UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Keterlambatan Jadwal Kuliah Fakultas Psikologi

[uinsgd.ac.id] Jadwal awal perkuliahan Fakultas Psikologi terlambat 10 hari dari Fakultas lain. Hal itu disebabkan karena adanya kekeliruan jadwal di buku kerja pihak Fakultas. Menurut Agus Abdul Rahman, M.Psi, Pembantu Dekan 1 Fakultas Psikologi, jadwal kuliah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung semester genap ini dalam surat yang diedarkan dari Aljamiah telah ditetapkan, yaitu tanggal 6 Februari sampai tanggal 26 Mei, sedangkan di dalam buku kerja lain yang dikeluarkan oleh Aljamiah, jadwal kuliah mahasiswa UIN SGD dimulai pada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei.“Surat yang diedarkan dari Aljamiah tanggal 6 Februari sampai 26 Mei. Sedangkan ada satu lagi di buku kerja yang dikeluarkan oleh Aljamiah, di situ ada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei. Kita kebetulan lihatnya memang dari buku kerja itu,” kata Agus ketika diwawancara (09/02).Agus menjelaskan kekeliruan ini diketahui setelah pihak Fakultas Psikologi membuat kalender akademik per-semester. “Ya Kalau kalender akademik dari Aljamiah kan tahunan, kita bikinnya semesteran. Tidak masalah, kewenangan dari Fakultas mau semesteran mau tahunan itu pilihan. Dari Pusat penjaminan mutu universitas juga tidak masalah. Ketahuannya setelah kita bikin kalender akademik semesteran. Kita bikin kalender akademik itu satu semester, kapan registrasi akademik, kapan terakhir ngumpulin nilai, kapan terakhir pengambilan KRS, kapan bikin KRS dan kapan kuliah umum dan sebagainya,” ujar Agus.“Pertama pertemuannya cuma 42, setelah di cek kembali baru ketahuan bahwa ada kekeliruan, di Fakultas lain tanggal 6 Februari. Saat itulah kita mulai melakukan penyesuaian, tidak mungkin kita mundur ke belakang, akhirnya hasil kesepakatan Fakultas dijadikan tanggal 16 februari karena kalender akademik untuk semester genap 2011/2012 sudah ditetapkan, salah satunya pengumpulan krs pada tanggal 8 Februari, ya gak mungkinlah masuk tanggal 6 sedangkan pengumpulan krs tanggal 8 Februari,” lanjutnya.Agus mengaku kesalahan bukan sepenuhnya pada pihak aljamiah. “Bukan kesalahan aljamiah, kesalahan kita juga ketika melihat sumber, kalau di buku kerjanya memang tanggal 16 februari, cuma setelah kita hitung. Tapi itupun udah selagi kalender akademik dikeluarkan dan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen,” tutur Agus.Agus mengatakan kekeliruan ini tidak akan menjadi masalah dan tidak akan mengurangi hak mahasiswa karena semua jadwal termasuk UTS dan UAS Fakultas Psikologi nanti juga akan diundur sesuai jadwal yang ditetapkan fakultas. “Jadwal terakhir perkuliahan tanggal 26 Mei, akan menjadi 6 Juni, tidak ada yang ditabrak jadwal. Mahasiswa tidak ada yang dirugikan, pertemuan juga tetap 16 kali pertemuan. Kecuali kalau masuknya tanggal 16 Februari berakhirnya tetap sama tanggal 26 Mei mahasiswa pasti protes, karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama yaitu 14 kali pertemuan. Jadi kita mundur menjadi tanggal 6 Juni akhir perkuliahan,” jelas Agus.Kekeliruan jadwal ini tidak merugikan, tapi malah menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang mengikuti Kuliah KerjaNyata Mahasiswa (KKM). “Bagi saya sih gak ada masalah, hak mahasiswa terpenuhi bahkan di satu sisi menguntungkan teman-teman