UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kelola Zakat agar Produktif

[www.uinsgd.ac.id] Sejumlah 130 Mustahik yang terdiri dari Cleaning Service, Petugas Harian Lepas, dan Pensiunan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima bingkisan Idul Fitri dari Unit Pengeloa Zakat, Infak, dan Sodaqoh (UPZIS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Penyerahan secara simbolis diberikan oleh Pembantu Rektor II, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag di Aula Rektorat, Gedung Al-Jamiah lantai II, Senin (29/07/2013). Lelaki asal Bekasi tersebut juga sebagai Ketua UPZIS yang masih dikelola hanya oleh 3 orang. “Ke depan ia berharap dapat melibatkan para tenaga honorer untuk mengelola UPZIS tersebut.”

Menurut Guru Besar Fakultas Ushuludin tersebut, pengelolaan zakat di lingkungan UIN masih belum optimal, padahal potensinya sangat besar jika dikelola dengan baik bahkan dapat dikelola agar zakat tersebut memiliki nilai produktif.

“Bukan hanya  penyerahan bingkisan yang bersifat konsumtif, tapi juga hal-hal yang bersifat  produktif misalnya peningkatan kesejahteraan melalui usaha-usaha ekonomi,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa banyak muzaki di lingkungan UIN yang berlum tersentuh agar menjadi muzaki dilingkungan yang dipimpinnya. “Bukan berarti muzaki UIN tidak berzakat, tetapi zakatnya dilakukan ditempat tinggalnya atau lingkungan para muzaki,”ucapnya.

Ia berharap bahwa ke depan, jika dikelola dengan baik, para muzaki UIN dapat dirangkul agar kewajiban berzakatnya dikelola oleh UPZIS UIN.

“Banyak program pengembangan dari UPZIS yang bisa dilakukan, misalnya pendirian koperasi UPZIS. Koperasi ini harus terpisah dari koperasi lainnya karena akan dilakukan secara syariah, misalnya kita meminjamkan kredit ke muztahik, tetapi sama sekali tidak dibebankan bunga sama sekali,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa jika input  zakat sudah besar, UPZIS ke depan dapat menjalankan usaha-usaha lain yang memiliki nilai tambah ekonomi. Hal itu dilakukan jika para muzaki UIN seluruhnya sudah mempercayakan untuk dikelola zakatnya.

“UPZIS sekarang sedang membangun trust. Ke depan kita ingin seperti misalnya apa yang dilakukan oleh Rumah Zakat yang mengelola program-progam seperti Sekolah Cerdas, Mobil Ambulance Gratis, Rumah Bersalin, dana lainnya. Mereka bisa seperti itu karena masyarakat percaya. Mereka memiliki trust. Dan kita sedang memikirkan itu untuk membangun trust,”  ujarnya panjang lebar.

Ia sangat yakin jika trust sudah besar, bisa memberikan kesempatan  untuk mustahik UIN untuk ikut mengelola.

“Mudah-mudahan ke depan karyawan dan staf yang belum berzakat di UIN bisa berzakat disini sehingga muzaki menjadi besar dan dapat menambah nilai yang lebih,” harapnya.***[Dudi, Ibn Ghifarie]