UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Humas Siap Hadapi Tantangan Zaman

[uinsgd.ac.id] Dalam dunia kerja, tantangan yang  harus dihadapi seorang public relations (PR) semakin sulit selaras dengan perkembangan zaman, pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis sangatlah penting, dan bisa didapat dengan mempelajari ilmu kehumasan. Hal ini diungkapkan Asep Saeful Muhtadi guru besar ilmu Komunikasi UIN Bandung saat memberikan materi dalam acara seminar Stadium Generale, Jum’at (09/03) di Auditoirum Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Seorang praktisi PR haruslah bersikap terbuka terhadap teknologi informasi dan komunikatif. “Kita harus beranggapan bahwa dunia itu global dalam artian dunia yang satu. Kuasai bahasa, terutama bahasa inggris. Karena kita harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun,” tambah Asep Samuh sapaan akrabnya.Hampir senada dengan Asep, Luthfie Hanie lebih menekankan pada tiga aspek penting yang harus dimiliki seorang Public Relations, yakni korelasi inti (akhlak), korelasi peran, dan korelasi teknik. “Akhlak menyangkut kepribadian PR, peran mengenai pemahaman tugas dan peran profesinya, dan teknik merupakan pengaplikasian dari pemahaman dan akan terlihat pada kinerja PR tersebut,” ungkap Luthfie Hanie sebagai public relations officer.Acara yang diselenggarakan mahasiswa jurusan Humas bekerjasama dengan PT. Indonesia Power tersebut, mengundang Nesya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Humas ikut memberikan komentarnya. “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa jurusan Humas, dengan mengikuti acara yang bertema tentang Peluang dan Tantangan Public Relation 2012 ini bisa dijadikan sebagai bekal kami untuk mempersiapkan  dan menghadapi tantangan zaman agar menjadi PR profesional dari sisi akademis maupun praktis,” ujarnya.[] Nirra/Suaka.

[uinsgd.ac.id] Dalam dunia kerja, tantangan yang  harus dihadapi seorang public relations (PR) semakin sulit selaras dengan perkembangan zaman, pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis sangatlah penting, dan bisa didapat dengan mempelajari ilmu kehumasan. Hal ini diungkapkan Asep Saeful Muhtadi guru besar ilmu Komunikasi UIN Bandung saat memberikan materi dalam acara seminar Stadium Generale, Jum’at (09/03) di Auditoirum Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Seorang praktisi PR haruslah bersikap terbuka terhadap teknologi informasi dan komunikatif. “Kita harus beranggapan bahwa dunia itu global dalam artian dunia yang satu. Kuasai bahasa, terutama bahasa inggris. Karena kita harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun,” tambah Asep Samuh sapaan akrabnya.Hampir senada dengan Asep, Luthfie Hanie lebih menekankan pada tiga aspek penting yang harus dimiliki seorang Public Relations, yakni korelasi inti (akhlak), korelasi peran, dan korelasi teknik. “Akhlak menyangkut kepribadian PR, peran mengenai pemahaman tugas dan peran profesinya, dan teknik merupakan pengaplikasian dari pemahaman dan akan terlihat pada kinerja PR tersebut,” ungkap Luthfie Hanie sebagai public relations officer.Acara yang diselenggarakan mahasiswa jurusan Humas bekerjasama dengan PT. Indonesia Power tersebut, mengundang Nesya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Humas ikut memberikan komentarnya. “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa jurusan Humas, dengan mengikuti acara yang bertema tentang Peluang dan Tantangan Public Relation 2012 ini bisa dijadikan sebagai bekal kami untuk mempersiapkan  dan menghadapi tantangan zaman agar menjadi PR profesional dari sisi akademis maupun praktis,” ujarnya.[] Nirra/Suaka.

