UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Inovasi UIN SGD Bandung untuk Peradaban Baru Islam

Sejak IAIN SunanGunungDjati Bandung berdiri yakni pada tanggal 8 April 1968,kemudian bertransformasimenjadi UIN  pada 10 Oktober 2005, mencapai usia yang ke-48, suka maupun duka, alhamdulillah telah kita rasakan bersama.Kondisi UIN SGD Bandung sekarang menurut saya cenderung lebih baik. Ke depan kita berharap bahwa UIN SGD bukan hanya sekedar “ada” tetapi terus “mengada”. Artinya UIN SGD Bandung benar-benar menghadirkan dirinya sebagai universitas Islam yang disegani karena tangguh keilmuannya, kuat akhlaknya, modern pengelolaannya dan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh semua orang. 
   
Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,
Menapaki usia yang ke-48, banyak hal yang telah dilakukan oleh UIN SGD Bandung dalam upaya menyejajarkan dirinya dengan perguruan tinggi lain, baik di level nasional, regional maupun internasional. Saat ini kami melanjutkan semangat rektor-rektor terdahulu untuk menggapai “menjadi universitas Islam negeriyang unggul dan kompetitif di ASEAN tahun 2025, berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak al karÄ«mah”.

Dahulu, 11 tahun yang lalu, begitu banyak orang meragukan IAIN SGD Bandung berubah menjadi UIN. Ada kekhawatiran, ciri keislaman kampus kita akan hilang. Alhamdulillah wa syukurillah sampai hari ini kekhawatiran tersebut belum terbukti, dan harus kita buktikan dengan serius bahwa itu tidak akan pernah terbukti.

Belajar dari kasus perubahan kelembagaan di atas, tidak ada yang tidak mungkin kita raih selama kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan gagasan dan cita-cita bersama kita, seraya terus-menerus memohon ridha Allah swt. Kita sudah memiliki beberapa kegiatan yang bertaraf ASEAN bahkan internasional, misalnyaInternational Conference On Islam In Malay World (Icon-Imad).

Bingkai akhlak al karīmah menjadi penting karena dewasa ini, para ilmuwan bukan hanya dituntut untuk mengembangkan dan menemukan ilmu baru, tetapi juga para ilmuwan ditagih untuk selalu bertanggung jawab atas kemungkinan dan dampak terburuk dari hasil temuannya (context of discovery) agar menjadi rahmat bagi seluruh alam. Perubahan iklim itu nyata-nyata sedang terjadi. Pemanasan global mempercepat pencairan es di Antartika dan menambah tinggi permukaan air laut. Kehidupan masyarakat pesisir terancam. Delta Nil di Mesir, Laut Baltik di Polandia, hingga kepulauan di Pasifik, bahkan pulau-pulau kecil di Indonesia, per 2100 diperkirakan akan hilang tenggelam. Dalam menyelesaikan persoalan iklim tersebut, para ilmuwan tidak hanya cukup dengan berkonferensi lalu bersepakat di atas kertas untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca global tetapi lebih dari itu perlu komitmen untuk menyadarkan semua pihak bahwa tugas manusia lahir kedunia itu bukan untuk mengeksploitasi alam semesta melainkan untuk memakmurkannya (Q.S. Hūd: 61).

Di masa depan, dunia ini akan kelebihan orang-orang pintar dan cekatan tetapi kekurangan orang-orang shaleh dan beriman. Di masa depan dunia akan mengalami kelebihan orang-orang kaya akan tetapi kekurangn manusia dermawan. Di masa depan kita akan kelebihan orang yang mencari tempat hiburan akan tetapi kesulitan mencari waktu luang untuk merenungkan ke arah mana jalan menuju pulang.
Pada tahun 2050, kira-kira 70% lowongan pekerjaan akan diambil alih oleh robot. Indikasi ini sudah terlihat di perusahan besar Foxconn. Perusahaan ini sekarang telah mempekerjakan 300.000 robot dan mengembangkan salah satunya robot pengantar makanan (pizza) yang di dalam perut robot tersebut ada pemanas makanan otomatis. Berarti karyawan jasa antar-jemput makanan sudah mulai terancam. Katakanlah, jika 50% saja lowongan kerja manusia diambil alih oleh robot. Miliaran manusia akan kehilangan pekerjaan! Sementara semakin banyak manusia yang pintar dan terampil melalui universitas yang berlomba-lomba meluluskan manusia berpengetahuan dan berketerampilan tinggi (sarat numerat dan literat) tetapi tidak berakhlakul karimah.

Disinilah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus menemukan ceruk-ceruk hukum kehidupan yang tengah mengalami kegelapan untuk dapat kita isi dengan misi pencerahan keagamaan yaitu akhlak al karīmah atau spiritualitas yang dinamis dan toleran serta berbasis akhlakul karimah. Nilai-nilai wahyu memandu ilmu yang dikemas oleh UIN SGD Bandung dalam perilaku sufisme-universal akhlak al karīmah dan falsafah al dirāyah al Islamiyyah diharapkan dapat membuka jalan untuk melahirkan orang-orang pintar namun tetap beriman dan bertaqwa kepada Yang Maha Kuasa.

Pelajaran. Suksesnya IAIN berubah menjadi UINmenyadarkan kita bahwa untuk meraih kemajuan,kita semua harus mau berubah dan terus berubah. Bagaimanapun juga kita harus menyadari bahwa perubahan itu adalah syarat untuk mencapai kemajuan. Karenanya, jika syarat kemajuan itu adalah perubahan maka rukunnya adalah perbaikan.Ketika hal ini kita camkan bersama insyaallah tidak akan ada lagi cerita, sivitas akademika UIN SGD Bandung yang menuntut perubahan namun dilakukan dengan cara-cara yang berseberangan dengan kemajuan. Untuk itu jadilah mahasiswa pembelajara yang rahmatan lil alamin. Jadilah dosen dan karyawan yang mengedepankan poin daripada coin karena tidak ada yang mau mengubah kampus ini menjadi lebih baik! Kecuali diri kita sendiri (Q.S.Ar-ra’du/13:11).
   
Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,
Dunia di luar kampus itu penuh dengan ketidakpastian.Masalah yang muncul begitu beragam dan datang silih berganti.Mulai dari  gempa bumi, tsunami, gerhana matahari, gunung meletus, longsor, banjir, perubahan iklim, teroris, pembajakan, sengketa teritorial, suksesi politik, perang, hingga korupsi,semua niscayaterjadi. Dunia pendidikan tinggi pun terkena imbasnya. Kurikulum Perguruan Tinggiyang dulu murni berbasis Kompetensi berubah menjadi Kurikulum mengacu KKNI karena tuntutan global dari kebijakan UNESCO serta untukmengantisipasi pemberlakuan MEA, AFTA, APEC, WTO, dsb. DIKTI yang duluberada di Kemendikbud kini dipindah ke Kemenristek menjadi Kemenristekdikti,sehingga orientasi perguruan tinggi yang sebelumnya didominasi oleh kegiatan pendidikan dan pengajaran kini bergeser ke bidang penelitian, publikasi ilmiah dan perolehan HAKI dan Paten.

UIN SGD Bandung, sebagai bagian dari dunia global pendidikan tinggi, otomatis harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman; kurikulum harus berubah, perpustakaan yang saat ini sudah berbasis digital, laboratorium harus terpadu, dosen dan pegawai harus profesional, para pejabat kampus harus proaktif dan berkinerja tinggi, penelitian harus berkualitas danterbitan-terbitan berkala ilmiah pun harus bereputasi internasional. Pendeknya kita harus siap mengubah paradigma, pola pikir dan perilaku kehidupan kampus kita secara cepat dan terencana dengan baik.

Peradaban baru Islam adalah panggung pembelajaran bersama manusia-manusia numerat, literat dan moderat,oleh karena itu UIN SGD Bandung tidak boleh tertinggal dan tenggelam dalam dunianya sendiri. Kampus kita harus berperan lebih aktif lagi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat, bangsa dan dunia internasional. Kampus kita harus berani dan bisa bersaing dengan kampus-kampus lain baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Mau tidak mau kampus kita juga harus berkolaborasi dengan kebutuhan dunia industri, asosiasi-asosiasi profesi dan keilmuan serta dengan pemerintah. Oleh karena itu sejumlah perubahan paradigma harus ditempuh oleh UIN SGD Bandung agar bisa bertahan dan berkembang sebagai universitas negeri Islam yang mampu menghadirkan peradaban baru Islam.

