UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

HMJ MKS Gelar Seminar Nasional Penguatan Ekonomi Islam

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Ekonomi Islam Untuk Kemajuan Pembangunan Ekonomi Indonesia Menuju Lima Besar Kekuatan Ekonomi Dunia” dengan menghadirkan narasumber: Agus Prasetyo Laksono (Direktorat Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI), Taufik Saleh (Kepala Devisi Advisory Ekonomi dan Keuangan BI), Reza Sadat Shahmeini (Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat), Wijayanto (Kepala Grup Dana dan Haji BRI Syariah) dipandu oleh Bella Saftariani yang diadakan di Aula Abdjan Soelaeman, Selasa (30/04/2019).

Acara Seminar Nasional ini merupakan rangkaian dari agenda tahunan Semarak Dunia Ekonomi Islam (SDEI) VII yang dibuka secara resmi Wakil Dekan 1 FSH, Dr. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag. Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 FSH  menyampaikan bahwa dengan adanya jurusan Manajemen Keuangan Syariah “memberikan warna bagi lembaga kembaga keuangan syariah. Hal ini menjadi penunjang besar dalam perkembangannya. Saya atas nama Fakultas sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Nasional ini,” tegasnya.

Bagi Ketua Jurusan MKS, Dr. Deni K Yusup, M.Ag menjelaskan bahwa peran ekonomi Islam begitu sangat besar, “untuk itu mahasiswa dan mahasisi MKS harus mempunyai bekal nantinya sebagai penggerak sekaligus pelaku ekonomi Islam demi kemajuan bangsa dan negara mapupun di dunia,” paparnya..

Seminar Nasional ini membahas tentang bagaimana peran Kemenkeu serta lembaga keuangan untuk mensinergiskan pembangunan ekonomi Islam di Indonesia. Reza Sadat Shahmeini, menjelaskan tentang pentingnya pasar modal di Indonesia sejalan dengan perkembangan teknologi “saat ini mahasiswa tak perlu takut untuk menginvestasikan sahamnya,” pesannya.

Wijayanto, mengajak audiens supaya peka terhadap teknologi saat ini, “peran perbankan syariah di era digital ini menjadi penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itu mahasiswa barus terlibat dalam penguatan ekonomi Islam,” paparnya.

Taufik Saleh mengulas soal pentingnya penguatan ekonomi Islam untuk kemajuan pengembangan ekonomi Indonesia. Inovasi menjadi faktor krusial untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi keuangan syariah. “Selain teknologi di bidang jasa keuangan (fintech) yang potensinya sangat besar, inovasi dalam produk dan instrumen keuangan syariah juga menyisakan banyak tempat untuk dimanfaatkan,” jelasnya

Agus Prasetyo Laksono menjelaskan tentang peran sukuk negara dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Salah satu produk yang paling sering dikaitkan dengan inovasi keuangan syariah adalah obligasi syariah (sukuk). Inovasi dalam memoles sukuk diakui menjadi faktor pendorong gencarnya penerbitan sukuk.

Fadhila Rasyid, salah seorang peserta Seminar Nasional sangat mengapresiasi acara ini, “Acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mahasiswa MKS karena mampu menghadirkan berbagai pemateri, apalagi pemateri dari Kemenkeu, itu sungguh luar biasa,” pungkasnya. (Maisy Kamiswari)