UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Jurnalis Televisi, Tak Cukup Sekadar Kemampuan Analisis

[www.uinsgd.ac.id]

DIBANDING duduk di belakang meja, kerja reporter jauh lebih banyak di lapangan. Termasuk aktivitas yang dilakukan wartawan televisi. Namun demikian, ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk berita yang bagus. Karena itu, modal kemampuan yang dibutuhkan seorang wartawan bukan sekadar wawasan dan analisis, tetapi juga kemampuan teknis.

Setidaknya, itulah kunci sukses seorang jurnalis televisi yang terungkap dalam “Workshop Jurnalisme Televisi”, Selasa (15/5), di Auditorium Lt. 4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.

Reporter Metro TV Abdul Jalil Hermawan dan Presenter TVRI Jabar Rahmat sebagai narasumber dalam workshop yang digelar Prodi Jurnalistik Ilmu Komunikasi UIN Bandung kerjasama dengan HMJ Jurnalistik ini menegaskan, kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita. Ia bertanggung jawab mencari, melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi media.

Reporter, kata Abdul Jalil, dituntut memiliki keberanian, mempunyai semangat tinggi, optimis, tahu sopan santun, juga mampu membangun komunikasi yang baik.  Juga, terdapat tiga nuansa, yang menjadi modal seorang reporter dalam mencari berita. Pertama, terkait nuansa pribadi. Dalam konteks ini, reporter perlu memiliki keterampilan, dan kecakapan dalam mengajukan pertanyaan yang mengena saat wawancara, tandas, lugas, dan mampu menimbulkan jawaban yang multiaspek. Karena itu reporter harus memiliki pengetahuan, wawasan, pengalaman, idealisme, dan tanggung jawab profesi.

Kedua, terkait nuansa produktivitas. Dalam hal ini, reporter mesti mampu menghasilkan wawancara yang tidak hanya bersifat “hangat-hangat tahi ayam,”  namun juga harus mampu menghadirkan hasil liputan yang berkelanjutan, sesuai dengan kemauan dan keinginan pemirsa. Ketiga, nuansa kreativitas. Reporter harus mengembangkan imajinasi dan wawasannya, sehingga dapat melahirkan ide-ide baru sebagai modal untuk wawancara.

Dalam workshop yang dihadiri sekitar 120 peserta ini para narasumber mengungkapkan banyak hal terkait teknik peliputan dan penggunaan peralatan reportase yang penting dikuasai reporter televisi. Bukan hanya mengungkap jenis-jenis berita televisi, penggunaan kamera, dan handycam, tapi  juga teknik pengambilan gambar. “Pokoknya menarik dan memberikan wawasan yang luar biasa,” ujar Siti, salah seorang peserta workshop.***

Sumber: BandungOke.Com