UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Jurusan PGMI Gelar Khotmil Qur’an

Untuk meningkatkan Iman dan takwa di kalangan civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati (SGD), Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menggelar Khotmil Qur’an dengan penceramah Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag., dan Husnan yang berlangsung di halaman gedung A FTK, Kampus II, Jl. Cimencrang samping Mapolda Jabar, Jumat (13/09/2019).

H. Yayan Carlian, M.Pd. sebagai Sekretaris Jurusan PGMI menjelaskan, Khotmil Qur’an merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan sebulan sekali pada hari Jum’at.

“Ini menjadi kegiatan unggulan di jurusan PGMI dan sudah berjalan selama 3 tahun. Penceramahnya ada dua, dari dosen Dr. Dindin Jamaluddin, M.Ag. Sedangkan dari mahasiswa, saudara Husnan, semester V,” tegasnya.

Acara Khotmil Qur’an dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Para mahasiswa, dosen terlihat duduk rapi di halaman gedung A untuk mengikutinya.

“Setiap mahasiswa, dosen diberi satu juz Al-Qur’an untuk dibaca. Selama satu jam, yakni sampai pukul 06.30 WIB.
Waktunya membaca Al-Qur’an,” jelasnya.

Setelah Khotmil Qur’an dilanjutkan denga pembukaan yang berisi sambutan oleh pimpinan jurusan, ceramah dari perwakilan mahasiswa (Husnan) dan dosen (Dr. Dindin Jamaluddin, M.Ag) yang ditutup dengan do’a.

H. Yayan Carlian, M.Pd. menyampaikan rasa syukur atas kegiatan yang sudah berjalan lebih dari 3 tahun. Harapannya semoga ini terus berlanjut serta dapat memotivasi jurusan dan prodi lain untuk ikut bergabung dalam kegiatan ini.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pimpinan Fakultas yang selalu mendukung kegiatan jurusan, himpunan mahasiswa jurusan PGMI yang ikut membantu dalam persiapan kegiatan, serta kepada para mahasiswa yang selalu antusias mengikuti kegiatan Khotmil Qur’an.

“Insya Allah, selain kita ikhtiar secara lahir dengan belajar, tapi secara batin, kita berharap dengan Khotmil Qur’an ini akan memberikan kemudahan kepada para mahasiswa untuk kelancaran kuliahnya dan keberkahan bagi jurusan,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Husnan, mahasiswa PGMI semester V ini menerangkan tentang betapa pentingnya peran pemuda bagi dunia. Sambil meminjam istilah perkataan Prof. Dr. Bj. Habibie (alm), setidaknya ada lima kelemahan yang harus pemuda hindari, yaitu: lemah fisik, lemah harta, lemah semangat hidup, lemah ilmu, dan yang paling dikhawatirkan ialah lemah akhlak.

“Sesungguhnya pada tangan-tangan pemudalah urusan umat, dan pada kaki-kaki mereka terdapat kehidupan umat,” tandasnya.

Dr. H. Dindin Jamaludin, M.Ag., menambahkan materi  ceramah yang telah disampaikan oleh Husnan. Dalam ceramahnya Dr. H. Dindin mengingatkan kepada kita agar senantiasa memiliki sikap, perilaku sulthan.

“Sulthan yang dimaksud ini harus berdasarkan pada Qur’an Surat ar-Rahman ayat 33, yaitu kekuatan untuk melakukan sesuatu. Maka, kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti kuliah, tanamkan pada diri kita jiwa sulthan,” paparnya.

Dengan memiliki jiwa sulthan ini , “Insya Allah kita akan diberikan kelancaran dalam proses kuliah dan meraih kesuksesan,” pesannya.

Di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan canggih. Keberadaan,  mahasiswa, dosen kata Dr. H. Dindin, tak lagi dipandang sebatas sumber daya saja, tetapi merupakan aset berharga, penting bagi kelangsungan dan perkembangan kampus.  “Inilah era perubahan sumber daya manusia menjadi aset manusia yang disebut dengan human capital,” jelasnya.

Human capital merupakan segenap pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan kreativitas yang diwujudkan dalam kemampuan kerja yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional dan nilai ekonomi. 

Pada prinsipnya, human capital menjadi bagian dari manajemen sumber daya manusia, hanya saja pengelolaan dan pengembangan kemampuan manusia sebagai sumber daya lebih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung pengembangan organisasi, kampus.

Bagi H. Yayan, dengan adanya kegiatan khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan ceramah dari dosen dan mahasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa mahasiswa. “Warga jurusan PGMI berharap, semoga acara khotmil Qur’an ini akan selalu berjalan dengan baik dan dapat memberi manfaat serta keberkahan bagi yang melaksanakannya dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.()