UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Inilah Alasan Penerapan Jam Malam

[www.uinsgd.ac.id] UIN Bandung beberapa pekan terakhir ini menerapkan jam malam di lingkungan kampusnya sebagai salah satu upaya pengamanan SC (Student Center). Hal ini diakui oleh Muhammad Ridwan, salah satu petugas keamanan Student Center UIN Bandung. “Tujuannya mah tetep, untuk pengamanan itu sendiri, kata Ridwan.

Penerapan jam malam ini sebetulnya sudah lama telah ada peraturannya, walaupun baru akhir-akhir ini direalisasikan. “Sebetulnya udah lama, sudah setahun berjalan , Alhamdulillah, ” lanjutnya.

Ridwan melanjutkan bahwa sebelumnya memang jam malam itu dimulai pukul 23.00 wib, sementara sekarang berubah menjadi pukul 20.30 wib. Saat itulah baik lampu maupun aliran listrik setiap sekretariat UKM dimatikan. Pria kelahiran Bandung itu pun mengakui kebijakan yang dijalankannya dari rektorat itu akan memberatkan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan UKM nya masing-masing. Namun, ia juga mengklaim nantinya mahasiswa juga akan terbiasa pada jam malam ini, walau sebelumnya menyatakan protes.

Menanggapi hal tersebut , Fikri Aqsmaul Gholassahma, salah seorang aktivis UKM di UIN Bandung ini angkat bicara menanggapi persoalan ini, saat dikunjungi Jurnalpos (24/11). Menurutnya, waktu malam itu sangat berharga, khususnya bagi UKM yang sedang ia pimpin saat ini. “Kalau di LPIK mah waktu malam itu berharga banget,” ungkap Fikri.

Mahasiswa jurusan KPI itu kemudian menyayangkan dengan kebijakan jam malam ini. Alasannya karena salah satu  program penting UKM nya tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi saat pemadaman listrik semakin maju, yang tadinya pukul 22.00 wib, kini lebih maju 90 menit.

Bila tadi Ridwan sebagai petugas keamanan mengklaim jam malam ini semata-mata untuk pengamanan SC, lain halnya dengan Fikri yang menganggap ini sebagai upaya kampus untuk mengikis daya kritis mahasiswa. “Saya mah bacanya pola-pola yang dipakai birokrat kampus tuh seolah-olah kaya mulai mengikis daya kritis mahasiswa. Salah satunya dengan cara apa, dengan cara mengurangi intensitas mereka berkegiatan di luar kelas,” pungkasnya.[Abdul Hamid, Ifka Azmi Fauziah/Jurnalpos]