  pemahaman,  dan  kepedulian  mahasiswa  dari  berbagai  prodi dalam memberdayakan masyarakat,” kata Ketua Pusat PkM LP2M UIN SGD, Dr H Ramdani Wahyu, M.Ag, M.Si, Rabu (11/01/2017).

Dijelaskan, KKN Sisdamas   adalah   kegiatan   pembelajaran  yang memadukan penelitian dan  pengabdian  kepada  masyarakat  di  suatu  daerah  tertentu  yang  dilakukan  oleh mahasiswa, untuk turut melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat dengan prinsip pembangunan partisipatif, demokratis, dan berkelanjutan berlandaskan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Istilah KKN Sisdamas lahir setelah mempelajari beragam KKN yang ada di PErguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dari hasil  riset  Pusat  PkM  LP2M  UIN  SGD  Bandung  ke beberapa PTKIN  di  Indonesia.  “Kiata merekomendasikan agar  KKN  di UIN  SGD  Bandung  memiliki  kekhasan  dari  KKN sebelumnya.  Akhirnya kita programkan KKN  Sisdamas,” jelasnya.

Pemberdayaan atau empowerment/empowering adalah proses penguatan masyarakat  dengan   cara mendorong, menjembatani  (fasilitasi  dan  mediasi),  serta  mendampingi  (advokasi)  dalam  meraih  tujuan-tujuan yang  baik  di  masyarakat.  Dalam  konteks  agama,  perubahan  sosial  masyarakat  merupakan  misi dakwah,  pemberdayaan  umat  Islam  disebut  sebagai tamkiinu  al-Dakwah yang  memiliki  makna kekuatan,  kekuasaan,  kepedulian  dan  kemauan  yang  keras. 

Guna  merumuskan  keberdayaan  itu, hadirlah mahasiswa yang peran utamanya sebagai fasilitator dan motivator pemberdayaan dimana masyarakat  ditempatkan  sebagai  subjek  dari  pemberdayaan  itu,  sehingga  pemberdayaan  bisa berarti  kegiatan  pembangunan  yang  dilakukan  bersama-sama  masyarakat  –dari  masyarakat,  oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Pada 2017  ini, pelaksanaan  KKN  Sisdamas  berlokasi  di  Kota  Banjar,  Kabupaten  Garut,  Kabupaten  Cianjur, dan  Kabupaten Purwakarta.  Jumlah  mahasiswa  yang  akan  mengikuti  KKN Sisdamas sebanyak 4.600 orang, yang tersebar di delapan fakultas. Waktu pelaksanaan di lapangan mulai 7 Februari –  Maret 2017.

Tahapan  KKN  Sisdamas  diawali  dengan  rekrutmen  calon  DPL, survei  lokasi,  perizinan, pelatihan  calon DPL, penetapan DPL, pembekalan  peserta KKN Sisdamas, peresmian, pemberangkatan dan pelaksanaan KKN Sisdamas di lokasi. Rangkaian kegiatan yang wajib dilakukan oleh  DPL  dan  mahasiswa  di lapangan  meliputi 8 kegiatan: (1) Soswal dan RW (Sosialisasi  Awal  dan Rembug Warga), (2) Refso (Refleksi Sosial), (3) Pesos (Pemetaan   Sosial), (4) Orgamas (Pengorganisasian  Masyarakat), (5) Cantif (Perencanaan Partisipatif), (6) Sipro (Sinergi  Program), (7) Pepro  (Pelaksanaan Program), dan (7) Monev (Monitoring  Evaluasi).

Tagihan  laporan  KKN  Sisdamas  ada  dua: (1)  laporan  kelompok  hasil  pemberdayaan masyarakat  dalam  format  buku  dummy  full color, ukuran  kertas  B5,  ber-ISBN,  dosen  pembimbing selaku editor,  dibuat  rangkap  tiga.  Dan  (2)  laporan  individu  setiap  perserta  KKN  berbasis pengabdian, dengan tagihan laporan berbasis prodi (keilmuan setiap mahasiswa) minimal 1 (satu) program pengabdian, dibuat dalam format A4 sebanyak 3 rangkap.

Jadwal KKN Sisdamas:

1. Rekrutmen calon DPL (23-29 Des 2016)

2. Pendaftaran Peserta KKN (19-23 Januari 2017)

3. Pelatihan Calon DPL (18-19 Januari 2017)

4. Penetapan DPL (20 Januari 2017)

5. Pertemuan Panitia dengan DPL (23 Januari 2017)

6. Observasi DPL dan Ketua Kelompok  (25 dan 26 Januari 2017)

7. Pembekalan Peserta oleh DPL (30 Januari 2017)

8. Pemberangkatan  (Cianjur dan Purwakarta: 7 Februari 2017);  (Garut dan Banjar: 8 Februari 2017) (Nanang Sungkawa)