UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Inilah Susunan Panitian OPAK 2016

[www.uinsgd.ac.id] Penerimaan Mahasiswa Baru 2016 UIN SGD Bandung telah usai, persiapan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) pun telah dilakukan sejak pekan lalu. Rapat yang diselenggarakan di Gedung Aula Student Center lantai satu, Selasa (26/07/2016) itu membahas kebijakan OPAK terkait mahasiswa baru dan pemilihan ketua, sekertaris, bendahara, serta divisi-divisi panitia OPAK yang dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 29, 30, dan 31 Agustus 2016.

Rapat yang berlangsung tertutup itu dihadiri oleh delegasi dari seluruh fakultas serta Wakil Rektor (Warek) III bagian Kemahasiswaan, Muhtar Solihin dan jajaran Wakil Dekan (Wadek) III di UIN SGD Bandung. Muhtar menekankan sikap pertanggung jawaban terkait pelaksanaan OPAK sangat dibutuhkan apalagi dalam transparansi dana haruslah jelas. Ia juga menyerahkan mekanisme pemilihan jajaran ex-officio kepada peserta rapat.

Selanjutnya, Wakil Dekan III fakultas Psikologi, Sarbini membacaan struktur kepanitiaan OPAK yang terdiri dari Pelindung (Rektor), Penanggungjawab (Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan), panitia pengarah terdiri dosen dan ketua Senat Mahasiwa (Sema), ketua pelaksana terdiri dari dosen atau mahasiswa dan jajaran kepanitian sekertaris, bendahara dan seksi divisi-divisi terdiri dari mahasiswa.

Syarat-syarat untuk menjadi panitia OPAK harus memenuhi beberapa kriteria yaitu, Terdaftar sebagai mahasiswa aktif UIN SGD Bandung (minimal semester 4 dan maksimal semester 8), IPK minimal 3.00 dibuktikan dengan menunjukan Kartu Hasil Studi (KHS) yang sah, Memiliki loyalitas yang tinggi kepada almamater, Mengerti kode etik mahasiswa atau tidak pernah menerima sanksi, Mengikuti dan dinyatakan lulus OPAK, Bersedia mengikuti peraturan OPAK yang berlaku di PTN/PTAIN, Memiliki sifat jujur, amanah dan bertanggung jawab.

Peserta rapat mengajukan pemilihan ex-officio dengan sistem paket. Hal tersebut dilakukan setelah Warek III mengusulkan pemilihan dengan sistem formatur. Peserta delegasi mengajukan nama kandidat dalam satu paket yang terdiri ketua pekasana, sekretaris dan bendahara. Kemudian tersedia lima paket yang dapat dipilih oleh masing-masing peserta delegasi untuk menentukan jajaran ex-officio.

Pada akhir pemilihan, ex officio OPAK dimenangkan oleh paket nomor dua dengan perolehan suara sebanyak 41 suara, yaitu Mochammad Fahmi Jurusan Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum sebagai Ketua pelaksana OPAK; Abdurrahman Ghifar, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai Sekretaris; dan M. Syahrul Fadly, Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Politik sebagai Bendahara.

Setelah terpilihnya Ex-officio pelaksana OPAK Kepala Bagian Kemahasiswaan UIN SGD Bandung, Asep Saepudin Malik mengatakan OPAK tahun ini harus bertanggung jawab terhadap seluruh Kegiatan Pelaksanaan OPAK. “Semua unsur baik dari mahasiswa, dosen atau unsur pimpinan bertugas memantau jalannya OPAK,” kata Asep.

Ketua Pelaksana Opak, Mochammad Fahmi mempunyai strategi agar tidak terjadi  permasalahan mengenai keterlambatan jas almamater dan sertifikat OPAK seperti tahun lalu. “ Kita sudah punya rencana mengenai jas almamater dan sertifikat, yaitu dengan tertib administrasi,” Ujar Fahmi. [Yulita Bonita, Edi Prasetyo/Suaka]