UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FU Gelar Diskusi “Narasi Islamisme, Radikalisme & Terorisme”

Upaya peningkatan kualitas di kalangan dosen, maka Fakultas Ushuluddin menggelar Diskusi Bulanan Dosen bertema “Narasi Islamisme, Radikalisme & Terorisme: Penelitian terhadap Pandangan Aktivis Gerakan Dakwah Islam di Jawa Barat” dengan menghadirkan narasumber; Dr. Dody S. Truna, MA (dosen Perbandingan Agam) yang dipandu oleh Dr. Deni Miharja, M. Ag (Ketua Jurusan Perbandingan Agam yang dilaksanakan di Aula Fakultas Ushuluddin lantai IV, Rabu (24/9)

Dodi menjelaskan narasi merupakan tahap awal proses ideologisasi kelompok Islamis. Dengan mengetahui narasi yang berkembang di kalangan kelompok Islamis, setidaknya akan terpetakan isu-isu apa saja yang menjadi narasi utama dalam gerakan kelompok Islamis dan bagaimana narasi tersebut beroperasi. 

Dalam berbagai wawancara kepada 36 para aktivis Islam di Jawa Barat, penelitian ini menemukan untuk sumber ancaman bagi umat Islam diantaranya; Pertama, Barat. AS dan sekutunya, terutama Yahudi. Kedua, Bentuknya serangan terhadap pemikiran. Ketiga, JIL. Propaganda Israel sebagai mata rantai musuh Islam, mulai dari reinterpretasi ajaran Islam, ekstreem dalam memahami Islam, musuh Islam, memisahkan agama dan negara, mempunyai pemahaman Sepilis, sampai JIL ini memperoleh bantuan dana dari pihak asing.

Mengenai usaha mencegah timbulnya pemahaman yang giat menyebarkan Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme di kalangan aktivis ini justru mempertanyakan peran Perguruan Tinggi Islam yang malah ikut menyebar luaskan pemahaman ini. “Kita lihat semakian kuatnya kampanye liberalisme di UIN Jakarta, justru semakin muncul penyeimbang gerakan liberal ini dari sana,” paparnya. 

“Jika kita terlalu keras, maka sekuat apa pun ancaman itu akan terus bermunculan sebagai penyeimbang,”  sambungnya.

Dari hasil penelitian ini menyimpulkan; Pertama, Narasi utama Islamisme yang berkembang di antara para informan menyangkut sikap bebebrapa isu, seperti barat yang direpresentasikan oleh Amerika dan Yahudi sebagai sumber ancaman terhadap kondisi umat Islam saat ini.  Kedua, JIL adalah kelompok yang dianggap musuh utama umat Islam. Ketiga, Kelompok berbeda dengan mainstream sekarang, seperti Ahmadiyah, Syiah dianggap menyimpang bahkan sesat. []