UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Guru Harus Cinta Tanah Air & IT

Mewujudkan madrasah hebat dan bermartabat, selain perlu didukung kompetisi guru dalam menyampaikan materi pengajaran. Juga harus ditopang dengan penguasaan teknologi, cinta tanah air dan mengajarkan ajaran Islam yang ramah, damai serta moderat.

Demikian disampaikan Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si saat memberikan sambutan pada acara Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Provinsi Jawa Barat bertajuk “Menuju Madrasah Hebat Bermartabat” yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II Kota Bandung, Selasa (80/01).

“Dalam situasi sekarang untuk IT itu sudah seperti NKRI, harga mati. Jadi untuk membangun guru madrasah yang hebat dan bermartabat itu guru-gurunya harus menguasai IT, memiliki wawasan kebangsaan berupa cinta tanah air, ” ujar

Hubungan Islam dengan cinta tanah air ini sudah final. Hal ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh Hadratussyaikh tentang cinta tanah air. Hubbul Wathon Minal Iman.

“Jika guru madrasah tidak memiliki wawasan cinta tanah air, persatuan, persaudaraan, maka lulusanya tidak akan melahirkan siswa yang radikal, ekstrim, melainkan Islam yang mengajarkan kesejukan, perdamaian, kerukunan dan moderat,” jelasnya.

Rektor menegaskan memang tidak salah bila para ulama mengatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). “Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi yang sangat tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini untuk menjadikan guru madrasah hebat dan bermartabat,” paparnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, diceritakan Rasulullah sendiri pernah mengungkapkan rasa cintanya terhadap Makkah, tanah kelahirannya saat berhijrah.

“Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu” .

“Karena kecintaan Rasul pada Makkah saat 40 kaki melangkah, Nabi menoleh kebelakang untuk melakukan hijrah ke kota Yatsrib (Madinah) sambil berdoa: Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas guru madrasah henat dan bermartabat ini dilakukan nota kesepahaman (MoU) antara UIN SGD Bandung dengan Kantor Agama Kota Bandung. “MoU ini akan ditindaklanjuti oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dalam rangka membangun guru madrasah hebat dan bermartabat,” optimisnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Yusuf, M.P. mengatakan kerjasama ini diharapkan dapat mendorong guru-guru madrasah untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan begitu cita-cita guru madrasah hebat dan bermartabat ini akan segera terwujud,” pungkasnya. (B-47)

Sumber, Galamedia 9 Januari 2019.