[uinsgd.ac.id] Dalam dunia kerja, tantangan yang  harus dihadapi seorang public relations (PR) semakin sulit selaras dengan perkembangan zaman, pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis sangatlah penting, dan bisa didapat dengan mempelajari ilmu kehumasan. Hal ini diungkapkan Asep Saeful Muhtadi guru besar ilmu Komunikasi UIN Bandung saat memberikan materi dalam acara seminar Stadium Generale, Jum’at (09/03) di Auditoirum Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Seorang praktisi PR haruslah bersikap terbuka terhadap teknologi informasi dan komunikatif. “Kita harus beranggapan bahwa dunia itu global dalam artian dunia yang satu. Kuasai bahasa, terutama bahasa inggris. Karena kita harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun,” tambah Asep Samuh sapaan akrabnya.Hampir senada dengan Asep, Luthfie Hanie lebih menekankan pada tiga aspek penting yang harus dimiliki seorang Public Relations, yakni korelasi inti (akhlak), korelasi peran, dan korelasi teknik. “Akhlak menyangkut kepribadian PR, peran mengenai pemahaman tugas dan peran profesinya, dan teknik merupakan pengaplikasian dari pemahaman dan akan terlihat pada kinerja PR tersebut,” ungkap Luthfie Hanie sebagai public relations officer.Acara yang diselenggarakan mahasiswa jurusan Humas bekerjasama dengan PT. Indonesia Power tersebut, mengundang Nesya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Humas ikut memberikan komentarnya. “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa jurusan Humas, dengan mengikuti acara yang bertema tentang Peluang dan Tantangan Public Relation 2012 ini bisa dijadikan sebagai bekal kami untuk mempersiapkan  dan menghadapi tantangan zaman agar menjadi PR profesional dari sisi akademis maupun praktis,” ujarnya.[] Nirra/Suaka.

[uinsgd.ac.id] Dalam dunia kerja, tantangan yang  harus dihadapi seorang public relations (PR) semakin sulit selaras dengan perkembangan zaman, pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis sangatlah penting, dan bisa didapat dengan mempelajari ilmu kehumasan. Hal ini diungkapkan Asep Saeful Muhtadi guru besar ilmu Komunikasi UIN Bandung saat memberikan materi dalam acara seminar Stadium Generale, Jum’at (09/03) di Auditoirum Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Seorang praktisi PR haruslah bersikap terbuka terhadap teknologi informasi dan komunikatif. “Kita harus beranggapan bahwa dunia itu global dalam artian dunia yang satu. Kuasai bahasa, terutama bahasa inggris. Karena kita harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun,” tambah Asep Samuh sapaan akrabnya.Hampir senada dengan Asep, Luthfie Hanie lebih menekankan pada tiga aspek penting yang harus dimiliki seorang Public Relations, yakni korelasi inti (akhlak), korelasi peran, dan korelasi teknik. “Akhlak menyangkut kepribadian PR, peran mengenai pemahaman tugas dan peran profesinya, dan teknik merupakan pengaplikasian dari pemahaman dan akan terlihat pada kinerja PR tersebut,” ungkap Luthfie Hanie sebagai public relations officer.Acara yang diselenggarakan mahasiswa jurusan Humas bekerjasama dengan PT. Indonesia Power tersebut, mengundang Nesya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Humas ikut memberikan komentarnya. “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa jurusan Humas, dengan mengikuti acara yang bertema tentang Peluang dan Tantangan Public Relation 2012 ini bisa dijadikan sebagai bekal kami untuk mempersiapkan  dan menghadapi tantangan zaman agar menjadi PR profesional dari sisi akademis maupun praktis,” ujarnya.[] Nirra/Suaka.

[uinsgd.ac.id] Dalam dunia kerja, tantangan yang  harus dihadapi seorang public relations (PR) semakin sulit selaras dengan perkembangan zaman, pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis sangatlah penting, dan bisa didapat dengan mempelajari ilmu kehumasan. Hal ini diungkapkan Asep Saeful Muhtadi guru besar ilmu Komunikasi UIN Bandung saat memberikan materi dalam acara seminar Stadium Generale, Jum’at (09/03) di Auditoirum Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Seorang praktisi PR haruslah bersikap terbuka terhadap teknologi informasi dan komunikatif. “Kita harus beranggapan bahwa dunia itu global dalam artian dunia yang satu. Kuasai bahasa, terutama bahasa inggris. Karena kita harus bisa berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun,” tambah Asep Samuh sapaan akrabnya.Hampir senada dengan Asep, Luthfie Hanie lebih menekankan pada tiga aspek penting yang harus dimiliki seorang Public Relations, yakni korelasi inti (akhlak), korelasi peran, dan korelasi teknik. “Akhlak menyangkut kepribadian PR, peran mengenai pemahaman tugas dan peran profesinya, dan teknik merupakan pengaplikasian dari pemahaman dan akan terlihat pada kinerja PR tersebut,” ungkap Luthfie Hanie sebagai public relations officer.Acara yang diselenggarakan mahasiswa jurusan Humas bekerjasama dengan PT. Indonesia Power tersebut, mengundang Nesya selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Humas ikut memberikan komentarnya. “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa jurusan Humas, dengan mengikuti acara yang bertema tentang Peluang dan Tantangan Public Relation 2012 ini bisa dijadikan sebagai bekal kami untuk mempersiapkan  dan menghadapi tantangan zaman agar menjadi PR profesional dari sisi akademis maupun praktis,” ujarnya.[] Nirra/Suaka.