PENTINGNYA PERUBAHAN SERING SAYA ILUSTRASIKAN DENGAN CERITA KECEBONG/BURUY (sunda)

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,    
Pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2016, rektor ITB, UNPAD dan UPI kita undang untuk menyamakan visi bahwa kampus-kampus di Jawa Barat harus berperan aktif membangun Jawa Barat. Minimal dengan silaturrahmi  dan berjamaah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang rakhmatan lil alamiin. Konteks kearifan lokal dan potensi kedaerahan dapat menjadi pengikat kerja sama tersebut, dan kita berharap jamaah UIN SGD Bandung bukan hanya menjadi penggembira tetapi menjadi aktor sesungguhnya dalam konteks tersebut.

Ada tiga isu strategis yang akan kita garap yaitu 1) membangun infrastruktur yang modern 2) meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan 3) melestarikan nilai-nilai filosofis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak al karīmah.

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia,   
Dies ke 48 ini menjadi momentum untuk mulai kerja sama dan sama-sama bekerja membangun UIN SGD Bandung. Tema uinnovation and exhibition merupakan tema khas generasi Y (milenia). Inovasi dan eksibisi menjadi dua konsep yang tidak terpisahkan. Inovasi menunjukkan bahwa uiners (kita) punya karya-karya alternatif dan daya kreatif. Sementara eksibisi memberi inspirasi kepada seluruh uiners (kita) semangat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi informasi dan memublikasikan sebanyak mungkin kepada khalayak luas bahwa UIN SGD Bandung itu memang unggul dan kompetitif.

Inovasi tiada henti akan berdampak pada kualitas kelembagaan UIN SGD Bandung. Tata kelola kelembagaan diharapkan akan lebih modern, terbuka dan akuntabel sehingga pada gilirannya akan terwujud kampus yang mandiri secara finansial dan otonom secara akademik.

Dibidang akademik, hingga tahun 2016 ini, prodi-prodi yang terakreditasi A baru ada 12prodi dari prodi program sarjana. Sedangkan dari 12 program magister dan 4 program doktor, rata-rata baru mendapatkan akreditasi B. Berarti kita harus bekerja lebih giat lagi untuk meraih sebanyak mungkin prodi yang yang memperoleh akreditasi A, baik untuk program sarjana, magister maupun doktor sehingga akreditasi institusi pun bisa menjadi A. Kuncinya adalah peningkatan kualitas tenaga pendidik, kependidikan dan mahasiswa. Sengaja, pada acara dies kali ini diselenggarakan pemilihan tenaga pendidik, kependidikan bahkan mahasiswa teladan (UIN Bandung Award). Hal ini semata-mata untuk memicu dan memacu agar SDM kampus kita senantiasa berprestasi dan berakhlak mulia.

Bapak, Ibu, hadiri yang berbahagia,
Peradaban baru Islam adalah motor penggerak dalam memajukan identitas kemanusiaan yang serba sarat pengetahuan dan keterampilan sekaligus berpegang teguh pada moral dan spiritual. Khatmul Qur’an bersama (1 April 2016) di Gedung Multipurpose semoga menjadi setitik embun yang bisa menyadarkan kepada diri kita semua bahwa tanpa ridha-Nya apa yang kita cita-citakan sulit dicapai. Oleh karena itu mulai detik ini, kita harus bekerja dan berjuang besama-sama untuk mewujudkan inovasi UIN SGD Bandung untuk peradaban baru Islam melalui sosok ilmuan yang berkepribadian muslim dan menjadi problem solver. Mari kita realisasikan cita-cita tersebut dengan ikhtiar maskimal dan do’a. []

PIDATO REKTOR UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

PADA RAPAT TERBUKA SENAT  DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-48

Bandung, Jumat,8 April 2016 M/1 Rajab 1437 H