“Gumbrang-Gambreng” Relokasi Sekretariat Ormawa UIN Bandung

[uinsgd.ac.id] Kepala Bagian Umum Al-Jami’ah, Jaenuddin memastikan relokasi sementara sekretariat organisasi mahasiswa (Ormawa) yang bertempat di Gedung Student Center akan dilaksanakan paling lambat 15 November 2011.Hal tersebut berkenaan dengan surat edaran Kementerian Agama UIN SGD Bandung Nomor Un.05/II.4/HM.00/494/2011 tentang Undangan Sosialisasi Pembongkaran Gedung Student Center dan Nomor Un.05/II.4/KS.00/409/2011 tentang Pemberitahuan Rencana Pelaksanaan Pembongkaran antara lain Gedung BRI, Kantor Pos, Pos Satpam, dan Student Center dengan tenggat pelaksanaan 15 November 2011.Sesuai surat edaran tersebut, maka seluruh seluruh gedung tersebut harus dikosongkan selambat-lambatnya 10 November 2011.“Saya pastikan, sebelum tanggal 15 itu sudah kosong, kawan-kawan sudah bisa pindah semua dan saya optimis tempat baru sudah bisa ditempati,” kata Jaenuddin saat ditemui di kantornya, Selasa (08/11).Ia menuturkan relokasi gedung sementara sekretariat sepenuhnya ia serahkan kepada Bagian Kemahasiswaan. “Perincian tempat sesuai dengan kebijakan Kabag. Kemahasiswaan. Kalau saya ngatur langsung agak sulit.”Jaenuddin menjelaskan, sesuai surat edaran Kementerian Agama UIN SGD Bandung, pengosongan Gedung Student Center beserta gedung lainnya paling lambat tanggal 9 November 2011. Namun karena pelaksanaan Lelang Pembongkaran yang harusnya tanggal 2 November mundur dari waktu yang sudah ditentukan hingga 9 November 2011 pukul 15.00 WIB di Gedung Al-Jami’ah. Maka agenda pengosongan pun mundur hingga tanggal 15 November 2011.“Tanggal 9 itu lelangnya, tadinya itu tanggal 2, jadi tanggal 9 harusnya sudah kosong. Tapi sekarang pelaksanaan lelangnya besok jam 3. Jadi tenggang waktunya karena dari pihak pemenang lelang juga harus menyimpan uang jaminan pelaksanaan itu harus ada paling lambat dalam waktu 3 hari. Yang lelangkannya Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Kita hanya menyampaikan paket yang dilelangkan dan jangka waktu pembongkaran. Kalau masih ada barang UKM di sekre, itu harus koordinasi dulu,” tuturnya.Khobir, Staff Bagian Kemahasiswaan menegaskan 3 tempat relokasi sementara sekretariat. Antara lain Asrama Dua Saudara Cipadung, Rumah di Komplek Pertamina dan Rumah di Komplek Permai Cipadung.    “Ya, saya kan cuma mediator. Yang penting, yang ada di Student Center diutamakan. Sebetulnya sudah deal, sudah ngasih NPWP dan KTP. Di dua saudara ada 26 kamar, satu rumah di Pertamina untuk PSM, Teater awal, Menwa dan Permai Cipadung,” kata Khobir.Ucu, Staff Bagian Umum juga membenarkan pernyataan tersebut. “Tempat pertama di dua saudara dengan 26 ruangan, rumah di pertamina, di Permai dengan 20 kamar, dan di permai itu ada ruangan agak gede. Di permai itu untuk Senat Mahasiswa dan Organisasi lainnya selain UKM/UKK,” ungkapnya.Enceng, Kepala Bagian Kemahasiswaan menjelaskan penempatan sekretariat disesuaikan pada bidang dan visi UKM yang digeluti. “Bagusnya teater awal sama PSM terpisah dari UKM lain, karena bisa sangat mengganggu gumbrang-gembrengnya itu,” ungkapnya.Meski demikian, Deti Sopandi, Ketua Umum Woman Student Center (WSC) menilai bahwa relokasi sementara ini masih simpang siur. Ia berpendapat seharusnya ada sosialisasi dan tindak lanjut setelah audiensi bersama jajaran Rektorat dan Kontraktor Pembangunan, Rabu (02/11) lalu itu.Karena setelah audiensi tersebut, tindak lanjut yang dilakukan hanya selembar surat pengosongan tempat dan tenggat waktunya. Dan sampai saat ini, ia beserta UKM lainnya belum mendapatkan informasi pasti tentang gedung relokasi sementara.“Sosialisasi tidak ada kejelasan, misalnya surat kapan tepatnya karena setelah acara rapat bareng rektorat tidak follow up lagi. Misalnya perincian ruangan harusnya sudah turun, ini belum jelas sampai sekarang,” ungkapnya.[Fajar Fauzan – SUAKA UIN Sunan Gunung Djati Bandung] Sumber, Kabar Kampus 11 November 2011

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *