UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Ilkom UIN SGD Bandung Raih Peringkat A Akreditasi BAN-PT

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mendapat akreditasi peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan tersebut dikeluarkan BAN-PT, Selasa, (23/7).

Menurut Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komuikasi UIN Bandung Darajat Wibawa, perolehan peringkat akreditasi tersebut tidaklah mudah. Sebab, diperlukan persiapan yang sangat matang dan paripurna dalam mengisi setiap standar yang ditetapkan.

 “Pengerjaan borang tidak bisa dilakukan secara singkat, karena memerlukan keterlibatan program studi, fakultas dan universitas, sebab ketiganya memiliki keterkaitan secara khuusus, terutama dalam masalah data, aturan dan ketentuan yang saling berkait,” ujar Darajat.

Borang adalah alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi yang digunakan oleh BAN-PT untuk menilai mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi. Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung Asep Saeful Muhtadi, perolehan akreditasi peringkat A tersebut mengisyaratkan mutu akademik yang dibangun oleh PS Ilmu Komunukasi sangat tepat dan membanggakan.

“Akreditasi Peringkat A bagi PS Ilmu Komunikasi dengan sendirinya akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap proses pendidikan di PS Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung, ujar Asep.

Asep yang juga sesepuh PS Ilmu Komunikasi UIN Bandung, menambahkan, diraihnya akreditasi peringkat A oleh PS Ilmu Komunikasi bisa menjadi beban tersendiri bagi pengelola PS Ilmu Komunikasi. Sebab ada kewajiban untuk mempertahakan peringkat tersebut dikemudian hari, tepatnya 4 tahun berikutnya. Untuk itu jangan sampai terlena, bahkan harus tetap bekerja keras dan cerdas sehingga bisa mempertahankan peringkat tersebut dikemudian hari.

Terpisah, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UIN Bandung Dindin Jamaluddin mengatakan  proses akreditasi adalah sebuah kinerja panjang yang perlu maksimal dan mencakup segala aspek yang secara komprehensif dan perlu berjalan dengan baik.  “Salah satu prinsip penjaminan mutu adalah continuous improvement. Jadi setelah mendapatkan akreditasi A, bukan berarti diam dan berleha-leha, tapi menyiapkan peningkatan standar untuk mencapai pelayanan yang maksimal,“ kata Dindin.

Sumber, Republika 26 Juli 2019, 19:28 WIB