UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Gagasan Masyarakat Syariah ASEAN

Salah satu misi penting untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi Islam di tingkat Asean dalam forum FGD, melalui kerjasama UIN Bandung dengan UITM Malaysia.

Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang memiliki modal Sumber Daya Alam dan modal Sumber Daya Manusia mumpuni untuk membangun masyarakat regional di tingkat Asean. Oleh karena itu, dua negara ini perlu memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat Asia.

Dalam rangka menyambut pemberlakuan masyarakat ekonomi Asean, Indonesia dan Malaysia harus  membangun konsep strategis untuk menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean.

Menurut Saya, konsep strategis yang dapat diusung secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia adalah mengusung pembentukan Masyarakat Syariah ASEAN (ASEAN Syaria Community).

Konsep Masyarakat Syariah Asean  ini adalah gagasan untuk membangun komunitas ASEAN yang berbasis syariah. Saat ini, syariah memainkan peran strategis dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat global, walaupun masih memiliki keterbatasan jangkauan geografis dan ideologis. Secara geografis, syariah masih terbatas dan terfokus di masyarakat Asia Tenggara dan Afrika. Sedangkan secara ideologis, syariah masih belum bisa masuk secara inklusif ke dalam sistem idiologi lain. 

Menurut saya, untuk membentuk Masyarakat Syariah ASEAN perlu dikembangkan teori level syariah, yaitu pelaksanaan syariah secara graduasi. Level mana yang memungkinkan dilaksanakan, itulah yang digarap secara serius. Untuk level syariah yang hambatannya sangat berat dapat ditunda terlebih dahulu pelaksanaannya. Secara graduasi, pelaksanaan syariah dapat diurut dari level ibadah, akhlak, muamalah, dan siyasah.

Syariah sebagai sistem kehidupan Islam memiliki banyak dimensi yang bisa dikembangkan dalam membangun masyarakat ASEAN, seperti dalam bidang hukum, ekonomi, politik, dan pendidikan. 

Beberapa yang menjadi catatan bagi setiap negara untuk mempersiapkan diri membangun Masyarakat Syariah ASEAN adalah : 

a. Melakukan pemetaan dimensi syariah yang memiliki potensi untuk dikerjasamakan oleh Masyarakat Syariah ASEAN. 

b. Identifikasi seluruh kelemahan dan hambatan dari dimensi syariah yang memiliki potensi dikembangkan.

c. Level syariah yang sangat memungkinkan untuk bisa dijadikan sistem global di masyarakat Asean adalah muamalah (Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah).