UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Gunakan Kursi Roda, Nailatudz tetap Optimis Lulus PBSB 2019

Malang tidak dapat ditolak, itulah gambaran dari seorang gadis mungil asal Kabupaten Bogor bernama Nailatudz Dzakirah Nurshalihah/ Kecelakaan yang dialaminya pada Bulan Maret lalu memaksanya untuk bersahabat dengan kursi roda. Bahkan dipenghujung akhir penamatan pendidikan pondok pesantrennya, Nailatudz harus memaksakan dirinya mengikuti ujian kelulusan dengan berbaring di velbed.

Selasa, (17/8), dengan penuh percaya diri dan semangat membara, gadis yang menamatkan pendidikannya dari Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami mengikuti seleksi PBSB Dalam Negeri Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019, Selasa (17/8), di Lecture Hall UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Seperti yang diucapkannya, bahwa tekad mengikuti PBSB ini adalah untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan yang paling penting adalah meringankan beban orang tua.

“Saya memilih Institut Pertanian Bogor dengan pilihan jurusan Nutrisi dan Teknologi Pakan. Kenapa saya memilih ini karena saya sangat tertarik dengan bidang ini yang selanjutnya dapat saya terapkan di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Gadis mungil yang selalu berada di top five peringkat pondok pesantren ini juga mengungkapkan bahwa keinginannya untuk mendapatkan beasiswa ini sudah dipupuknya sejak tingkat tsanawiyah sampai akhirnya lulus Aliyah.

“Selain itu juga saya mengikuti olimpiade-olimpiade di perguruan tinggi. Walaupun belum mendapatkan prestasi di olimpiade tetapi saya menganggapnya dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang saya miliki,” ujarnya.

Tekad dan semangat Nailatudz juga mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya terutama bapaknya yang bernama Soleh. Bapak yang ramah ini pun dengan bangga mengungkapkan bahwa bakat dan kecerdasan Nailatudz sudah terlihat dari sejak kecil.

“Bahkan keinginannya untuk masuk pondok pesantren saat itu sangat kuat sekali. Saya sebagai orang tua hanya memberikan pilihan dan dukungan penuh agar anak saya dapat berhasil dan sukses,” antusias Pak Soleh.

Pak Soleh pun mengakui bahwa sejak kecelakaan motor yang dialami oleh Nailatudz, sempat membuat prestasinya menurun karena gadis mungil ini harus berobat dan terapi demi penyembuhannya.

“Saya terus memberikannya semangat bahkan dukungan fasilitas sebagai alat transportasinya menuju pondok pesantren bahkan hingga sampai ditempat ini. Alhamdulillah, saat ini kakinya mulai membaik menurut hasil rontgen terakhir dan tetap harus terapi berjalan untuk kelancarannya,” cerita Pak Soleh.

Pak Soleh sangat berharap anaknya dapat lulus dan mendapatkan beasiswa seperti yang dicita-citakannya. “Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan saya berharap hasil terbaiknya adalah lulus sehingga Nailatudz dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan cita-citanya,” harapnya. (Novam Scorpiantrien)

Sumber, Kanwil Kemenag Jabar Selasa, 18-06-2019 | 22:47:38