mahasiswa yang KKM. Kan ada banyak mahasiswa KKM yang ikut mata kuliah, tapi jadwal bulatnya dari Aljamiah tanggal 6 Februari, maka dia akan kehilangan 3 pertemuan, kalau dengan jadwal yang sekarang itu satu pertemuan saja,” tambah Agus.Rahmat Doni, mahasiswa Psikologi semester 4 ikut berkomentar. Ia berharap pihak Fakultas lebih bisa mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di semester yang akan datang. “Saya harap perselisihan jadwal kuliah antar Fakultas ini tidak terulang kembali untuk yang akan datang, karena saya merasa janggal. Kita masih sama-sama mahasiswa UIN SGD, tetapi kenapa jadwal libur dan mulai kuliahnya berbeda, itupun hanya di Fakultas Psikologi,” tutur Doni mengakhiri.[] M.David-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Jadwal awal perkuliahan Fakultas Psikologi terlambat 10 hari dari Fakultas lain. Hal itu disebabkan karena adanya kekeliruan jadwal di buku kerja pihak Fakultas. Menurut Agus Abdul Rahman, M.Psi, Pembantu Dekan 1 Fakultas Psikologi, jadwal kuliah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung semester genap ini dalam surat yang diedarkan dari Aljamiah telah ditetapkan, yaitu tanggal 6 Februari sampai tanggal 26 Mei, sedangkan di dalam buku kerja lain yang dikeluarkan oleh Aljamiah, jadwal kuliah mahasiswa UIN SGD dimulai pada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei.“Surat yang diedarkan dari Aljamiah tanggal 6 Februari sampai 26 Mei. Sedangkan ada satu lagi di buku kerja yang dikeluarkan oleh Aljamiah, di situ ada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei. Kita kebetulan lihatnya memang dari buku kerja itu,” kata Agus ketika diwawancara (09/02).Agus menjelaskan kekeliruan ini diketahui setelah pihak Fakultas Psikologi membuat kalender akademik per-semester. “Ya Kalau kalender akademik dari Aljamiah kan tahunan, kita bikinnya semesteran. Tidak masalah, kewenangan dari Fakultas mau semesteran mau tahunan itu pilihan. Dari Pusat penjaminan mutu universitas juga tidak masalah. Ketahuannya setelah kita bikin kalender akademik semesteran. Kita bikin kalender akademik itu satu semester, kapan registrasi akademik, kapan terakhir ngumpulin nilai, kapan terakhir pengambilan KRS, kapan bikin KRS dan kapan kuliah umum dan sebagainya,” ujar Agus.“Pertama pertemuannya cuma 42, setelah di cek kembali baru ketahuan bahwa ada kekeliruan, di Fakultas lain tanggal 6 Februari. Saat itulah kita mulai melakukan penyesuaian, tidak mungkin kita mundur ke belakang, akhirnya hasil kesepakatan Fakultas dijadikan tanggal 16 februari karena kalender akademik untuk semester genap 2011/2012 sudah ditetapkan, salah satunya pengumpulan krs pada tanggal 8 Februari, ya gak mungkinlah masuk tanggal 6 sedangkan pengumpulan krs tanggal 8 Februari,” lanjutnya.Agus mengaku kesalahan bukan sepenuhnya pada pihak aljamiah. “Bukan kesalahan aljamiah, kesalahan kita juga ketika melihat sumber, kalau di buku kerjanya memang tanggal 16 februari, cuma setelah kita hitung. Tapi itupun udah selagi kalender akademik dikeluarkan dan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen,” tutur Agus.Agus mengatakan kekeliruan ini tidak akan menjadi masalah dan tidak akan mengurangi hak mahasiswa karena semua jadwal termasuk UTS dan UAS Fakultas Psikologi nanti juga akan diundur sesuai jadwal yang ditetapkan fakultas. “Jadwal terakhir perkuliahan