UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kampus Harus Hasilkan Intelektual Agamis & Nasionalis

[www.uinsgd.ac.id] Kampus Islam diharap mampu menciptakan intelektual muda yang agamis dan nasionalis. Wakil ketua MPR RI Oesman Sapta berharap banyak pada kampus sebab kampus merupakan lembaga yang akan menghasilkan calon-calon pemimpin untuk negeri ini.

Menurut pria yang akrab disapa Oso itu, intelektual Islam kedepannya akan memegang tongkat estafet kemimpinan, bagi pembangunan dari negara muslim terbesar di dunia ini. ”Karena intelektual Islam yang akan dicetak oleh kampus adalah yang agamis dan nasionalis,” kata Oso, saat menjadi pembicara kunci, dalam acara pembukaan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) tahun 2015, di kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Kamis (27/8).

Selain itu, kata dia, Mahasiswa juga harus mampu menjaga tiga Ukhuwah dalam Islam, yaitu ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan sesama muslim, ukhuwah wadaniyah yaitu persaudaraan sesama bangsa, dan ukhuwah bashariyah yaitu persaudaraan sesama manusia.

”Sebagai seorang muslim, saya mengerti betul Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin,” ujar dia.

Ia menambahkan, Islam adalah agama yang menolak kekerasan. Umat muslim itu harus mencintai sesama manusia. Karena itu, Oso mengajak mahasiswa bertekad, dalam menyambut jaman kebangkitan mahasiswa, yaitu bangkit belajar. Ia juga menekankan mahasiswa memiliki tanggungjawab terhadap masa depan bangsa, harus mempunyai rasa nasionalisme.

Sebab, tanpa nasionalisme, keberadaan empat pilar MPR RI ini bisa terancam. Selain itu, nasionalisme dan ukhuwah akan mampu menjaga solidaritas kebangsaan, yang bisa menentukan kemajuan suatu bangsa. ”Kita contoh Jepang, banyak yang bisa bahasa asing, tapi nasionalismenya tidak terganggu. Solidaritas mengingkat mereka, rakyatnya cerdas dan semuanya menghasilkan untuk membangun bangsa,” kata dia. []

Sumber, Republika 27 Agustus 2015, 12:04 WIB