UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

KKN Nusantara: Mahasiswa UIN Bandung Berikan Bantuan Layanan Trauma Healing Pada Korban Gempa Maluku

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara tahun 2020 Ambon dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diikuti 28 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, terdiri dari 53 peserta dari tanggal 7 Januari-12 Februari 2020 telah berakhir.

Dua mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati, Multi Sari Dewi, mahasiswi Jurusan Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU), lalu Muhamad Ahyani, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) melaksanakan KKN di Ambon dengan memberikan bantuan layanan trauma healing pada korban Gempa Maluku.

Multi menjelaskan sebelum memberikan bantuan layanan trauma healing, mahasiswa lebih dulu diberi pembekalan KKN 3T oleh tim dari IAIN Ambon. Acara pembekalan bertempat di Aula Student Center IAIN Ambon yang diikuti oleh 52 orang mahasiswa dari dari 13 PTKIN Se-Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Raden Intan Lampung, UIN Sumatera Utara Medan, UIN Suanan Syarif Kasim Riau, IAIN Pekalongan, IAIN Metro Lampung, IAIN Kendari, IAIN Kudus, IAIN Surakarta Solo, IAIN Sultan Amal Gorontalo, IAIN Manado, IAIN Jawiyah Cot Kala Langsa Aceh, dan IAIN Ambon.

Kegiatan pembekalan itu bertema “Trauma Healing, Merajut Persuadaraan Bangsa Dalam Membangun Kemandirian Sejati”, dibuka langsung oleh Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbullah Muhammad M, M.Hum.

Dalam sambutannya rektor menyampaikan selamat datang dan berterimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dari seluruh Indonesia. Ia berpesan, “Dengan diusungnya tema tersebut semoga dapat mengembalikan para pengungsi ke tempatnya semula serta menghilangkan hoaxs yang beredar sehingga mempengaruhi percaya diri masyarakat terhadap dirinya sendiri, pemerintah dan alam,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, para peserta KKN Nusantara diberi pembekalan oleh Dr. Ismail Tuanany, M.M. tentang ”Pemetaan lokasi KKN Nusantara”.

Peserta KKN Nusantara ditempatkan di dua lokasi yaitu Dusun Ujung Batu Desa Way dan Dusun Pohon Mangga Desa Tulaihu. Lokasi tersebut merupakan tempat yang cukup parah terkena bencana gempa, banyak rumah yang hancur dan masyarakat mengungsi ke dataran tinggi, untuk menghindari Tsunami.

Dari kampus IAIN Ambon ke Desa Way ditempuh dalam waktu kurang lebih sekitar 1 jam (30 Km) dan untuk ke lokasi yang kedua yaitu Desa Tulaihu ditempur seikatar ½ jam (20 KM). Untuk lokasi KKN Nusantara itu sendiri secara wilayah bertempat di Kab. Maluku Tengah.

Pada kedua lokasi tersebut jumlah pengungsi disana paling banyak dan merupakan titik sentral ke dua terjadinya gempa yang mengakibatkan masyarakat berpindah tempat tinggal ke daerah pegunungan. “Sehingga, faktor inilah yang menjadi alasan utama kenapa diadakannya KKN Nusantara di lokasi tersebut”, jelas Ismail Tuanany.

Multi memaparkan, “Kegiatan kami awali dengan melakukan pendekatan emosional antara peserta KKN dengan Masyarakat yang dibingkai dalam acara Sosialisasi Program kerja. Selanjutnya memberikan sosialisasi Mitigasi Gempa dan penangkalan Hoax terhadap Masyarakat, karena masyarakat sering terpengaruhi dengan berita-berita yang dapat membuat trauma berlebih kepada pemikiran masyarakat,” jelasnya.

Multi menambahkan “Peserta KKN juga menghadirkan Konsep Trauma Healing JITU yaitu Taman Nusantara, yang di dalamnya melibatkan semua elemen masyarakat. Disamping kegiatan pengajaran TPQ pada anak dan remaja,” jelasnya.

Acara pamungkas digelar Gebyar Nusantara yang di dalamnya terdapat lomba rakyat, outboand, Tablig Akbar yang di tutup dengan Pentas Seni serta perpisahan antara masyarakat dengan peserta KKN.

“Banyak perubahan yang terjadi setelah hadirnya peserta KKN, masyarakat yang awalnya banyak mengungsi, menjadi berkurang dan mulai kembali kerumah masing-masing,” paparnya.

Tentu selaras dengan harapan rektor IAIN Ambon yang disampaikan saat pembukaan. “Terbentuknya remaja masjid guna menghidupakan dan memakmurkan kembali masjid karena kurang kepedulian masyarakat terhadap masjid serta menyatunya pemuda pohon mangga yang di bingkai dalam nama “APPOLO (Anak Pohon Mangga Katong Polo)”, yang terpenting kondisi masyarakat Dusun Pohon Mangga setelah datangnya Peserta KKN lebih membaik dibandingkan sebelumnya”.

Mengenai respons masyarakat dan pemerintah terhadap peserta KKN Nusantara sangat menyambut baik. Bapak Dusun Deny Fellu menyampaikan “Saya menyambut dengan senang hati dan bangga, adanya adek-adek dari KKN Nusantara yang hadir di Dusun Pohon manga, saya berharap semoga adek-adek bisa menjadi bagian dari keluarga pohon manga dan adek-adek dari sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Maka dari itu, berprilakunya sebagaimana masyarakat dan semoga adek-adek betah disini dan tetap enjoy dalam melaksnakan kegiatan sampai akhir,” ujarnya.

Dalam acara perpisahan, Bapak Dusun menyampaikan pesan dan kesan terhadap peserta KKN Nusantara. “Jika kalian sukses nanti jangan lupakan bahwa Dusun Pohon Manga pernah mengukir sejarah dalam hidup kalian dan Rumah saya terbuka selebar-lebarnya untuk kalian semua,” tandasnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Adam menceritakan, ada pesan mendalam untuk peserta KKN yang berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Multi Sari Dewi. Karena sangat mempengaruhi dalam pendekatan emosional kepada masyarakat “Jika Caca Multi sukses nanti, pintu rumah terbuka untuk kembali kesini, dan jika ada peserta KKN yang nanti datang dan bertempat tinggal di rumah Multi tolong perlakukanlah sebagaimana Masyarakat Pohon Mangga,” ujarnya.

Isak tangis dari semua masyarakat mengantarkan peserta KKN untuk kembali kelokasi. “Yang paling terkesan, kami di datangi Bapak Dusun ke lokasi training senter dengan membawa masyarakat serta durian satu mobil untuk dimakan bersama, dan dari kalangan pemuda sampai menginap dan menemani untuk mengantarkan ke bandara, ketika peserta KKN perpulangan. Dengan begitu kedatangan semua peserta KKN Nusantara khususnya, aktivis UIN Sunan Gunung Djati Bandung di lokasi diterima dengan senang hati. Alhamdulillah. Terimakasih,” pungkasnya.