tanggal 26 Mei, akan menjadi 6 Juni, tidak ada yang ditabrak jadwal. Mahasiswa tidak ada yang dirugikan, pertemuan juga tetap 16 kali pertemuan. Kecuali kalau masuknya tanggal 16 Februari berakhirnya tetap sama tanggal 26 Mei mahasiswa pasti protes, karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama yaitu 14 kali pertemuan. Jadi kita mundur menjadi tanggal 6 Juni akhir perkuliahan,” jelas Agus.Kekeliruan jadwal ini tidak merugikan, tapi malah menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang mengikuti Kuliah KerjaNyata Mahasiswa (KKM). “Bagi saya sih gak ada masalah, hak mahasiswa terpenuhi bahkan di satu sisi menguntungkan teman-teman mahasiswa yang KKM. Kan ada banyak mahasiswa KKM yang ikut mata kuliah, tapi jadwal bulatnya dari Aljamiah tanggal 6 Februari, maka dia akan kehilangan 3 pertemuan, kalau dengan jadwal yang sekarang itu satu pertemuan saja,” tambah Agus.Rahmat Doni, mahasiswa Psikologi semester 4 ikut berkomentar. Ia berharap pihak Fakultas lebih bisa mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di semester yang akan datang. “Saya harap perselisihan jadwal kuliah antar Fakultas ini tidak terulang kembali untuk yang akan datang, karena saya merasa janggal. Kita masih sama-sama mahasiswa UIN SGD, tetapi kenapa jadwal libur dan mulai kuliahnya berbeda, itupun hanya di Fakultas Psikologi,” tutur Doni mengakhiri.[] M.David-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Jadwal awal perkuliahan Fakultas Psikologi terlambat 10 hari dari Fakultas lain. Hal itu disebabkan karena adanya kekeliruan jadwal di buku kerja pihak Fakultas. Menurut Agus Abdul Rahman, M.Psi, Pembantu Dekan 1 Fakultas Psikologi, jadwal kuliah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung semester genap ini dalam surat yang diedarkan dari Aljamiah telah ditetapkan, yaitu tanggal 6 Februari sampai tanggal 26 Mei, sedangkan di dalam buku kerja lain yang dikeluarkan oleh Aljamiah, jadwal kuliah mahasiswa UIN SGD dimulai pada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei.“Surat yang diedarkan dari Aljamiah tanggal 6 Februari sampai 26 Mei. Sedangkan ada satu lagi di buku kerja yang dikeluarkan oleh Aljamiah, di situ ada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei. Kita kebetulan lihatnya memang dari buku kerja itu,” kata Agus ketika diwawancara (09/02).Agus menjelaskan kekeliruan ini diketahui setelah pihak Fakultas Psikologi membuat kalender akademik per-semester. “Ya Kalau kalender akademik dari Aljamiah kan tahunan, kita bikinnya semesteran. Tidak masalah, kewenangan dari Fakultas mau semesteran mau tahunan itu pilihan. Dari Pusat penjaminan mutu universitas juga tidak masalah. Ketahuannya setelah kita bikin kalender akademik semesteran. Kita bikin kalender akademik itu satu semester, kapan registrasi akademik, kapan terakhir ngumpulin nilai, kapan terakhir pengambilan KRS, kapan bikin KRS dan kapan kuliah umum dan sebagainya,” ujar Agus.