UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Hak Paten-kan Karya Unggulan Mahasiswa KKN

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN Sunan Djati Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si meminta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk memperjuangkan Hak Paten hasil temuan atau karya kreatif mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas). Ini penting agar hasil karya mereka bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat luas.

“Kalau perlu kita anggarkan dana untuk mengurus hak paten hasil karya unggulan mahasiswa KKN,” tegas Rektor saat membuka KKN Sisdamas 2017 di Aula Anwar Musaddad, Bandung, Senin (31/07/2017).  Hadir dalam kesempatan itu para Wakil Rektor, para pajabat rektorat, para dekan, dan dosen pembimbing lapangan (DPL). 

Rektor tidak lupa berpesan kepada peserta KKN Sisdamas agar bisa menjaga nama baik UIN SGD Bandung di mata masyarakat, dengan berprilaku baik. “Berilah contoh masyarakat  dengan akhlak mulia. Ubah cara berpikir mereka tentang Islam berwawasan kebhinekaan, Islam rahmatan lil alamin,” ujar Rektor, yang selalu bangga bahwa KKN Sisdamas ini menjadi pencontohan bagi perguruan tinggi lainnya. 

Ketua LP2M UIN Bandung Dr Munir, MA menjelaskan,  tujuan KKN Sisdamas adalah terjalinnya interaksi, pemahaman dan kepedulian mahasiswa dari berbagai prodi dalam memberdayakan masyarakat dan menerapkan beragam keterampilan memecahkan masalah berbasis kom­petensi prodi, terpadu, dan inter­disipliner yang menekankan pada pem­berdayaan masya­rakat dapat dicapai.\

“Kami berharap mahasiswa UIN Bandung melebur dengan masyarakat, dan mampu membeikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemajuan sebuah desa,” kata Dr Munir, seraya menegaskan bahwa KKN kali ini adalah penyelenggaraan pertama bagi semester VI, yang semula semester VII. Dengan harapan, mahasiswa akan lebih cepat menyelesaikan sudinya. 

Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M Dr H Ramdani Wahyu S, M.Ag, M.Si melaporkan bahwa ada 330 produk buku hasil laporan KKN tahun lalu yang sedang diusulkan ISBN-nya. Selain itu ada 23 produk kuliner unggulan hasil temuan mahasiswa KKN, yang bisa diusulkan hak patennya.  

KKN kali ini diikuti oleh 4.657 mahasiswa: ke Kota Banjar 1.085, Kab Majalengka 1.432, Kab Bandung 1.356, dan KBB 782. Mereka disebar ke 19 kecamatan dan 110 desa. “Untuk lokasi Kab Majalengka dan Kota Banjar  diberangkatkan 1 Agustus, sementara Kab Bandung dan Kab Bandung Barat pada 2 Agustus,” jelasnya.[nanang sungkawa]