UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FTK UIN SGD Bandung, Mulai dari Lokal Sampai Internasional

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) merupakan salah satu fakultas tertua di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Semula fakultas ini bernama Fakultas Tarbiyah, tetapi ketika IAIN berubah status menjadi universitas, namanya berubah menjadi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Tugasnya, menggordinasikan dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan akadmik, profesi dan vokasi. Tugasnya ini dilaksanakan dalam seperangat cabang ilmu pengetahuan bidang teknologi dan seni ilmu agama Islam yang terpadu dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni bidang ilmu umum untuk mendukung program bidang ilmu agama Islam.

“FTK juga bertugas menghasilkan lulusan yang bermutu dan beraya saing tinggi,” jelas Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Mahmud, M.Si. melalui Dekan FTK, Dr. Tedi Priatna, M.Ag. didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Aan Hasanah, M.Ed.; Wakil Dekan II, Prof. Dr. Supiana, M.Ag.; Wakil Dekan III, Dr. Ujang Dedih, M.Pd.; dan Kasubbag Akademik, Dedeh Kurnia, S.Ag., M.H., kepada “GM”, beberapa waktu lalu.

Menurut Aan, sejak berdirinya hingga saat ini, FKT, tetap menjadi fakultas dengan tingkat peminatan paling tinggi di UIN SGD Bandung dibandingkan dengan fakultas-fakultas lainnya.

Dikatakannya, FKT yang kini menempati Kampus II, Jalan Soekarno-Hatta, Cimincrang, Panyileukan, Kota Bandung, ini memiliki sepuluh program studi, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah (PGMI), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan terakhir Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang baru satu tahun berjalan.

Menurut Aan, ada sedikit pergeseran peminatan, yang semula didominasi oleh PAI sekarang mulai bergeser ke MPI. Hal ini, katanya, sejalan dengan perkembangan zaman. “PAI ‘kan hanya berorientasi pada guru, sedangkan MPI dan prodi lainnya cakupannya lebih luas. Lulusan prdi bahasa Inggris bahkan banyak yang bekerja di bank dan lembaga lain yang membutuhkan skil berbahasa Inggris,” jelasnya.

Lama studi
Lamanya studi, menuruit Aan, anatara 3,5 tahun sampai 4 tahun dengan rata-rata IPK 3,5. Hampir tidak pernah ada mahasiswa yang menyelesaikan studinya di FTK melebihi 4 tahun.

Sampai saat ini, FTK memiliki 150 kelas dengan 5.284 mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa program reguler dan nonreguler. “Mahasiswa program reguler yakni mereka yang mengikuti program pendidikan penuh waktu, baik siang, sore, maupun malam hari. Sedangkan mahasiswa nonreguler yakni mereka yang mengiuti program pendidikan paruh waktu,” ujar Aan.

Menurutnya, di FTK juga terdapat mahasiswa transfer, yakni mahasiswa yang masuk ke program studi dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari program studi lain, baik dari dalam internal perguruan tinggi maupun perguruan tinggi lain.

“FKT menerima transfer dari fakultas atau prodi lain di internal UIN SGD Bandung dengan syarat yang bersangkutan merupakan calon mahasiswa yang mengikuti ujian seleksi sebagaimana yang dilakukan oleh mahasiswa baru,” katanya.

Jika mahasiswa tersebut lulus seleksi, lanjut Aan, maka harus melakukan registrasi. Selanjutnya menunjukkan surat izin perpindahan prodi dari dekan fakultas yang bersangkutan.

Tenaga pengajar
Aan menjelaskan, dari Aspek kuantitas, jumlah dosen tetap di FTK sudah merata di setiap program studi dengan rasio perbandingan antara dosen dengan mahasiswa sudah menunjukkan ukuran ideal. “Kami mempunyai 8 guru besar, 52 orang doktor, dan 101 magister. Semua dosen sudah tersertifikasi kecuali asisten ahli hasil rekrutmen tahun 2015 dan dosen tetap non-ASN sebanyak 39 orang,” katanya.

Dari aspek kualitas, ujar Aan, sudah menunjukkan kecenderungan yang semakin membaik dengan perbandingan: guru besar (3,55%), lektor kepala (28,37%), lektor (41,13%), dan asisten ahli (26,95%). “Dosen di FTK sudah memenuhi standar sesuai dengan persyaratan dari Kemenristek Dikti, walaupun sebagian besar dosen diambil atau dialihkan homebase-nya pada program Pascasarjana, baik S2 maupun S3. Kendati demikian, kami tetap berusaha sesuai dengan persyaratan pendidikan,” jelasnya.

Alumni
Sementara alumni FTK sudah puluhan ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai guru, baik yang berada di bawah Kementerian Agama, maupun di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi; baik di instansi pemerintah maupun di lembaga swasta.

Namun pada perkembangannya, jelas Aan, lulusan FTK UIN SGD Bandung banyak yang bekerja di luar sekolah. Mereka bekerja di berbagai instansi sesuai dengan latar belakang program studi yang mereka miliki.  “Pokoknya, mulai dari bank, laboratorium, peneliti, kedutaan, lembaga haji, bahkan ada yang bekerja di bisnis properti. Tidak heran karena mereka memiliki kemampuan dalam bidang bahasa, kimia, matematika, dan biologi,” ujarnya.

Kerja sama internasional
FTK bukan hanya bekerja sama di tingkat regional atau nasional, melainkan sudah sampai ke tingkat global. Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa FTK tidak hanya dilakukan di lingkungan regional, Jawa Barat, tetapi sudah lintas negara, antara lain di Thailand. “Dosen kami juga sudah melakukan penelitian di Thailand, Hong Kong, dan Makau. Bahkan kami tercatat sebagai pemilik Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) tertinggi,” kata Aan.

Lebih dari 100 kerja sama sudah dilakukan baik dengan lembaga pendidikan (sekolah), pemerintah daerah, ataupun dalam bentuk seminar internasional telah dilakukan FTK. Selain itu seabreg kegiatan lain yang nyaris tak terhitung.
“Mahasiswa kami juga banyak menorehkan prestasi, baik di tingkat reginal, nasional, maupun internasional. Kami pun punya mahasiswa terbaik yang hafal 30 juz Alquran,” pungkas Aan. (B.47/adv)

Sumber, Galamedia 31 Juli 2018