“Pertama pertemuannya cuma 42, setelah di cek kembali baru ketahuan bahwa ada kekeliruan, di Fakultas lain tanggal 6 Februari. Saat itulah kita mulai melakukan penyesuaian, tidak mungkin kita mundur ke belakang, akhirnya hasil kesepakatan Fakultas dijadikan tanggal 16 februari karena kalender akademik untuk semester genap 2011/2012 sudah ditetapkan, salah satunya pengumpulan krs pada tanggal 8 Februari, ya gak mungkinlah masuk tanggal 6 sedangkan pengumpulan krs tanggal 8 Februari,” lanjutnya.Agus mengaku kesalahan bukan sepenuhnya pada pihak aljamiah. “Bukan kesalahan aljamiah, kesalahan kita juga ketika melihat sumber, kalau di buku kerjanya memang tanggal 16 februari, cuma setelah kita hitung. Tapi itupun udah selagi kalender akademik dikeluarkan dan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen,” tutur Agus.Agus mengatakan kekeliruan ini tidak akan menjadi masalah dan tidak akan mengurangi hak mahasiswa karena semua jadwal termasuk UTS dan UAS Fakultas Psikologi nanti juga akan diundur sesuai jadwal yang ditetapkan fakultas. “Jadwal terakhir perkuliahan tanggal 26 Mei, akan menjadi 6 Juni, tidak ada yang ditabrak jadwal. Mahasiswa tidak ada yang dirugikan, pertemuan juga tetap 16 kali pertemuan. Kecuali kalau masuknya tanggal 16 Februari berakhirnya tetap sama tanggal 26 Mei mahasiswa pasti protes, karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama yaitu 14 kali pertemuan. Jadi kita mundur menjadi tanggal 6 Juni akhir perkuliahan,” jelas Agus.Kekeliruan jadwal ini tidak merugikan, tapi malah menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang mengikuti Kuliah KerjaNyata Mahasiswa (KKM). “Bagi saya sih gak ada masalah, hak mahasiswa terpenuhi bahkan di satu sisi menguntungkan teman-teman mahasiswa yang KKM. Kan ada banyak mahasiswa KKM yang ikut mata kuliah, tapi jadwal bulatnya dari Aljamiah tanggal 6 Februari, maka dia akan kehilangan 3 pertemuan, kalau dengan jadwal yang sekarang itu satu pertemuan saja,” tambah Agus.Rahmat Doni, mahasiswa Psikologi semester 4 ikut berkomentar. Ia berharap pihak Fakultas lebih bisa mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di semester yang akan datang. “Saya harap perselisihan jadwal kuliah antar Fakultas ini tidak terulang kembali untuk yang akan datang, karena saya merasa janggal. Kita masih sama-sama mahasiswa UIN SGD, tetapi kenapa jadwal libur dan mulai kuliahnya berbeda, itupun hanya di Fakultas Psikologi,” tutur Doni mengakhiri.[] M.David-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Jadwal awal perkuliahan Fakultas Psikologi terlambat 10 hari dari Fakultas lain. Hal itu disebabkan karena adanya kekeliruan jadwal di buku kerja pihak Fakultas. Menurut Agus Abdul Rahman, M.Psi, Pembantu Dekan 1 Fakultas Psikologi, jadwal kuliah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung semester genap ini dalam surat yang diedarkan dari Aljamiah telah ditetapkan, yaitu tanggal 6 Februari sampai tanggal 26 Mei, sedangkan di dalam buku kerja lain yang dikeluarkan oleh Aljamiah, jadwal kuliah mahasiswa UIN SGD dimulai pada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei.“Surat yang diedarkan dari Aljamiah tanggal 6 Februari sampai 26 Mei. Sedangkan ada satu lagi di buku kerja yang dikeluarkan oleh Aljamiah, di situ ada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei. Kita kebetulan lihatnya memang dari buku kerja itu,” kata Agus ketika diwawancara (09/02).Agus menjelaskan kekeliruan ini diketahui setelah pihak Fakultas Psikologi membuat kalender akademik per-semester. “Ya Kalau kalender akademik dari Aljamiah kan tahunan, kita bikinnya semesteran. Tidak masalah, kewenangan dari Fakultas mau semesteran mau tahunan itu pilihan. Dari Pusat penjaminan mutu universitas juga tidak masalah. Ketahuannya setelah kita bikin kalender akademik semesteran. Kita bikin kalender akademik itu satu semester, kapan registrasi akademik, kapan terakhir ngumpulin nilai, kapan terakhir pengambilan KRS, kapan bikin KRS dan kapan kuliah umum dan sebagainya,” ujar Agus.