UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Gagasan Rektor UIN SGD Bandung & Harapan Gubernur Jawa Barat

Dalam pertemuan Rektor UIN Bandung dan Gubernur Jawa Barat pada tanggal 19 Maret 2013, Reporter Puskom menyempatkan diri melakukan wawancara dengan kedua tokoh di Jabarini. Tema wawancara yang diajukan seputar peningkatan kualitas lulusan UIN Bandung dan Kontribusinya terhadap upaya pembangunan masyarakat Jawa Barat.

Ahmad Heryawan menilai, bahwa UIN SGD Bandung merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam terbesar di Jawa Barat. Untuk itu, kehadiran UIN SGD Bandung diharapkan bisa bersinergi dengan segala program yang dicanangkan Pemerintahan Propinsi Jabar, bahkan UIN SGD Bandung harus menjadi pelopor pembangunan Jabar dalam memberdayakan umat. Sebagai perguruan tinggi besar, UIN Bandung menjadi representasi pemahaman keislaman dan intelektual, dan karena itu harus berusaha membina umat untuk maju, tertib dan menjadi umat terbaik serta dapat mengayomi umat yang lain. Hidup bersama dalam masyarakat yang multi agama dan kepercayaan, telah dicontohkan dan dipraktekkan oleh Rasulullah sehingga melahirkan Piagam Madinah. Ahmad Heryawan percaya bahwa UIN SGD Bandung mampu berdaya saing dan ikut andil dalam memberdayakan masyarakat Jawa Barat.

Menimpali harapan dan kepercayaan besar Ahmad Heryawan terhadap UIN SGD Bandung, Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum mengatakan, bahwa “UIN Banung akan menyiapkan para mahasiswa dan memdorong lulusannya dapat bersaing dan memberikan kontribusi terhadap upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Untuk itu, UIN Bandung mengupayakan mahasiswa dan lulusannya melalui  empat kompetensi dasar, yaitu : hafal Al-Qur’an minimal juz 30, menguasai komputer dan teknologi, menguasai bahasa Arab dan Inggris, dan mahir dalam membaca kitab kuning bagi mahasiswa lulusan fakultas agama.   Keempat kompetensi dasar ini sebagai respon terhadap empat tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, yaitu disintegrasi umat, kemiskinan, kebodohan, dan pemurtadan.

Sejalan dengan gagasan di atas, Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum pun menambahkan, bahwa tidak sedikit lulusan UIN SGD Bandung menjadi pionir pembangunan dan pemimpin ditengah-tengah masyarakat Jawa Barat. Setidaknya, ada 3 kriteria yang harus dimiliki untuk menjadi pemimpin di Jawab Barat, yaitu : pertama;  Sense of Religious, dalam hal ini Islam karena sebagian besar jumlah pemeluk agama di Jawa barat adalah Islam. Seorang muslim harus memilih pemimpin yang beriman; kedua, Sense of Economi, mengingat Jawa Barat masih banyak yang miskin, tingkat kesejahteraanya kurang dan seorang pemimpin wajib memberikan dan menyediakan lapangan kerja supaya kesejahteraan meningkat; dan ketiga, Sense of Krisis, hal ini berkenaan dengan Jawa barat yang rawan bencana, tanah longsor, dan banjir. Jika seorang pemimpin pada saat bencana banjir tidak hadir langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan moral dan bantuan logistik, maka jiwa kepemimpinnaya diragukan.

Oleh karena itu, Prof Deddy berharap terhadap Gubernur terpilih Jawa Barat ini, “dapat menjadi pemimpin yang integral, tidak hanya mementingkan kelompok dan partainya. Karenanya pemimpin yang terpilih sekarang itu harus bisa berdiri di atas semua golongan dan mengayomi masyarakat supaya hidup sejahtera, mandiri dan dapat meminimalisir segala tindakan yang bisa membuat perpecahan atau disintegrasi umat.”

Untuk mewujudkan harapan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat dan dapat sinerji dengan gagasan dan upaya Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum sebagai Rektor UIN SGD Bandung, maka diadakan Rakor Bersama. Prof. Dr. H. Moh. Najib, M.Ag.sebagai Ketua Pelaksana Rakor Bersama ini memberi alasan, bahwa untuk menciptakan kampus yang lebih baik maka diperlukan kerjasama dengan pihak/instansi terkait. Untuk itu, UIN menyelenggarakan Rakor bersama dengan  melibatkan empat instansi, yaitu Pemprov Jabar, Kanwil Jabar, Balai Diklat dan UIN.  UIN SGD Bandung siap bersinergi dalam membangun dan mensukseskan segala program kerja Jabar. mengingat potensi yang dimiliki UIN secara akademik, kelembagaan, sosial, ekonomi harus ikut berkiprah dalam mewujudkan masyarakat Jabar yang unggul dan maju.[Adeng Muchtar Ghazali/Ibn Ghifarie].