UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kader Penyuluhan Anti Narkoba UIN SGD Bandung

[www.uinsgd.ac.id] Narkoba telah lama menjadi momok yang menakutkan dan mengancam seluruh lapisan masyarakat, termasuk pada generasi muda. Berawal dari kekhawatiran akan ancaman tersebut, UIN Bandung membentuk sebuah komunitas untuk memerangi narkoba yang sudah menyebarluas di kalangan muda. Komunitas ini diberi nama ‘Kader BNN UIN SGD Bandung’.

Ketua Kader BNN UIN Bandung Fadhlan Muhammad Alfafa, mengatakan terbentuknya kader BNN ini dipelopori oleh empat mahasiswa dari Bimbingan Konseling Islam. “Awalnya kita hanya berkumpul tapi kalau sekedar kumpul-kumpul saja semua orang juga bisa,  tapi kita ingin membuat kumpulan yang luar biasa. Berawal dari kekhawatiran akan bahayanya narkoba, dan akhirnya kami membentuk kader BNN ini,” katanya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Selasa (14/11/2017)

Kader BNN UIN Bandung sudah berdiri selama satu tahun sejak Maret 2016. Sebelumnya, UIN Bandung sendiri telah menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat. Kerja sama tersebut dibuat sebagai upaya untuk menciptakan kampus yang bebas narkoba, maka pihak kampus membentuk satuan tugas (Satgas) Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penyuluhan anti narkoba.

Lebih lanjut,  Fadhlan juga memaparkan bahwa pihak BNNP Jawa Barat baru melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan satu universitas yang ada di Bandung yaitu, UIN Bandung. Sekarang anggota kader BNN sudah mencapai hingga 91 orang dan mempunyai tiga pergerakan besar yang dilakukan seperti, penyuluhan terhadap remaja-remaja, konseling adjektif kepada mantan pencandu narkoba dan rehabilitasi.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan BNNP Jawa Barat Yohanes Eko, BNNP Jabar memang secara khusus membentuk kelompok-kelompok kecil di kampus atau masyarakat, guna membantu program negara untuk memerangi Narkoba di kalangan masyarakat khususnya masyarakat di Jawa Barat. “Kalau kita berbicara membantu program BNN berarti secara tidak langsung kita membantu program negara. Lebih efektif seperti itu adanya komunitas-komunitas sebagai wadahnya,” tegas Yohanes.

Yohanes juga menuturkan bahwa tugas BNNP Jawa Barat hanya sebatas menginformasikan program BNN yang kemudian disampaikan kepada masyarakat dan tekadang juga membantu menyukseskan program yang akan dilaksanakan oleh kampus dengan memberikan dana. Selain UIN Bandung, penggiat anti narkoba juga terdapat di kampus-kampus lain seperti UNPAS, STIKES Dharma Husada, Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), Universitas Telkom dan Maranatha. Tetapi, hanya UIN Bandung saja yang secara resmi telah mendapatkan MoU. (Dini Fitrianti, Riska Yunisyah Imilda/Jurnalpos)