“Pertama pertemuannya cuma 42, setelah di cek kembali baru ketahuan bahwa ada kekeliruan, di Fakultas lain tanggal 6 Februari. Saat itulah kita mulai melakukan penyesuaian, tidak mungkin kita mundur ke belakang, akhirnya hasil kesepakatan Fakultas dijadikan tanggal 16 februari karena kalender akademik untuk semester genap 2011/2012 sudah ditetapkan, salah satunya pengumpulan krs pada tanggal 8 Februari, ya gak mungkinlah masuk tanggal 6 sedangkan pengumpulan krs tanggal 8 Februari,” lanjutnya.Agus mengaku kesalahan bukan sepenuhnya pada pihak aljamiah. “Bukan kesalahan aljamiah, kesalahan kita juga ketika melihat sumber, kalau di buku kerjanya memang tanggal 16 februari, cuma setelah kita hitung. Tapi itupun udah selagi kalender akademik dikeluarkan dan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen,” tutur Agus.Agus mengatakan kekeliruan ini tidak akan menjadi masalah dan tidak akan mengurangi hak mahasiswa karena semua jadwal termasuk UTS dan UAS Fakultas Psikologi nanti juga akan diundur sesuai jadwal yang ditetapkan fakultas. “Jadwal terakhir perkuliahan tanggal 26 Mei, akan menjadi 6 Juni, tidak ada yang ditabrak jadwal. Mahasiswa tidak ada yang dirugikan, pertemuan juga tetap 16 kali pertemuan. Kecuali kalau masuknya tanggal 16 Februari berakhirnya tetap sama tanggal 26 Mei mahasiswa pasti protes, karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama yaitu 14 kali pertemuan. Jadi kita mundur menjadi tanggal 6 Juni akhir perkuliahan,” jelas Agus.Kekeliruan jadwal ini tidak merugikan, tapi malah menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang mengikuti Kuliah KerjaNyata Mahasiswa (KKM). “Bagi saya sih gak ada masalah, hak mahasiswa terpenuhi bahkan di satu sisi menguntungkan teman-teman mahasiswa yang KKM. Kan ada banyak mahasiswa KKM yang ikut mata kuliah, tapi jadwal bulatnya dari Aljamiah tanggal 6 Februari, maka dia akan kehilangan 3 pertemuan, kalau dengan jadwal yang sekarang itu satu pertemuan saja,” tambah Agus.Rahmat Doni, mahasiswa Psikologi semester 4 ikut berkomentar. Ia berharap pihak Fakultas lebih bisa mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di semester yang akan datang. “Saya harap perselisihan jadwal kuliah antar Fakultas ini tidak terulang kembali untuk yang akan datang, karena saya merasa janggal. Kita masih sama-sama mahasiswa UIN SGD, tetapi kenapa jadwal libur dan mulai kuliahnya berbeda, itupun hanya di Fakultas Psikologi,” tutur Doni mengakhiri.[] M.David-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Jadwal awal perkuliahan Fakultas Psikologi terlambat 10 hari dari Fakultas lain. Hal itu disebabkan karena adanya kekeliruan jadwal di buku kerja pihak Fakultas. Menurut Agus Abdul Rahman, M.Psi, Pembantu Dekan 1 Fakultas Psikologi, jadwal kuliah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung semester genap ini dalam surat yang diedarkan dari Aljamiah telah ditetapkan, yaitu tanggal 6 Februari sampai tanggal 26 Mei, sedangkan di dalam buku kerja lain yang dikeluarkan oleh Aljamiah, jadwal kuliah mahasiswa UIN SGD dimulai pada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei.