UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kampanye Pemilu Raya KPI Kurang Semarak

[www.uinsgd.ac.id] Pada tanggal 27 November 2015 lalu, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang berada dalam naungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi menggelar Muskom di Aula Student Center.

Namun sayangnya pada acara Muskom tersebut tidak dilaksanakannya pemilihan ketua BEM-J yang baru. Maka dari itu dengan mengisi kekosongan BEM-J dibentuklah sebuah komite yang nantinya akan merumuskan tentang pemilihan ketua BEM-J yang baru .

 Setelah dibentuknya komite, maka para anggota komite dan Noviansyah selaku ketuanya merumuskan untuk membentuk partai politik KPI dalam proses pemilihan ketua BEM-J yang baru. Menurut Noviansyah Pembentukan legislative yang baik yaitu dengan membentuk partai-partai.

“Tujuan dari pembentukan partai-partai yaitu agar masyarakat KPI tahu, siapa yang mewakili aspirasi mereka dan siapa yang menghantar ide serta gagasan mereka nantinya yaitu dengan orang-orang yang diusung oleh partai-partai” ungkapnya (27/11)

Hari jum’at, (27/11) para partai pun melakukan kampanye di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung dimana rutenya dari gedung Language Center kemudian berakhir di Student Center. Para calon yang diusung para partai untuk duduk di kursi legislative di kawal oleh para pendukung mereka meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Hal itu merupakan hal yang mengganjal karena melihat bahwa untuk mendirikan sebuah partai harus beranggotakan minimal 75 Orang. Namun yang terlihat pukul 15.00 WIB sore tadi, dari masing-masing partai hanya beberapa pendukung saja yang datang.  Bahkan menurut ketua dari salahsatu partai yaitu Irfan (Partai Republik KPI) mengaku bahwa anggotanya lebih dari 100 orang dan hampir mencapai 150 orang.

“Anggota partai PRK itu yang sudah terdaftar baru 120 orang namun ada beberapa anggota lagi yang belum terdaftar karena saat itu waktu pendaftaran sudah ditutup. Jadi ditotalkan ada 150 orang” jelasnya.  

Ketika disinggung bahwa dari banyaknya anggota masing-masing partai yang tidak hadir saat itu dikarenakan mereka mendaftar hanya untuk numpang nama, maka Naufal yang saat itu duduk disemester 1 membenarkan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya kepentingan lain yang tidak boleh ditinggalkan. Ia juga menyesalkan hal tersebut karena bedampak pada kegiatan kampanye yang tidak semarak.

“Padahal sosialisasi yang kita lakukan sudah semaksimal mungkin . Dan mungkin mereka belum terlalu mau dan mereka belum terlalu mengerti mengapa harus mengadakan partai seperti ini.” Pungkasnya.*** [Nida Farhatun Nisa]