UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kemenag-Pemkot Bandung Tandatangani Kesepakatan Bersama Hibah Aset

[www.uinsgd.ac.id] Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Bandung menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Bandung dengan Kementerian Agama Republik Indonesia tentang Dukungan Penyelenggaraan Pemerintahan Negara dan Pemerintahan Daerah. Penandadatanganan kesepakatan dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Selasa (21/6).

Hadir dalam penandatanganan tersebut, sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag, Ketua DPRD Kota Bandung Isa Subagja, Rektor UIN SGD Bandung Mahmud dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat M. Buchori Muslim.

Penandatanganan kesepakatan ini dilatarbelakangi oleh permohonan Walikota Bandung kepada Menteri Agama tanggal 27 Februari 2015 perihal permohonan hibah aset Kementerian Agama kepada Pemerintah Kota Bandung. Permohonan tersebut terkait rencana Pemerintah Kota Bandung untuk menjadikan kawasan Bandung Timur sebagai pengembangan Kota Teknopolis.

Setelah melalui tahapan dan pembicaraan intensif antara kedua belah pihak, penandatanganan kesepakatan bersama selanjutnya dilakukan kedua belah pihak, yakni Kemenag dan Pemkot Bandung. Salah satu poin penting dari kesepakatn ini adalah, Kementerian Agama menghibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung tanah seluas 100.000 m2 kepada Pemerintah Kota Bandung yang diambil dari tanah dengan sertipikat tanah Nomor 2 Tahun 2011 di Kecamatan Gede Bage Kel. Cimencrang dengan luas seluruhnya 283.700m2 yang akan menjadi Kampus II.

Sedangkan pemerintah kota Bandung menghibahkan berupa tanah seluas 20.000m2 (2 ha) di samping kampus I UIN Bandung di Cibiru Jalan HA. Nasution, Bandung. Gedung mercusuar icon UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk 3 fakultas yang berlokasi di Kampus II di Jalan Soekarno Hatta dengan masing-masing luasan 3.000 m2 , yang desainnya disesuaikan dengan desain kantor pusat Pemerintah Kota Bandung, serta sebidang tanah seluas 2.700m2 di Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung.

Menag dalam sambutannya mengatakan, Kesepakatan Bersama yang ditanda-tangani pada hari ini merupakan salah satu milestone penting bagi Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Bandung terkait dengan rencana menjadikan kawasan Bandung Timur sebagai pengembangan Kota Teknopolis yang ditunjang dengan fasilitas pendukungnya.

“Peralihan dan penyerahan aset Barang Milik Negara kepada Pemerintah Kota Bandung telah melalui kajian secara hukum dan peraturan yang berlaku,” ujar Menag.

Selanjutnya, kata Menag, penyerahan aset akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara UIN Sunan Gunung Djati dengan Pemerintah Kota Bandung dalam konteks untuk meningkatkan tugas dan fungsi masing-masing.

Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya mengaku bahagia atas penandatanganan kesepakatan bersama ini, terlebih dilakukan di bulan Ramadhan, bulan penuh kemenangan. Menurutnya, sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam dan bangsa ini terjadi di bulan Ramadhan.

“Niat kami melakukan upaya ini adalah untuk memajukan peradaban bangsa, memajukan akselerasi pembangunan,” ujar Ridwan Kamil.

Dikatakan Ridwan Kamil, perkembangan dan dinamika Kota Bandung saat ini dinilai kurang cocok pusat kawasannya untuk kegiatan-kegiatan pemerintahan. Kantor-kantor dinas nya tercevarai berai di sejumlah titik kota, dan Bandung ini tidak akan survive bila tidak memiliki pusat pertumbuhan baru.

Teorinya, ujar Kamil, menurut ilmu tata kota, Kota Bandung harus memiliki tiga pusat pertumbuhan, hari ini hanya satu, yaitu Alun-Alun, sehingga berkesimpulan untuk membuat pusat pertumbuhan kedua di Bandung Timur. Di pusat pertumbuhan baru ini, selanjutnya pemkot Bandung akan memindahkan semua pusat pelayanan ke lokasi baru tersebut, yang setelah melalui perhitungan dan lainnya, posisi berada di tanah milik Kementerian Agama

“Atas nama pemerintah kota Bandung, DPRD, dari hati yang paling dalam menghaturkan terimakasih atas upaya dan kerjasamanya dengan Kementerian Agama. Insya Allah, di bulan kemenangan ini, prosesnya diberkahi, dan dalam dua atau tiga tahun ke depan, kita akan melihat perubahan luar biasa kota Bandung,” ujar Ridwan Kamil. (dm/dm).

Sumber, Kemenag