“Surat yang diedarkan dari Aljamiah tanggal 6 Februari sampai 26 Mei. Sedangkan ada satu lagi di buku kerja yang dikeluarkan oleh Aljamiah, di situ ada tanggal 16 Februari sampai tanggal 26 Mei. Kita kebetulan lihatnya memang dari buku kerja itu,” kata Agus ketika diwawancara (09/02).Agus menjelaskan kekeliruan ini diketahui setelah pihak Fakultas Psikologi membuat kalender akademik per-semester. “Ya Kalau kalender akademik dari Aljamiah kan tahunan, kita bikinnya semesteran. Tidak masalah, kewenangan dari Fakultas mau semesteran mau tahunan itu pilihan. Dari Pusat penjaminan mutu universitas juga tidak masalah. Ketahuannya setelah kita bikin kalender akademik semesteran. Kita bikin kalender akademik itu satu semester, kapan registrasi akademik, kapan terakhir ngumpulin nilai, kapan terakhir pengambilan KRS, kapan bikin KRS dan kapan kuliah umum dan sebagainya,” ujar Agus.“Pertama pertemuannya cuma 42, setelah di cek kembali baru ketahuan bahwa ada kekeliruan, di Fakultas lain tanggal 6 Februari. Saat itulah kita mulai melakukan penyesuaian, tidak mungkin kita mundur ke belakang, akhirnya hasil kesepakatan Fakultas dijadikan tanggal 16 februari karena kalender akademik untuk semester genap 2011/2012 sudah ditetapkan, salah satunya pengumpulan krs pada tanggal 8 Februari, ya gak mungkinlah masuk tanggal 6 sedangkan pengumpulan krs tanggal 8 Februari,” lanjutnya.Agus mengaku kesalahan bukan sepenuhnya pada pihak aljamiah. “Bukan kesalahan aljamiah, kesalahan kita juga ketika melihat sumber, kalau di buku kerjanya memang tanggal 16 februari, cuma setelah kita hitung. Tapi itupun udah selagi kalender akademik dikeluarkan dan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen,” tutur Agus.Agus mengatakan kekeliruan ini tidak akan menjadi masalah dan tidak akan mengurangi hak mahasiswa karena semua jadwal termasuk UTS dan UAS Fakultas Psikologi nanti juga akan diundur sesuai jadwal yang ditetapkan fakultas. “Jadwal terakhir perkuliahan tanggal 26 Mei, akan menjadi 6 Juni, tidak ada yang ditabrak jadwal. Mahasiswa tidak ada yang dirugikan, pertemuan juga tetap 16 kali pertemuan. Kecuali kalau masuknya tanggal 16 Februari berakhirnya tetap sama tanggal 26 Mei mahasiswa pasti protes, karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang sama yaitu 14 kali pertemuan. Jadi kita mundur menjadi tanggal 6 Juni akhir perkuliahan,” jelas Agus.Kekeliruan jadwal ini tidak merugikan, tapi malah menguntungkan terutama bagi mahasiswa yang mengikuti Kuliah KerjaNyata Mahasiswa (KKM). “Bagi saya sih gak ada masalah, hak mahasiswa terpenuhi bahkan di satu sisi menguntungkan teman-teman mahasiswa yang KKM. Kan ada banyak mahasiswa KKM yang ikut mata kuliah, tapi jadwal bulatnya dari Aljamiah tanggal 6 Februari, maka dia akan kehilangan 3 pertemuan, kalau dengan jadwal yang sekarang itu satu pertemuan saja,” tambah Agus.Rahmat Doni, mahasiswa Psikologi semester 4 ikut berkomentar. Ia berharap pihak Fakultas lebih bisa mengantisipasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di semester yang akan datang. “Saya harap perselisihan jadwal kuliah antar Fakultas ini tidak terulang kembali untuk yang akan datang, karena saya merasa janggal. Kita masih sama-sama mahasiswa UIN SGD, tetapi kenapa jadwal libur dan mulai kuliahnya berbeda, itupun hanya di Fakultas Psikologi,” tutur Doni mengakhiri.[] M.David-Magang/SUAKA