UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kekuatan Penyiaran

Memberikan penilaian terhadap ratusan karya kreator mumpuni bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keberanian yang cukup untuk menerima kritik, sanggahan, masukan, saran, bahkan mungkin cemoohan. Jawa Barat, khususnya Bandung sangat dikenal sebagai lumbung subur para kreator hebat dalam berbagai bidang. Apalagi terkait dengan penyiaran, Jawa Barat telah melahirkan banyak talens yang banyak berkontribusi pada makin meriah dan berkualitasnya  program siaran.

Tidak perlu tunjuk hidung, siapa-siapa talens asal Jawa Barat yang sukses menyedot perhatian khalayak karena menelorkan program siaran ber-rating tinggi atau tampil sukses memerankan skenario program siaran. Mereka membuktikan bahwa Jawa Barat memang lumbungnya para kreator penyiaran. Mereka pun ikut membawa harum Paris van Java ini.

Begitu pun dalam special event anugerah penyiaran KPID Jawa Barat Award 2015, tidak mudah bagi KPID Jawa Barat untuk menentukan program acara dan lembaga penyiaran yang layak mendapatkan anugerah. Kendati KPID Jawa Barat dibantu oleh Lima Dewan Juri yang independen, berpengalaman dan mumpuni di bidang masing-masing, tetapi bukan jaminan dapat memenuhi kepuasan para kreator penyiaran. 

KPID Jawa Barat pun tidak dapat menjamin bahwa hasil penilaian obyektif seratus persen karena dalam Teori Obyektivitas, obyektif seratus persen itu hanya mimpi. Pada dasarnya semua hal yang terjadi di dunia ini tidak dapat terlepas dari nilai subyektivitas, baik subyektivitas individu maupun kelompok. 

KPID Jawa Barat hanya dapat berikhtiar untuk menunjukkan komitmen, siapapun yang berprestasi layak mendapat penghargaan; Bahwa untuk menentukan program siaran dan lembaga penyiaran yang terbaik dari yang terbaik bukan pekerjaan yang mudah, tetapi dengan perjalanan panjang dan perdebatan maha alot; Menekan dalam-dalam subyektivitas dan memunculkan tinggi-tinggi obyektivitas. Maka, lahirnya program siaran yang dianggap berhak mendapatkan anugerah Award versi KPID Jawa Barat.

Siapapun yang mendapat anugerah, bukan itu yang menjadi tujuan pokok special event yang digelar 16 Oktober 2015 ini. Yang paling utama dari event ini adalah terbangunnya silaturahmi erat di antara masyarakat Jawa Barat,  lembaga penyiaran yang ada di Jawa Barat plus yang wilayah layanannya memasuki Jawa Barat, Pemerintahan Jawa Barat, dan KPID Jawa Barat. 

Event ini adalah hajat bersama man power penyiaran Jawa Barat, sehingga tema besar event ini adalah Menuju Jawa Barat Provinsi Termaju. Salah satu aspek yang dapat mendorong dan memberikan kontribusi pada Jawa Barat Termaju di antaranya eksistensi dunia penyiaran. Program siaran yang ada dan masuk pada wilayah Jawa Barat harus memberikan kontribusi positif pada pembangunan Jawa Barat; pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, sehingga seluruh man power penyiaran harus bersatu membangun silaturahmi.    

Sejumlah ilmuwan sudah membuktikan, silaturahmi (komunikasi) berkait erat dengan kesehatan fisik. Stewart menunjukkan orang yang terkucil secara sosial cenderung lebih cepat mati. Kemampuan berkomunikasi (bersilaturahmi) yang buruk mempunyai andil dalam penyakit jantung koroner, dan kemungkinan terjadinya kematian naik pada orang yang ditinggalkan mati oleh pasangan hidupnya (Tubbs dan Moss,1994). 

Hasil penelitian Michael Babyak dari Universitas Duke dan beberapa rekannya dari AS dengan melibatkan 750 orang kulit putih sebagai sampel dan memakan waktu 22 tahun, menemukan, orang-orang yang berkomunikasi tidak efektif (tidak suka berteman, memusuhi, mendominasi pembicaraan) berpeluang 60% lebih tinggi menemui kematian pada usia dini dibandingkan orang-orang yang berperilaku sebaliknya; ramah, suka berteman, dan berbicara tenang. Bahkan. Hasil penelitian Lull dkk (dalam Tubbs & Moss, 1996) terhadap 100 perusahaan di AS: membuktikan juga bahwa 96 Persen orang percaya: ada korelasi yang pasti antara komunikasi dengan produktivitas kerja 

Realitas itu, bagi umat Islam sudah merupakan keyakinan dan kewajiban yang harus dilaksanakan karena tidak hanya Sabda Rasulullah, sejumlah ayat dalam Al-Quran pun dengan tegas menyuratkan pentingnya memupuk tali silaturahmi. Allah Swt sangat tidak menyukai umat manusia yang bercerai berai dan memerintahkan untuk tetap menjalin kesatuan yang harmonis melalui silaturahmi (Ali-Imran:101-103). 

Dalam konteks ini, harus menjadi catatan besar, permasalah penyiaran yang berkembang akhir-akhir ini, misalnya, terkait tuduhan publik yang sering menyudutkan isi siaran sebagai sumber berbagai bencana. Kemerosotan akhlak, kenakalan remaja, memabahnya narkoba, masifnya minuman keras, seks bebas dan kekerasan terhadap anak, seringkali mengkambinghitamkan lembaga penyiaran. 

Padahal, semua tahu lembaga penyiaran pun banyak memberikan kontribusi positif karena menjalankan fungsi pendidikan, informasi, dan juga kontrol sosial. Lembaga penyiaran adalah potensi bangsa yang besar yang juga dapat menjadi salah satu faktor penentu maju-mundurnya suatu negara, termasuk suatu wilayah seperti Jawa Barat. 

Terlebih kondisi dunia penyiaran daerah pun tengah berada pada titik sulit karena terlalu dominannya lembaga penyiaran Jakarta yang sering disebut televisi nasional. Tidak sedikit televisi dan radio lokal yang kembung kempis, hidup segan mati pun tak mau karena mereka kehabisan kesempatan untuk mendapatkan kue iklan. Hal itu merupakan persoalan-persoalan bersama yang notabene dapat melemahkan kontribusi penyiaran pada penguatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Padahal, masyarakat berharap lembaga penyiaran pun dapat bangkit dan berkontribusi pada perbaikan nasib bangsa ini. Harapan itu akan menjelma di antaranya jika terbangun silaturahmi di antara para pengelola lembaga penyiaran, masyarakat, Pemerintahan Daerah, KPID, dan element masyarakat Jawa Barat lainnya. Oleh karena itu, mari…  special event anugerah penyiaran KPID Jawa Barat Award 2015 imi  jadikan momentum kebangkitan dunia penyiaran di Jawa Barat. []

Mahi M. Hikmat, Dosen UIN Bandung, Koordinator Pengawas Isi Siaran KPID Jawa Barat dan Ketua Divisi Perjurian KPID Jawa Barat Award 2015 

Sumber, Pikiran Rakyat 16 September 2015